HAKEKAT WALIYULLOH DAN KAROMAH NYA

Tulisan-tulisan saya yang mengungkap tentang perjalanan hidup wali-waliyalloh dalam web site ini( categori manaqib) mendapat sanggahan dari beberapa kawan saya yang memang kurang percaya tentang seseorang yang menjadi waliyulloh dan tentang karomah-karomah yang diberikan Alloh kepada hamba Pilihan Alloh ( waliyulloh). Saya coba akan jelaskan tentang hakikat para Waliyulloh dan karomahnya dari berbagai sumber referensi yang saya temukan.

A.Pengertian Waliyulloh

Dalam Kitab Jami’u karamatil Aulia Juz 1 hal 7 Syech Yusup bin sulaiman berpendapat bahwa “wali ialah orang yang sangat dekat kepada Alloh lantaran penuh ketaatannya dan oleh karena itu Alloh memberikan kuasa kepadanya dengan Karomah dan penjagaan”

maksudnya adalah orang yang menjadi dekat keadaan jiwanya kepada Alloh karena ketaatan dia akibatnya Alloh menjadi dekat orang tersebut dan diberikan anugrah oleh Alloh berupa “karomah” dan penjagaan untuk tidak terjerumus berbuat maksiat,apabila dia terjerumus berbuat maksiat maka cepat-cepat dia bertaubat.

Kh.Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Ad Durarul Muntatsirah pada halaman 2 beliau mengungkapkan bahwa Wali adalah orang yang terpelihara dari ;

a. Melakukan dosa besar dan kecil

b.Terjerumus oleh hawa nafsunya sekalipun hanya sekejap dan apabila melakukan dosa maka dia cepat-cepat bertaubat kepada Alloh.sebagaimana tersebut didalam alquran(Q.S.YUNUS AYAT 62-64)

Hakim At-Tirmidzi mendefinisikan Wali Allah adalah seorang yang demikian kokoh di dalam peringkat kedekatannya kepada Allah (fi martabtih), memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu seperti bersikap shidq (jujur dan benar) dalam perilakunya, sabar dalam ketaatan kepada Allah, menunaikan segala kewajiban, menjaga hukum dan perundang-undangan (al-hudud) Allah, mempertahankan posisi (al-) kedekatannya kepada Allah.menurut at-Tirmidzi, seorang wali mengalami kenaikan peringkat sehingga berada pada posisi yang demikian dekat dengan Allah, kemudian ia berada di hadapan-Nya, dan menyibukkan diri dengan Allah sehingga lupa dari segala sesuatu selain Allah.

Karena kedekatannya dengan Allah, seorang wali memperoleh ‘ishmah (pemeliharaan) dan karamah (kemuliaan) dari Allah. menurutnya, ada tiga jenis ‘ishmah dalam Islam. Pertama, ‘ishmah al-anbiya’ (ishmah para Nabi) merupakan sesuatu yang wajib, baik berdasarkan argumentasi ‘aqliyyah seperti dikemukakan Mu’tazilah maupun berdasarkan argumentasi sam‘iyyah. Kedua, ‘ishmah al-awliya’ (merupakan sesuatu yang mungkin); tidak ada keharusan untuk menetapkan ‘ishmah bagi para wali dan tidak berdosa untuk menafikannya dari diri mereka, tidak juga termasuk ke dalam keyakinan agama (‘aqa’id al-din); melainkan merupakan karamah dari Allah kepada mereka. Allah melimpahkan ‘ishmah ke dalam hati siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara mereka. Ketiga, ‘ishmah al-‘ammah, ‘ishmah secara umum , melalui jalan al-asbab, sebab-sebab tertentu yang menjadikan seseorang terpelihara dari perbuatan maksiat.

‘Ishmah yang dimiliki para wali dan orang-orang beriman, menurut at-Tirmidzi, bertingkat-tingkat. Bagi umumnya orang-orang yang beriman, ‘ishmah berarti terpelihara dari kekufuran dan dari terus menerus berbuat dosa; sedangkan bagi para wali ‘ishmah berarti terjaga (mahfuzh) dari kesalahan sesuai dengan derajat, jenjang, dan maqamat mereka. Masing-masing mereka mendapatkan ‘ishmah sesuai dengan peringkat kewaliannya. Inti pengertian ‘ishmah al-awliya’ terletak pada makna al-hirasah (pengawasan), berupa cahaya ‘ishmah (anwar al-ishmah) yang menyinari relung jiwa (hanaya al-nafs) dan berbagai gejala yang muncul dari kedalaman al-nafs, tempat persembunyian al-nafs (makamin al-nafs), sehingga al-nafs tidak menemukan jalan untuk mengambil bagian dalam aktivitas seorang wali. Ia dalam keadaan suci dan tidak tercemari berbagai kotoran al-nafs ( adnas al-nafs ).

jadi dari berbagai pendapat diatas bahwa Derajat ke” Wali” an pada hakekatnya dapat diperoleh atau dicapai oleh sesorang mukmin yang bertaqwa dengan jalan melaksanakan dan menta’ati segala peraturan dan tuntunan sya’ra yang diwajibkan dan yang disukai Alloh SWT dikerjakan dengan penuh ketekunan . Dan yang Haram atau yang tidak disukai Alloh dijauhkan dan dihindarkan dari dirinya supaya jangan sampai jatuh tergelincir melakukannya. Apabila tergelincir melakukan dosa kecil sekejap saja cepat-cepat diikuti dengan bertaubat yang sebenar-benarnya.dan terus segera kembali kepada yang haq (benar).

B.PENGERTIAN “KAROMAH”

Karomah menurut bahasa/lughoh sama dengan Aza-zah artinya kemuliaan (munjid hal 682) . Pengertian karomah menurut Syeck Ibrahim Al Bajuri dalam kitabnya “tuhfatul Murid” hal 91 bahwa karomah adalah” sesuatu luar biasa yang tampak dari kekuasaan seorang hamba yang telah jelas kebaikannya yang diteyapkan karena adanya ketekunan didalam mengikuti syariat nabi dam mempunyai i’tiqod yang benar”

Menurut Hakim At-Tirmidz Adapun yang dimaksud karamah al-awliya’ tiada lain, kemuliaan, kehormatan,(al-ikram); penghargaan (al-taqdir); dan persahabatan (al-wala) yang dimiliki para wali Allah berkat penghargaan, kecintaan dan pertolongan Allah kepada mereka. Karamah al-awliya itu, dalam pandangan Hakim at-Tirmidzi, merupakan salah satu ciri para wali secara lahiriah (‘alamat al-awliya’ fi al-zhahir) yang juga dinamakannya al-ayat atau tanda-tanda.

Hakim at-Tirmidzi membagi karamat al-awliya ke dalam dua bagian. Pertama, karamah yang bersifat ma‘nawi atau al-karamat al-ma‘nawiyyah. Karamah yang pertama merupakan sesuatu yang bertentangan dengan adat kebiasaan secara fisik-inderawi, seperti kemampuan seseorang unrtuk berjalan di atas air atau berjalan di udara. Sedangkan karamah yang kedua merupakan ke-istiqamah-an seorang hamba di dalam menjalin hubungan dengan Allah, baik secara lahiriah maupun secara batiniah yang menyebabkan hijab tersingkap dari kalbunya hingga ia mengenal kekasihnya, serta merasa ketentraman dengan Allah. At-Tirmidzi memaparkan karamah yang kedua sebagai yang berikut:

Kemudian Tuhan memandang wali Allah dengan pandangan rahmat. Maka Tuhan pun dari perbendaharaan rububiyyah menaburkan karamah yang bersifat khusus kepadanya sehingga ia (wali Allah) itu berada pada maqam hakikat kehambaan (al-haqiqah al-ubudiyyah). Kemudian Tuhan pun mendekatkan kepada-Nya, memanggilnya, menghormati dan meninggikannya. Menyayanginya dan menyerunya. Maka wali pun menghampiri Tuhan ketika ia mendengar seru-Nya. Mengokohkan (posisi)-nya dan menguatkannya; memelihara dan menolongnya; sehingga ia meresponi dan menyambut seruan-Nya. Dalam kesunyian ia memanggil-Nya. Setiap saat ia munajat kepada-Nya. Ia pun memanggil kekasihnya. Ia tidak mengenal Tuhan selain Allah.

Jadi karomah adalah merupakan sesuatu perkara yang terjadi diluar kemampuan akal manusia biasa untuk memikirkan atau menciptakan .perkara itu ( karomah) diberikan Alloh kepada hambanya yang sudah terang kebaikannya( shalehnya), setiap sikap perbuatan dan ucapannya serta keadaan hatinya selalu bergerak sesuai dengan tuntunan ajaran Islam yang dibawa oleh Rosululloh SAW baik dalam segi syaria’t atau aqidah serta akhlaknya.

Oleh karena itu bagi Waliyulloh dengan Karomahnya kadang-kadang tampak keanehan-keanehan baik dalam sikap tindakan dan ucapan yang tidak begitu saja mudah bagi akal manusia biasa untuk memahaminya. Sebagai contoh karomah ialah seperti dapat dilihat adanya peristiwa Maryam yang disebut dalam surat Ali Imron ayat 37, juga peristiwa Ashabul Kahfi dalam surat al kahfi ayat 25 dan tidak berbeda pula halnya dengan Karomah-karomah Para Habaib dan Para Ulama yang saya tulis tersebut seperti karomahnya Al Habib Abduloh bil Faqih yang selalu bertemu langsung dengan Rosululloh begitu pula dengan KH.Hamim Djazuli (Gus Miek) yang melakukan dakwahnya ditempat hiburan malam.

Orang yang menolak karamah al-awliya’, disebabkan mereka tidak mengetahui persoalan ini kecuali kulitnya saja. Mereka tidak mengetahui perlakuan Allah terhadap para wali. Sekiranya orang tersebut mengetahui hal-ihwal para wali dan perlakuan Allah terhadap mereka; niscaya mereka tidak akan menolaknya. Penolakan mereka terhadap karamah al-awliya’, disebabkan oleh kadar akses mereka terhadap Allah hanya sebatas menegaskan-Nya; bersungguh-sungguh di dalam mewujudkan kejujuran (al-shidq); bersikap benar dalam mewujudkan kesungguhan sehingga meraih posisi al-qurbah (dekat dengan Allah). Sementara mereka buta terhadap karunia dan akses Allah kepada hamba-hamba pilihan-Nya. Demikian juga buta terhadap cinta (mahabbah) dan kelembutan (ra’fah) Allah kepada para wali. Apabila mereka mendengar sedikit tentang hal ini, mereka bingung dan menolaknya.

C.HIERARKI KEWALIAAN

Syaikhul Akbar Ibnu Araby dalam kitab Futuhatul Makkiyah membuat klasifikasi tingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut :

  1. Wali Aqthab atau Wali Quthub
  2. Wali yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.

  3. Wali Aimmah
    Pembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bernama Abdur Robbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bernama Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat.
  4. Wali Autad
    Jumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Kakbah. Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Haiyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdu Murid.
  5. Wali Abdal
    Abdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab Futuhatul Makkiyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu, mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.
    Pada tahun 586 di Spanyol, Ibnu Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Abdul Madjid bin Salamah sahabat Ibnu Arabi pernah bertemu Wali Abdal bernama Mu’az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.
  6. Wali Nuqoba’
    Jumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqoba’ melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.
  7. Wali Nujaba’
    Jumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.
  8. Wali Hawariyyun
    Berasal dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair bin Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.
  9. Wali Rajabiyyun
    Dinamakan demikian, karena karomahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.Berbagai rahasia kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru bisa berbicara.Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.
  10. Wali Khatam
    Khatam berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi Muhammd,saw.

derajat Wali yang disandang sesorang itu adalah merupakan anugrah dari Alloh yang telah dicapai seorang hamba dalam mencari Hakekat Alloh ( Aripbillah). Bahkan ibadahnya seorang wali itu lebih utama dibandingkan dengan ibadahnya seorang Ulama yang A’lim.Kenapa demikian ? seorang Wali telah mencapai hakekat Alloh sedangkan seorang ulama baru tahap mencari jalan untuk mencapai hakekat Alloh.  wali dapat diketahui dengan wali yang lain ada juga seseorang yang menjadi wali Alloh tapi dirinya tidak tahu bahwa dia seorang Wali. Wallulloh a’lam

66 responses to “HAKEKAT WALIYULLOH DAN KAROMAH NYA

  1. Subhanallah…

  2. Assamuaikum Wr Wb
    Salam Jumpa Kami dari lampung

    waalaikumussalam
    salam kenal buat iskandar di lampung

  3. Assalamu’alaikum War Wab
    Numpang tanya :
    1. Bagaimana caranya agar kondisi jaga dan tidur senantiasa zikrullah
    2. Bagaimana cara untuk meningkatkan kema’rifahan kepada Allah
    Terima kasih, jazakallah khairal jaza
    Wassalam

  4. kenapa nggak ada wiridannya untuk karomah brebicara dan bagaimana caranya.

  5. Asslm>>> pak kalo bsa di cantumkan wiridannya untuk karomah berbicara. dan bagaimana petunujuknya. terus bagi mana cara supaya naluri batin karomah kita tajam?
    mungkin tiu saja. terima kasih
    asslm…….

    Waalaikumussallam

    salam kenal…Timbulnya karomah karena istiqomah…Rutinlah membaca Ratib Insya alloh antum bisa rasakan mamfaatnya

  6. Assalamualaikum hakekatulloh.wama’rifatulloh Ya Waliyulloh. Salam kenal dari keluarga besar Sagiddin & Sagipoddin.

  7. Ass. Mau nanya sekarang yg menduduki wali qutb sapa?di negara mana? Karena saya pernah mendengar ada tiga aliran thoriqoh yg mengklaim bahwa guru mereka adalah wali qutb ato ghouts hadaz zaman? Mhon pencerahannya..

  8. Assalamu alaik,..
    Apakah para wali trsbt di atas sprt manusia biasa’ dpt di sentuh,atau ghaib? Terima kasih

    waalaikumussalam

    wali hanya manusia biasa yang mendapat anugrah dari Alloh berupa kedekatan dengan sang khalik

  9. Assalamu’alaikum Wr. Wb
    membaca artikel di atas paragraf terakhir yang menyebutkan bahwa “wali dapat diketahui dengan wali yang lain ada juga seseorang yang menjadi wali Alloh tapi dirinya tidak tahu bahwa dia seorang Wali”
    saya mau tanya apakah mungkin seseorang yang tidak pernah kelihatan sholatnya tetapi lisannya tidak pernah berhenti untuk menyebut asma Alloh dan dengan keras terus menyeru ta’muruna bilma’ruf wanhauna ‘anil mungkar bisa dikatakan sebagai wali
    terima kasih atas jawabannya

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    walaikumussalam
    Adapun derajat kewalian, dalam pandangan imam al-Tirmidzi, dapat diraih dengan terpadunya dua aspek penting, yakni karsa Allah kepada seorang hamba dan kesungguhan pengabdian seorang kepada Allah. Aspek pertama merupakan wewenang Allah secara mutlak; sedangkan aspek kedua merupakan perjuangan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah. Menurut at-Tirmidzi, ada dua jalur yang biasa ditempuh oleh seorang sufi guna meraih derajat kewalian. Jalur pertama disebut thariqah al-minnah (jalan golongan yang mendapat anugerah) sedangkan jalur kedua disebut thariq ashhab al-shidq (jalan golongan yang benar dalam beribadah). Melalui jalur pertama, seorang sufi meraih derajat kewalian di hadapan Allah semata-mata karena karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikendaki Allah di antara hamba-hamba-Nya. Sedangkan melalui jalur kedua, seorang sufi meraih derajat kewalian berkat keikhlasan dan kesungguhannya di dalam beribadah kepada Allah. Seseorang yang meraih derajat kewalian melalui jalur kedua disebut wali haqq Allah atau awliya’ huquq Allah dalam. Wallohu a’lam

    syukron

  10. Http\\www.Google.Com

  11. askum wr. wb
    Saya mau nanya kenapa hati saya selalu ingin menangis bila mendengar hal yang berkaitan dengan kebesaran Allah SWT.

  12. saya cari alamat habaib di lampung, bisa bantu?

  13. Ass…kalau tidak salah makom wali itu ada 54 ya… kata ustad….apakah dizaman sekarang masih ada waliyulloh ? bagaimana kita bisa tahu kalau beliau itu seorang waliyulloh mohon informasinya……..

  14. Alhamdulillah, maha suci Alloh dengan kekuasannya, maha lembut dengan kelembutannya,mahaa berkehendak dengan kehendaknya. Semoga hanya kepadaNya juga lah hati kita bertuhan. Tiada daya dan upaya kita dan kepada Engkaulah Ya Robbi kami akan kembali.

  15. Kupasan yang rinci ini sangat kurang dibekali dengan referensi yang valid. Misal tatkala mengutip perkataan Hakim at-Tirmidzi atau ulama lain, sama sekali tidak menyertakan dimana diperoleh kata at Tirmidzi tadi, dibuku yang berjudul apa, dan dasar at Tirmidzi berkata darimana (pasti ada haditsnya). Tanpa memberi referensi lengkap, bisa juga ini hanya tulisan karangan lalu mengatas namakan ulama besar atau bahkan ahli hadits. Waspada saudaraku,

    sekedar tulisan biasa aja ustadz….insya Alloh ada manfaatnya

  16. gimana supaya bisa menghadapi cobaan allah

  17. knapa sholat malam itu berat

  18. Askum.wr.wb. Sy ingin bertanya apakah kelebihan yg d miliki para rasul dan nabi beliau pelajari atau amalkan terlebih dahulu contoh nabi musa a.s. Dgn tongkatnya dpt membelah laut atau nabi muhamad saw melakukan perjalanan isra’mi’rad dgn belajar terlebih dahulu tentunya tdk bukan itu semua terjadi seketika dan dari perintah allah langsung kpd beliau. Tetapi sekarang ini ada sebagian orang yg ktnya mampu terbang atau bahkan menghilang atau dpt mengobati seseorang atau mempunyai kelebihan2 semuanya itu dgn mengamalkan suatu do’a2 atau rapalan2 tertentu atau japa mantra kt pr dukun atau tukang sihir apakah ini juga dpt d sebut karomah apakah itu ajaran dan tuntunan ada d jelaskan al qur’an atau hadist atau hanya bit’ah atau mengada2 mslhnya menurut sy karomah dgn sihir perbedaanya itu sangat tipis mirip namun tak serupa sy tkt orang2 spt sy yg awam dgn mslh itu berpendpt bahwa sihir itu adalah karomah sedangkan karomah itu d berikan kepd hambanya yg diinginkan Allah tetapi sihir itu dgn belajar dan melakukan ritual tertentu mhn bimbingannya dan arahannya sy mhn maaf yg sebesar2nya agar sy tdk slh dlm menjalankan tuntunan Rasul yg murni dan seperti Allah kehendaki spt dlm al quran . Amiin. Trimakasih

  19. Ass..ana bgtu sng dengar aromah para habaib dan aulia,mohon dicantuman jg ttg wali dan aromahnya

  20. Apa pendapat anda bila seseorang sowan kpd seorang kyai kemudian meminta karomah kpdnya,apakah boleh yg demikian,lalu apa hukumnya…..?
    syukron……..

  21. Alloh SWT akan memberikan apa yang kita niatkan.jika beribadah niatnya ingin dapat rejeki maka akan di berika rejeki.
    Oleh krn itu Niatkan semua Karena Alloh SWT,BUKAN YANG LAIN.

    wassalam

  22. MAs adam ,sesuai firman Alloh SWT ” JADIKANLAH SABAR DAN SHOLAT SEBAGAI PENOLONGMU “DALAM ARTI YANG LUAS YA….dan Berserahlah kepada Alloh SWT karena semua dariNya,
    Maka Beban akan tersa ringan….

    Wassalam…

  23. Mas Imam,
    Mintalah semua kepada Alloh SWT karna Alloh yang mempunyai segalanya….
    Jika Sowan ke Kyai niatkan saja silaturahmi,
    (Kwatir syirik aja ,he..he..he,,)

  24. alhamdulillahhhh…msh ada yang dkt terhadap para ulama.

  25. ibnu arabi katanya kafir bro? ngaku2 Allah?

  26. bani muslimin

    Saya gak pernah bernafsu/berniat beribadah supaya mencapai derajad wali. Saya hanya bertugas menjalankan kewajiban saya sebagai umat Rasulullah. Pun saya tidak peduli dengan karomah, yang penting saya bisa bantu sesama umat Rasulullah. Cukup bagi saya untuk lebih bersyukur pada_Nya

  27. kepada bali muslimin,
    saya pernah menanyakan kepada guru mursyid yang saya akui telah mencapai derajat al Ghoust,
    dan inti jawabannya sama :
    beliu bercerita, suatu ketika beliau bertanya kepada Nabiyullah Khidir mengenai ibadah yang paling Allah sukai,jawab nabiyullah Khidir, beribaha seperti aliran air.

  28. Salam kenal Cinta dan penghambaan inilah jembatan silaturakhim Nas , Untuk itu aku senang berjumpa dengan blog anda selamat berjuang dengan kedamaian dan ilmu, sabar dan suri tauladanlah Islam akan dikenang dan jaya dibumi ini seperti akhlakul karimah Rosul, Sehingga Islam mendunia. Tolong Sampaikan Pada Umat Islam, Islam Akan Jaya Bukan karena Keras tapi karena Kasih sayang. berkunjunglah ke blog aku dan komentari trim.

  29. Salam Tadzim,

    Saya berjumpa dengan seseorang, Kakah, begitulah ku sapa dirinya…

    “…sejak usia 20 tahunan ia telah meninggalkan dunia ramai, usia yang cukup muda pada zamannya. 43 tahun lebih ia berpuasa, dalam setahun hanya di hari tasyrik saja ia tak berpuasa. Selain sholat 5 waktu yang wajib, tiap hari ia melakukan seluruh sholat sunnah, sunnah-sunnah nawafil, tanpa kealpaan. Begitulah Kakah dalam kesendiriannya bermunajat mengejar CintaNya”.

    Kini usianya telah mencapai 69 tahun. Tak ada keinginan insaniyah kecuali terus riyadhoh, bermunajat menanti jawaban yang dijanjikanNya.

    Kini beliau sedang riyadhoh di Gunung Halimun Sukabumi…

    Jika saya diperkenankan bertanya ke Antum, “Kakah” termasuk dalam kategori apa?

    Sufikah, Walikah, Ulamakah atau apa?

    Mohon dengan keridhoannya Antum dapat menjawab pertanyaan bodoh saya ini…

    Wassalam,
    -al faqir
    http://www.facebook.com/photo.php?pid=146136&id=100000582156547

    http://revolusiana.blogspot.com/2010/05/blog-post.html

    .

    • ass sobatku.. sy cm mo ngsh pndpt unek2 hati sy aja.emank benar kjd’an prbtn sareat sprt itu ciri2 org yg dimulyakan ALLOH.dan sprt kjd’an prilaku sayidina muhammad.tp hanya satu pmbktn saja yg mnnjkn bhw dia bnr2 kekasih ALLOH.yaitu dia bs menguraikan siapa ALLOH sbnr’nya.kalau dia msh brtntngan dg aqidah(tauhid)yg dijlskn oleh ayat qur’an(laisa kamislihi sai..)dan dia msh mnymkn makhluk dg kholik.itu yg prl diprtnykn.. krn rosululloh mnympkn bkn ilmu sareat saja.tp sareat,torikot dan hakekat.itu sj yg bs sy curahkan unek2 hati sy. lebih dan kkrngn’y mhn maaf.mksh. ass.. by.sobat muslimin-muslimat seindonesia

  30. Alhamdulillah,banyak masukan dan ilmu yang bisa diperoleh.

  31. lumayan

  32. gak bisa ngomong>>>>…tapi biarlah hati saya aja yg tw.Innahu A’limun bidzatisuduur

  33. Apakah para wali itu ada yang wanita ? saya mohon dengan sangat penjelasan lebih lanjut..

    ada kang, seperti Robiah al adawiyah

  34. Sy jangan dipanggil kang dong…sy kan wanita, mohon penjelasannya bagaimana ciri-cirinya…dan termasuk apa..

    oh iya maaf ya mba….Waliyulloh itu hamba Alloh pilihan baik perempuan maupun wanita , Robiah al adawi adalah termasuk sosok wanita waliyulloh yang termashur dengan konsep Mahabbah ( Cinta ) Kepada Alloh , kalau mba fietri tertarik bisa membaca biografi Rabiah Al adawi atau bisa coba searching di google.

  35. Sy sudah membacanya..apakah anda sedang mempelajari tasawuf juga…

    Saya tidak pernah belajar khusus tentang tashawuf,
    mungkin mba fitri bisa lhat disini
    http://sachrony.wordpress.com/2009/03/14/tasawuf-dulu-dan-sekarang-sebuah-kebutuhan-spritual/

  36. Mas, komentar di tasawuf dulu dan sekrg

  37. salam aja buat smua

  38. Assalamu’alaikum wr wb

    Pada pengin jadi wali ya, Alhamdlulillah, hati-hati ya jangan syirik kalau Allah menghendaki pastilah kepada siapapun bisa terjadi.

    Nggak boleh Syirik, nggak usah mikir kapan kira-kira bisa jadi wali pokoknya ibadahnya saja nggak usah sekuat tenaga, tapi tidak lelah terus memperbaiki diri dan berbuat sebaik yang diketahui dan mampu, wallohu’alam Bissawab.

    Wassalamu’alaikum wr wb

  39. he he..
    na’am ya khoer.
    sy ikut antm..
    benar apa yg dikatakan antm.orang jadi wali itu,bukan seperti halnya kita jadi pejabat yg hrs dipilih orang2.tetapi,wali itu langsung yang memilih alloh swt.dan pemilihan wali oleh alloh itu bukan karena dia sholat,puasa,menjaga hati kita/perasaan org lain saja.malainkan tidak jauh seperti halnya seseorang laki2 mencintai seseorang perempuan atau sebaliknya.walaupun dia jelek,badung,dsb.dia tetep mencintainya dan menyayanginya.karena yang dipandang oleh dia trsbt itu bukan secara dhohiriyahnya saja.malainkan dia itu melihat dari hatinya org trsbt saja.
    jadi waliyalloh itu merata disegala golongan,baik dari pihak laki2 maupun perempuan.dan waliyalloh itu bukan hanya ada digolongan ulama&habaib saja.tetapi juga disegala golongan apa saja seperti:golongan pejabat,pengemis,pengamen,musisi,artis,petani,dsb.
    jadi kesimpulanya,orang yang jadi walinya alloh itu.orang yang kenal dg alloh&rosululloh.dg sebenar2nya dia mengenalinya dan bisa melakukan apa saja yg diperintahkan oleh alloh swt.
    jadi silahkan antm daftarkan diri menjadi waliyalloh.dg cara antm2 ini mengenal alloh&rosululloh.dg cara belajar tauhid yaitu sifat yang wajib,mustahil,dan jaiz bagi alloh&rosululloh dg benar. dg cara itulah antm akan kenal dan mengenalinya.dan bisa beribadah karena alloh dg sebenar2nya.yg hanya itulah antm cuma takutnya sama alloh saja.yg tidak ada unsur ibadah karena pengin dipuji org atau diperintah org.malainkan kita sadar,ikhlas dan ridho dalam kita menjalankan ibadah trsbt.
    ingat pepatah bilang.TAK KENAL MAKA TAK SAYANG.jadi kalo kita mau disayang dan dicintai.maka antm2 jg hrs berusaha untuk mengenalinya.ok sobat.
    mdh2an kita ini trmsk org2 yg akan dipilih langsung oleh alloh menjadi walinya alloh.amiin ya robbal alamiin..

  40. hanya sekedar pertanyaan tentang tauhid saja.
    kira2 ada yang bisa jawab ga??
    pertanyaannya kaya gini.
    #apakah yang dimaksud dg wajib,mustahil dan jaiz?
    #jikalau rosululloh itu maksiat atau korengan yang menjijikan alias cacad/kekurangan itu hukumnya apa? apa wajib,mustahil,atau jaiz? seandainya/misalnya jaiz aja,gimana alasanya pendapat antm??
    *pakai dalil akli dan kalau bisa ditambah dalil nakli nya*
    jwb ya.. makasih

  41. Segala puji bagi Tuhan yang telah mengirim baginda muhammad, guru agung, yang kamil mukamil, apa yang terjadi pada diri rosul tidak ada kata jikalau karena kehadiran beliu telah terjadi, beliu adalah manusia yang juga mengalami kejadian-kejadian layaknya manusia, namun semua kejadian itu tentunya tidak mengurangi derajat kenabian ( mustahil cacat yang sifatnya menghinakan), namun nabi pernah mengalami yang smua itu tidak mengurangi derajat kenabian seperti gigi beliu tanggal pd perang uhud, beliu disihir agar beliu memberikan contoh bagaimana cara menghadapi sihir ( asbabun nuzul surat muawidzatain , ini dikehendaki Alloh untuk menjadi uswah, meskipun sebenarnya jasad nabi sendiri sudah lebih daripada benteng diatas benteng yang paling kuat, jasad beliu adalah makhluk yang paling sempurna sehingga beliu bisa naik mi’roj ke langit tanpa terbakar) dll.

  42. Allah humma sholli ala muahammad…

  43. menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangan Nya. jadikan baginda rosul sebagai suri tauladan bagi seluruh umat manusia.

  44. SUBHAANALLOH WALHAMDULILLAA WALAAILAAHAILLALLOH WALLOOHU AKBAR LAAHAULA WALAAQUWWATA ILLA BILLAH ASTAGHFIRULLOHAL ADZIM. BEGITU KATA KAKEK SAYA MBAH KHUSEIN BILANG WIRIDANYA SEORANG WALI TIADA HENTINYA BAIK DALAM KEADAAN TIDUR ATAU TERJAGA, ZIKIR DALAM ALAM HATI DAN ZIKIR MELALUI ALAM FIKIRAN SERTA ALAM PANCA INDRA SEMUA TERTUJU KE ROB.TAPI SAYANG KAKEK SAYA KEBURU MENINGGAL DAN SY MASIH KECIL SEKALI SAAT ITU. SY YAKIN YANG MEMBUKA LAMAN INI SEMUA KEPINGIN JADI CALON WALIYULLOH.SEMOGA ALLOH SWT MENTAKDIRKAN KITA SEMUA JADI KEKASIH NYA DENGAN TIDAK MENINGGALKAN PROFESI KITA MASING-MASING

  45. AULIA ALLOH LA KHOUFUN NGALAIHIM WA LAHUM YAHZANUN AULIA-nya ADA BERTINGKAT-TINGKAT BADAL BERKAH.

  46. kalau bbicara wali jangan berdebat pada pendapatnya silahkan atadaburi saja Al-Qur’an (farudu Illalloh) alloh akan ,menjelaskan disana

  47. assalaamu alaikum wr wb..

    salam kenal untuk semua…
    apakah wali identik dg karomah?karena sudah jadi rahasia umum,setiap orang yg memiliki kelebihan yg tdk dimiliki kebanyakan orang, dg kata lain merusak pengadatan, orang menyebutnya wali.padahal perkara yg nulayani adat itu bisa diraih oleh siapapun.
    mohon pencerahan..! trmksih!!

    wassalaam…

  48. Assalamu’alaikum wrwb
    saya ingin bertanya, apakah mempunyai khodam merupakan karomah yang diberikan Allah SWT, padahal kita tidak memintanya.

  49. Assalamu’alaikum wrwb
    saya ingin bertanya, apakah mempunyai khodam merupakan karomah yang diberikan Allah SWT, padahal kita tidak memintanya.
    ciri – ciri orang yang diberi kharomah seperti apa ya?
    mohon penjelasannya. terima kasih.
    wassallam

  50. assalamualaikum wr wb

  51. asss ane punya ilmu sefi byu itu ilmu siaapppaaa ane jga ngrasa bdan ane ada aliran setrummm ny

  52. m hadi wijaya ch,sh

    siapa yang pingin ketemu waliyulloh asli…hayooo….nah jika ketemu tanyalah sesukamu mengenai rahasia langit bumi ilmu pengetahuan sak karepmu sampai kamu yakin bahwa dia waliyulloh dan hikmahnya kamu makin rajin sholat gak bolong2, cari di http://www.waliyulloh.com kalau di internet kalau di alam nyata namanya syehfattah at Tuchi di pojokan kota Kairo Negara Mesir. orangnya nyentrik pakai jas dan dasi mirip pengusaha cangkrukanya di warung pojok selepas mengajar mahasiswanya, jika pingin ketemu bacakan fatechah 1000 x untuk beliau, Insya Alloh Ia akan menemuimu….Wallohua’lam

  53. mlm ni q ge nunggu seorg waliyulloh di RS WIDODO ngawi

  54. jika ingin lbh byk tahu dunia pwalian. carilah yg bnma Imam Rohmat di beran ngawi. smga Alloh mberi hidayah pd kta smua. amin

  55. mutiara.udin@yahoo.com;
    saya mau tanya,
    apakah nabi punya karomah,,,??

  56. Subhanallah, akan tetapi saya ada pertanyaan. Apakah yang dimaksud tingkat kewalian di atas adalah tingkat untuk menunjukan keutamaan, seperti istilah ranking di sekolah yang menunjukan kwalitas murid, atau seperti pangkat dalam kepolisian, dengan wali quthub sebagai jendralnya? Sehingga wali quthub adalah wali yang berkuasa atas wali-wali lain.Atau hanya istilah yang di berikan berdasarkan tugasnya saja? Bagai mana dengan karomah, apakah karomah di tentukan oleh tingkatan kewalian, semakin tinggi tingkat kewaliannya, maka semakin banyak karomah yang di milikinya. satu lagi, bagai mana cara kita orang awam membedakan antara karomah dan KESAKTIAN? Contohnya karomah berjalan di atas air, dan ilmu yang di kuasai prabi siliwangi yg jelas bukan islam tetapi juga sanggup berjalan di atas air? Terimakasih. Wassalam

  57. Untuk pertanyaan apakah nabi memiliki karomah.. Istilah karomah d berikan kepada manusia di maqom yang tinggu selain nabi, sedangkan untuk nabi dan rasul namanya bukan karomah tapi mukjizat. Untuk yang mengatakan inbu arabi kafir, itu salah… Dia berkata dia tuhan bukan d taraf ketika firaun mengakut tuhan tanpa ilmu apapun, sedangkan beliau dan semua wali, mereka sudah sampai pada maqom dimana mereka benar2 pahan dan sirnah melebur bersama allah, sehingga setiap ucapan mereka bukan lagi ucapan orang yang berada d alam kecancuran, melainkan di alam makrifat, jadi mereka benar2 merasa sirnah, yang tersisa hanyalah Allah. Maka mereka berkata mereka tuhan. Bukan berarti menuhankan diri seperti firaun. Jika ingin lebih faham akan itu, bisa mempelajari tasawuf dimana ilmu di bagi 4 yaitu syariat, tariqat, hakikat, dan makrifat. Sementara wali berada pada tingkat makrifat..

  58. Bagaimana denga 4 sahabat nabi yg zuhud dan rekenal tegas dalam membela ajaran Allah. Apakah mereka seorang wali? Kalau mereka wali, maka di tingkat manakah kewalian mereka?

  59. setelah membaca keterangan tentang waliyulloh di atas, saya berkesimpulan bahwa Gus Dur itu mungkin golongan wali hawariyun,soalnya zamanya Gus Dur saat belum jadi Presiden sampai jadi Presiden komentar2nya selalu membela saja kepada orang2 yang teraniaya baik tampil di TV atau di Media massa, mangkanya setelah beliau wafat terlihat karomahnya, pengunjung makamnya tiap hari jumlahnya 3000 orang apalagi hari kamis malam dan sabtu minggu,peziarahnya mencapai 10.000 orang, pertanyaanya siapa sekarang yang sifat dan taqwanya spt gus dur?

  60. Tolong! untuk penjelasan tentang Waliyulloh, referensinya dari Hadits dan Alquran saja,,,,,
    terima kasih

  61. menjadi benteng buat pribadi

  62. alhamdulilah…

  63. Alloh memberikan mu,jizat kepada nabi untuk membekali mereka melawan kaum kuffar dan sebagai bukti risalah tauhid yg mereka bawa,sedangkan karomah adalah hal luar biasa yg terjadi kpd hamba yg sholih (yg dekat kepada Alloh) jangan terlalu dibesar2kan karena itu memang pemberian dari Allloh APALAGI PAKE MENGUSAHAKAN KITA UMAT ROSUL CUKUP BERIBADAH SESUAI DENGAN SYARIAT dan ittiba kpd rosul kalau kita perhatikan ahli ilmu dari dahulu dari zaman sahabat tabiin ,imam yang empat sampai pada penulis hadis mereka semua adalh ahli ilmu yg telah diakui keilmuan nya kita belum /tidak dapatiriwayat mereka menyebutkan ttg derajat wali dan menganjurkan utk mengusahakan derajat kewalian apalagi dg zikir zikir yg tidak syar,i mereka taffakuh dg ilmu dan menulis buku “”” ‘katakanlah jika kamu mencintai Alloh ikutilah aku ,niscaya Alloh akan mencintaimu dan mengampuni dosa dosamu.”””

  64. aslmu alaikum
    sy ber tergma ksi atas ilmu2ny mud2hn bisa mengml kan ny.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s