SYECK NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA)

Entah sekitar tahun berapa saya kurang ingat, waktu itu saya masih bersekolah di madrasah aliyah bersama dengan ustadz dan teman-teman yang lain saya berkunjung ke Pulau cangkir di tanara kurang lebih 20 km dari kota Serang Banten. Pantai yang masih alami dan terdapat banyak batu-batu karang, tak jauh dari sana ada Maqom Seorang ulama besar Yaitu Syeck Nawawi al bantani, namun keberadaan maqom tersebut masih simpang siur ada yang berpendapat bahwa maqom tersebut adalah maqom syech nawawi tapi ada lagi yang berpendapat bahwa itu hanya patilasan dari Syech Nawawi. Hingga kini maqom atau patilasan tersebut selalu ramai dikunjungi oleh para peziarah terutama pada tanggal 25 syawal. Siapakah Syech Nawawi Al bantani ?

syech nawawi al bantani

SYECK NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA)

Nama Syekh Nawawi Banten sudah tidak asing lagi bagi umat Islam Indonesia. Bahkan sering terdengar disamakan kebesarannya dengan tokoh ulama klasik madzhab Syafi’i Imam Nawawi (w.676 H/l277 M). Melalui karya-karyanya yang tersebar di pesantren-pesantren tradisional yang sampai sekarang masih banyak dikaji, nama Kiai asal Banten ini seakan masih hidup dan terus menyertai umat memberikan wejangan ajaran Islam yang menyejukkan. Di setiap majlis ta’lim karyanya selalu dijadikan rujukan utama dalam berbagai ilmu; dari ilmu tauhid, fiqh, tasawuf sampai tafsir. Karya-karyanya sangat berjasa dalam mengarahkan mainstrim keilmuan yang dikembangkan di lembaga-Iembaga pesantren yang berada di bawah naungan NU.Di kalangan komunitas pesantren Syekh Nawawi tidak hanya dikenal sebagai ulama penulis kitab, tapi juga ia adalah mahaguru sejati (the great scholar). Syeck Nawawi telah banyak berjasa meletakkan landasan teologis dan batasan-batasan etis tradisi keilmuan di lembaga pendidikan pesantren. Ia turut banyak membentuk keintelektualan tokoh-tokoh para pendiri pesantren yang sekaligus juga banyak menjadi tokoh pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Apabila KH. Hasyim Asyari sering disebut sebagai tokoh yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah berdirinya NU, maka Syekh Nawawi adalah guru utamanya. Di sela-sela pengajian kitab-kitab karya gurunya ini, seringkali KH. Hasyim Asyari bernostalgia bercerita tentang kehidupan Syekh Nawawi, kadang mengenangnya sampai meneteskan air mata karena besarnya kecintaan beliau terhadap Syekh Nawawi.Mengungkap jaringan intelektual para ulama Indonesia sebelum organisasi NU berdiri merupakan kajian yang terlupakan dari perhatian para pemerhati NU. Terlebih lagi bila ditarik sampai keterkaitannya dengan keberhasilan ulama-ulama tradisional dalam karir keilmuannya di Mekkah dan Madinah. Salah satu faktor minimnya kajian di seputar ini adalah diakibatkan dari persepsi pemahaman sebagian masyarakat yang sederhana terhadap NU. NU dipahami sebagai organisasi keagamaan yang seolah-olah hanya bergerak dalam sosial politik dengan sejumlah langkah-langkah perjalanan politik praktisnya, dan bukan sebagai organisasi intelektual keagamaan yang bergerak dalam keilmuan dan mencetak para ulama. Sehingga orang merasa heran dan terkagum-kagum ketika menyaksikan belakangan ini banyak anak muda NU mengusung gerakan pemikiran yang sangat maju, berani dan progressif. Mereka tidak menyadari kalau di tubuh NU juga memiliki akar tradisi intelektual keilmuan yang mapan dan tipikal. Dengan begitu NU berdiri untuk menyelamatkan tradisi keilmuan Islam yang hampir tercerabut dari akar keilmuan ulama salaf. Figur ulama seperti Syekh Nawawi Banten merupakan sosok ulama berpengaruh yang tipikal dari model pemikiran demikian. Ia memegang teguh mempertahankan traidisi keilmuan klasik, suatu tradisi keilmuan yang tidak bisa dilepaskan dari kesinambungan secara evolutif dalam pembentukkan keilmuan agama Islam. Besarnya pengaruh pola pemahaman dan pemikiran Syekh Nawawi Banten terhadap para tokoh ulama di Indonesia, syeck Nawawi dapat dikatakan sebagai poros dari. akar tradisi keilmuan pesantren dan NU. Untuk itu menarik jika di sini diuraikan sosok sang kiai ini dengan sejumlah pemikiran mendasar yang kelak akan banyak menjadi karakteristik pola pemikiran dan perjuangan para muridnya di pesantren-pesantren.

syeck nawawi albantani

Hidup Syekh Nawawi
Syekh Nawawi Banten memiliki nama lengkap Abu Abd al-Mu’ti Muhammad ibn Umar al- Tanara al-Jawi al-Bantani. Ia lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada tahun 1815 M/1230 H. Pada tanggal 25 Syawal 1314 H/1897 M. Nawawi menghembuskan nafasnya yang terakhir di usia 84 tahun. Ia dimakamkan di Ma’la dekat makam Siti Khadijah, Ummul Mukminin istri Nabi. Sebagai tokoh kebanggaan umat Islam di Jawa khususnya di Banten, Umat Islam di desa Tanara, Tirtayasa Banten setiap tahun di hari Jum’at terakhir bulan Syawwal selalu diadakan acara khaul untuk memperingati jejak peninggalan Syekh Nawawi Banten.

Ayahnya bernama Kiai Umar, seorang pejabat penghulu yang memimpin Masjid. Dari silsilahnya, Nawawi merupakan keturunan kesultanan yang ke-12 dari Maulana Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati, Cirebon), yaitu keturunan dari putra Maulana Hasanuddin (Sultan Banten I) yang bemama Sunyararas (Tajul ‘Arsy). Nasabnya bersambung dengan Nabi Muhammad melalui Imam Ja’far As- Shodiq, Imam Muhammad al Baqir, Imam Ali Zainal Abidin, Sayyidina Husen, Fatimah al-Zahra.

Pada usia 15 tahun, ia mendapat kesempatan untuk pergi ke Mekkah menunaikan ibadah haji. Di sana ia memanfaatkannya untuk belajar ilmu kalam, bahasa dan sastra Arab, ilmu hadis, tafsir dan terutama ilmu fiqh. Setelah tiga tahun belajar di Mekkah ia kembali ke daerahnya tahun 1833 dengan khazanah ilmu keagamaan yang relatif cukup lengkap untuk membantu ayahnya mengajar para santri. syeck Nawawi yang sejak kecil telah menunjukkan kecerdasannya langsung mendapat simpati dari masyarakat Kedatangannya membuat pesantren yang dibina ayahnya membludak didatangi oleh santri yang datang dari berbagai pelosok. Namun hati syeck Nawawi telah menyatu dengan Kota Mekkah hanya beberapa tahun kemudian ia memutuskan berangkat lagi ke Mekkah sesuai dengan impiannya untuk mukim dan menetap di sana.

Di Mekkah ia melanjutkan belajar ke guru-gurunya yang terkenal, pertama kali ia mengikuti bimbingan dari Syeikh Khatib Sambas (Penyatu Thariqat Qodiriyah-Naqsyabandiyah di Indonesia) dan Syekh Abdul Gani Duma, ulama asal Indonesia yang bermukim di sana. Setelah itu belajar pada Sayid Ahmad Dimyati, Ahmad Zaini Dahlan yang keduanya di Mekkah. Sedang di Madinah, ia belajar pada Muhammad Khatib al-Hanbali. Kemudian ia melanjutkan pelajarannya pada ulama-ulama besar di Mesir dan Syam (Syiria). Setelah ia memutuskan untuk memilih hidup di Mekkah dan meninggalkan kampung halamannya ia menimba ilmu lebih dalam lagi di Mekkah selama 30 tahun. Kemudian pada tahun 1860 syeck Nawawi mulai mengajar di lingkungan Masjid al-Haram. Prestasi mengajarnya cukup memuaskan karena dengan kedalaman pengetahuan agamanya, ia tercatat sebagai Syekh di sana. Pada tahun 1870 kesibukannya bertambah karena ia harus banyak menulis kitab.Terkadang Beliau menulis Kitab hanya diterangi oleh lampu tempel (lampu yang berbahan bakar minyak tanah). Inisiatif menulis banyak datang dari desakan sebagian koleganya yang meminta untuk menuliskan beberapa kitab. Kebanyakan permintaan itu datang dari sahabatnya yang berasal dari Jawi, karena dibutuhkan untuk dibacakan kembali di daerah asalnya. Desakan itu dapat terlihat dalam setiap karyanya yang sering ditulis atas permohonan sahabatnya. Kitab-kitab yang ditulisnya sebagian besar adalah kitab-kitab komentar (Syarh) dari karya-karya ulama sebelumnya yang populer dan dianggap sulit dipahami. Alasan menulis Syarah selain karena permintaan orang lain, syeck Nawawi juga berkeinginan untuk melestarikan karya pendahulunya yang sering mengalami perubahan dan pengurangan.

Dalam menyusun karyanya syeck Nawawi selalu berkonsultasi dengan ulama-ulama besar lainnya, sebelum di cetak naskahnya terlebih dahulu dibaca oleh mereka. Dilihat dari berbagai tempat kota penerbitan dan seringnya mengalami cetak ulang sebagaimana terlihat di atas maka dapat dipastikan bahwa karya tulisnya cepat tersiar ke berbagai penjuru dunia sampai ke daerah Mesir dan Syiria. Karena karyanya yang tersebar luas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan padat isinya ini nama syeck Nawawi bahkan termasuk dalam kategori salah satu ulama besar di abad ke 14 H/19 M. Karena kemasyhurannya ia mendapat gelar: A ‘yan ‘Ulama’ al-Qarn aI-Ra M’ ‘Asyar Li al-Hijrah,. AI-Imam al-Mul1aqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq, dan Sayyid ‘Ulama al-Hijaz.

Kesibukannya dalam menulis membuat Nawawi kesulitan dalam mengorganisir waktu sehingga tidak jarang untuk mengajar para pemula ia sering mendelegasikan siswa-siswa seniornya untuk membantunya. Cara ini kelak ditiru sebagai metode pembelajaran di beberapa pesantren di pulau Jawa. Di sana santri pemula dianjurkan harus menguasai beberapa ilmu dasar terlebih dahulu sebelum belajar langsung pada kiai agar proses pembelajaran dengan kiai tidak mengalami kesulitan.

Tanggal 25 syawal tahun 1314 h atau tahun 1897 Syeck Nawawi menghembuskan napasnya dan dimaqomkan di Ma’la dekat Maqom Istri Rosululloh SAW Siti Khodijah.

62 responses to “SYECK NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA)

  1. masya allah ternyata syaikh nawawi seperti ini orangnya. banyak membuat buku pengetahuan. yang saya tahu dari ustad saya hanya buku karangannya……..
    salam kenal…… :-)

  2. setahu saya beliau adalah ulama’ yg paling berjasa bagi umat islam di indonesia, beliau adalah gurunya para ulama’ di Indonesia….

    Semoga Allah selalu merahmatinya beserta keluarganya….
    amin….

  3. Begitulah ulama-ulama zaman dahulu, menghormati dan adab terhadap guru. Seperti kisah Mbah Hasyim terhadap Mbah Kholil Bangkalan yang berebutan mengambilkan sandal di Mesjid.

    Saya pernah waktu kecil dulu diberi kitab berbahasa Arab Melayu (Pegon) -lupa namanya–, yang dikarang oleh Syaikh Nawawi Bantani, waktu itu tidak menyangka kalau ada ulama Indonesia dari Banten yg justru jadi rujukan ulama di Hijaz, Arab sana.

    Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kita dengan keberkahan ilmu para ulama seperti Syaikh Nawawi ini, rahimahullah ajma’in.

    Salam,

  4. TERIMA KASIH BUAT MAS JABIER DAN ABU HAMZAH…YANG MAU BERKUNJUNG KE BLOG SAYA SEMOGA BERMAMFAAT..

  5. Cak Nas dari Jombang, JATIM

    Saya tengah membaca beberapa kitab karya beliau sekarang ini. Saya baru tahu foto beliau. Mohon izin untuk mengcopy foto beliau dan menyertakannya dalam beberapa kitab beliau yang akan kami terjemahkan.

  6. ALHAMDULILLAH….MONGGO CAK NAS…..SEMOGA BERMAMFAAT

  7. Mas Sacroni……. saya lg mempelajari beberapa sejarah NU danTokoh- Tokoh NU terdahulu, dan saya mhn ijin bahan-bahan njenengan kulo jadikan referensi belajar saya. mohon ijin mungkin jg akan jadi kajian di forum study kami. makasih

  8. ALHAMDULILLAH SILAHKAN MAS.MASHURI .SEMOGA BERMAMFAAT

  9. trima kasih mas sachroni, saya numpang baca di sini .saya baru dpt aspirasi bhw nama bsar syek nawawi SDH MENGHARUMKAN NAMA BANGSA INI JD SY BANGGA PYA LELUHUR ORANG SERANG, SY ORANG SERANG ASLI MAS TP BARU DENGER 2 DI PESANTER AJA TP UDAH BACA INI SY TMBAH MERUNDUK KAN KEPALA AMA SYEK INI. SEMOGA AMAL SYEK DITERIMA MA ALLAH SWT.AMIN.

  10. alhamdulillah ..salam kenal juga buat Generasi Banten…Gudangnya ulama dan jawara

  11. As. Mas…, hatur nuhun pisan saya udah baca tulisan Mas tentang Sang Maha Guru dari Banten. Saya alhamdulillah selalu ingat pada Syekh Nawawi dengan cara setiap wirid selalu “Hadlarat” kirim fatihah untuk beliau, mudah-mudahan beliau selalu dianggakat terusa derajatnya oleh Allah dan kita mendapatkan insfirasi, keberkahan dari ilmunya yang kita baca. Oya Mas…, tolong saya dikirimin buku-kitab karya beliau yang sudah diterjemahkan. Al;amat saya : Jl. Kelurahan Jurang Mangu Barat No. 47 RT. 05/02 Pondok Aren – Binataro Tangerang-Banten. tlp. 021-73882117 atau hp. 08128792953. dan kalau tidak keberatan tolong alamt Mas Syachroni kirimkirim ke saya. Hatur Nuhun. Wassam

    Didin Haryono

  12. ALHAMDULILLAH SALAM KENAL BUAT KANG DIDIN…AFWAN SAYA GA PUNYA INSYA ALLOH KALAU ADA SAYA KIRIMKAN

  13. Mau nanya mas, apakah kitab Arba’in dan Syarh Sahih Muslim adalah karya beliau, Syekh Nawawi al Bantani.
    Makasih ya…

  14. Salam kenal…benar kedua kitab hadist Tersebut Karya Syech Nawawi Al bantani yang beliau tulis waktu berada di Mekkah

  15. saya mencintai ulama khusus nya ulama banten terkenal keteguhan nya dalam haq tp mereka tebarkan gdn ke indahan dan kasih sayang

  16. saya mencintai ulama khusus nya ulama banten terkenal keteguhan nya dalam haq dan mereka tebarkan dgn ke indahan dan kasih sayang selalu merendah tapi tegar keras dalam haq tp lembut qolbu nya

  17. Makasih ya mas.. saya mau minta izin ngopi artikelnya dan fotonya..

  18. ulama terbesar indonesia semoga suatu saat ada ulama indonesia yang jadi guru di masjidil haram sepirti beliau

  19. pagi ini, setelah shalat subuh di masjid nurul falah didaerah gerlong girang bandung. selama kurang lebih 7mnt saya mendapat kuliah pengenalan mengenai sesesorang yang memiliki dedikasinya yang tinggi terhadap pendidikan siar islam melalui salah satu cerita ke tauladanan beliau yang syarat dengan selalu rendah diri, yaitu seorang ulama besar SYECK NAWAWI AL BANTANI (GURU KYIAI INDONESIA). kpd mas sachrony bagaimana kalo seandainya dalam blog anda ini menampilkan pula cerita2 pendek yang syarat dgn nilai2 edukatif sehingga insyaallah bila satu waktu ada yang ingin lebih mengenal syeck nawawi tidak hanya biografinya saja. terima kasih karna telah memfasilitasi blog yg dapat memberikan inspirasi silaturahmi bagi kt semua. semoga kita semua dapat mendapatkan berkahNYA dan mensyukuri atas kesehatan kita sampai saat ini, Wassalam.

    Alhamdulillah…salam kenal buat mas Riza Syukron atas masukannya

  20. bagus masih banyak orang yang peduli dengan agama kita terutama mengenal dengan orang yang telah menyebarkan agama dinegara yang kita cintai ini, saya sedikitnya akan lebih tahu tentang para ulama-ulama besar

  21. Syarif Hidayatullah

    Cerita dari ustadz saya di Wonosobo yaitu klo Syekh Nawawi sebelum menerbitkan kitab2nya dtest dulu di danau. kalau kitabnya basah and tenggelam berarti belum layak kalo kering and ga’ tenggelam berarti sudah siap terbit gitu. bener ga’ bro.
    dari cerita itulah saya jadi kagum sama Syekh Nawawi, kbetulan waktu itu saya lagi belajar kitab kuning yang karangan Syekh Nawawi bro..!!

  22. SALAM,..SACHRONY…..boleh kan saya tulis-2 sedikit saya pernah tinggal di Banten lebih kurang 6 tahun (bekerja sembari nimba ilmu sedikit untuk membuktikan wasiat orangtua kandung saya : nanti di kulon kamu ketemu saudara bathin kenangnya……..saya masuk kulon tahun 1997~2001 ; 2003`2003 balik lagi tarikan apa memang panggilan leluhur disana….byk kejadian aneh yang saya alami (byk bertemu leluhur yang kata orang awam sudah tidak ada alias pulang……tapi saya bertemu anehnya kalau bertemu mereka semua malam hari saja ( habis ba’da isya smapai …jangan sampai ayam kokok lebih dulu kami harus buru-2 pulang…alhamduluillah wasiat bapak saya sudah terlaksana……..

  23. termasuk beliau……..dan banyak berganti nama….

  24. salam,…maaf kang sachrony maksud saya maklum semangat nulis nih…ga pa-2 kan kang??

    Alhamdulilah salam kenal kang

  25. Subhanallah.. Indah bner smua ksah tntang beliau..
  26. Subhanallah Allahu Akbar… setelah membaca biografi ulama-ulama besar clasik. membuat motifasi saya untuk lebih intensif dalam menuntut ilmu. seperti telah dituturkan di atas syekh nawawi dengan kepiawaiannya dalam menulis sebuah kitab. untuk hajat umat banyak. beliau tak pernah letih walau menulis dengan alat penerang lampu minyak tanah..!!!

  27. Alhamdulillah semoga berkah beliau akan selau menerang kita semua

  28. saya kira biasa-biasa saja sebab mulai dari kecil didikan agama sudah masuk kesanubari bliau dan sudah pasti beliau tidak bisa kita samakan dengan manusia zaman sekarang yang selalu berlumur dosa (kira-kira gitu)

  29. saya rasa tinggal kita-kita yang berusaha untuk meneladani para ulama yang telah mendahului kita

  30. hubungan syech nawawi sangat erat dengan pondok kaliwungu,,,kalo ada orang yang pingin mendapatkan barokahnya syeh nawawi,hendaknya orang tersebut menyempatkan untuk mondok di ponpoes salaf apik kaliwungu walau hanya satu hari

  31. Alfatihata ila hadroti sayyidina Rosulillahi SAW, Wa aalihi wa ashhaabihii wattabi’in, khususan ila ruhii, sayyidi syekh Abdil qodir al-jailani, wa syekh Ibrohim al-khalwati, wa sayyidi syekh as-sayyid Muhammad bin Abdil karim as-samman al-madani, wa syekh Muhammad Arsyad bin Abdillah Al-banjari, wa syekh Syihabudin bin As-syekh Muhammad Arsyad al-banjari, wa syekh NAWAWI bin UMAR al-bantani, wa syekh Zainuddin as-sumbawi, wa syekh Ali bin abdullah al-banjari al-makki, wa syekh Muhammad Syarwani Abdan al-banjari, wa syekh Muhammad Zaini bin abdul ghoni al-banjari, Al-fatihah….

    Mnurut crita yg prnah sy dgr, slh satu karomah syekh Nawawi, yaitu tangan beliau memancarkan cahaya pd saat mengarang kitab..

  32. subhanallah ternyata di tanah kelahiran saya ada ulama ternama

  33. caesar==>lampung

    assalamualaikum wr wb

    mohon maaf sadaraku, kita bisa mengambil ilmunya, tapi kita tidak bisa menyamai ilmunya karena derajat kita bebeda. smoga ALLAH Swt mengampuni kita smua amin

    wassalamualaikum wr wb

  34. Subhanallah,,abad ulama indonesia..dr jawa..keren!! gw kira yg keren dr mesir doang.. msh byk yg harus dikaji..

  35. Subhanallah..semoga kita menjadi orang yang selalu mencitai ilmu agama,ulama dan para habaib..Amin
    salam kenal buat Sacrony

  36. ASS.. mudah-mudahan urang sadayana ka angkeun ku manteunna jaga di yaumil qiyamah Amin..

  37. Idan Kamaluddin

    Semoga dengan artikel diatas bisa membukakan hati orang-orang yang menyepelekan Para ulama

  38. Dri crita ringks history kh.nawawi al bantani, bahwasanya NU bkanlah sebuah ormas yg brgerak di sospol ja tpi lebh luas lgi dsnalah tmpat brkembngnya khazanah keilmuan dn intlektual islam brada yg hrus dgali oleh genre mda NU.

  39. Ping-balik: SEJARAH EMPANG « allattas

  40. ilmu yang ada pd diri yang suci, kan kekal , walau diri ini telah suci

  41. Brcrminlah dg crmin yg brkilau,jgnlah brcrmin diatar air yg keruh.

  42. ALLOHUMA YAA SYIRLAANA BISYAFA’ATI ROSULLILLAH.

  43. Trimakasih buat semuanya yg tlah meng inspirasikan saya atas crita kyai nawawi.
    Sya prnah baca critanya kyai nawawi jga bliau smasa hidpnya g nikah krn kesibukannya dlm mencari ilmu

  44. Tolong lah yg punya artikel n komentar2,. Yg salah ‘tu d’ralat. – syekh nawawi tu pnya istri, n kuburan’y d’mekah. Bukn d’pulo cangkir.. Dan cobalah komen2 yg laen tu yg bner jgn asal. Menyesatkn nanti. Afwan.

  45. semoga Allah milimpahkan rahmatkepadaya,alhamdulilah saya mempunya silsilah sampai kesulton hasanudin banten

  46. terimakasih tanggapan saya tekah dimuat

  47. Jadi kangen ke pesantren lagi..

  48. Subhanallah hampir tidak percaya ulama yg bernama syekhuna nawawi itu ulama terbsar di indonesa dan didunia yea allah mdah”an para ulama selalu di beri kelimpahan dalam menjlan khan syariat islam?

    aminnnnn.
    ……..

  49. allahummagfir lana waliihkwanina allazdina sabaquna bil imani wala taj’al fi qulubina gillal lilladzina amanu robbana innaka roufurrohim… amin-amin… semoga masyarakat banten bisa meneladani ky nawawi

  50. subhanallah…
    beliau menghabiskan usianya hanya demi agama,bahkan hingga wafat beliau tidak sempat menikah karena sibuk menyiarkan agama.

  51. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Mas..mau tanya apakah kitab Al-Munir karangan yang mulya Syekh Nawawi. mohonpenjelasan. tks.

  52. Arridho-al kaustar

    Saya suka dgn adanya situs ini,…..
    Tp foto yg d sbrkn bukan aslinya,foto itu adalah muridnya “ki arsyad Qosyir” msh skrng da keturunannya beliau.

    Rugi,asli org tanara ga pulng pd wktu khaul syekh.annawawi al bantani tanara.

  53. subchanallah … allahhu akbar … allah menjadikan bangsa indonesia sejajar dgn bagsa arab yg diwakili oleh yg mulya syech nawawi al bantani dan karya2nya bnyak menjdi rujukan para ulama indonesia, gurunya ulama besar indonesia dan ulama2 dunia dan imam besar masjidil haram mekkah al mukarromah … terima ya allah amal ibadahnya masukkan dalam surgamu ya allah ..

  54. salam knl..

  55. bisakah kita meniru beliau

  56. Mha suci allah.smg allah sll mlimpahkan rhmat pada beliu,bserta kluarga.

  57. ahamdulillah dengan membuka yahoo ini,sya dapat ilmu dari sahabat-sahabat yg belum saya kenakl dengan demikian saya sangat berterimakasih sekali dengan adanya fasilitas ini ,
    saya menemukan ilmu dan sejarah para ulama terdahulu yang selama ini saya hanya sebatas mendengar dari segelintir orang

  58. SejarahPerjalanan insan menggali ilmu ilahi awal berpijak islan di indonesia

  59. Sebagai warga keturunan banten, sy merasa bangga bahwa ada seorang kyai besar daerah kami yg karya2nya sudah mendunia, semoga perjuangan beliau dpt di teruskan oleh generasi kita dn melahirkan “syech nawawi” yg lainnya.

  60. karangan kitabnya

  61. pernah orang tua kami bercerita tentang sech nawawi al-bantani suatu hari ulama sedunia berkumpul di negeri arab membahas kitab karangan sech nawawi al-bantani karna karanganganya mudah dimengerti semuah orang, dan mudah diterjemahkan lalu sech nawawi diundang ke arab, sech nawawi berangkat bersama anak muridnya yg tinggi dan besar itu sesampainya di arab yg di jamu malah muridnya dan dihormati, setelah itu syech nawawi sedang ambil air wudhu di masjid karna kebiasaan orang banten setiap memakai peci agak miring lalu sech nawawi memakai peci di miringkan negeri arab ikut miring

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s