JALIN SILAHTURAHIM……

KH.MOENAWIR (AHLI QURAN PENDIRI PON-PES KRAPYAK JOGJAKARTA)

13 Maret 2008 · & Komentar

Siapa yang tak kenal dengan pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh kh Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok Kh Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an)

Para Ulama peserta Mukta’mar Di Pon-pes Munawir Krapyak Jogja 

peserta muktamar NU DI PONPES MUNAWIR KRAPYAK JOGJAKARTA

Sejak usia 10 tahun Kh Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan alquran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (Kh.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh Kh Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya Kh Kholil menjadi Mak’mum.

Tahun 1888 Kh Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Alquran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga Kh Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Addimyati .

KhMoenawir Mampu menghatamkan Alquran hanya dalam Satu rakaat sholat, dan sebagai orang awan mungkin itu Mustahil dilakukan tapi bagi Kh Moenawir itu mampu . Bahkan Kh Moenawir dalam menjaga hapalannya beliau melakukan Riyadhoh dengan membaca alquran secara terus menerus selama 40 hari 40 malam sampai terlihat oleh beberapa murid nya Mulut Kh Moenawir terluka dan mengeluarkan darah.

Kedisiplinan Kh.Moenawir dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya sangat ketat bahkan pernah muridnya membaca Fatiha samapi dua tahun diulang-ulang karena menurut Kh Moenawir belum Tepat bacaannya baik dari segi makhrajnya maupun tajwidnya, maka tak heran bila murid murid beliau menjadi Ulama-ulama yang Hufadz ( hapal quran) dan mendirikan Pesantren Tahfizul quran seperti Pon-pes Yanbu’ul Qur’an kudus (Kh.Arwani Amin) , Pesantren Al Muayyad solo ( KH Ahmad Umar) dll.

Peristiwa menarik pernah dialami oleh murid KH Moenawir, sewaktu beliau disuruh oleh istri Mbah Moenawir untuk meminta sejumlah uang kepada Mbah Moenawir yang akan digunakan sebagai keperluan belanja sehari hari, Kh moenawir selalu merogoh sejadahnya dan diserahkan uang tersebut kepada Muridnya, padahal selama ini muruid-muridnya hanya tahu bahwa sepanjang waktu mba moenawir hanya duduk saja di serambi masjid sambil mengajar alquran.

Kh.Moenawir wafat sekitar tahun 1942 dan dimakamkan di sekitar Pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta( bersambung)

Kategori: MANAKIB
Ditandai:

9 tanggapan so far ↓

  • AIS // 18 Maret 2008 pada 05:05 | Balas

    Akan lebih baik dan kelihatan berbobot jika penulis juga menampilkan sumber tulisan. Sebab sepertinya saya pernah lihat tulisan tentang Kiai Moenawwir di sebuah media, nyaris mirip malah…

  • santoso // 10 April 2008 pada 04:25 | Balas

    assalammualaikum wr wb
    saya sedang mencari buku kitab manakib.
    yang menurut informasi dari teman, kitab tersebut hanya berada di luar jakarta (daerah jawa).
    bisakah saya mendapatkan informasi kitabtersebut dan dimana saya bisa mendapatkannya? mohon bantuannya. sebelum & sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
    wassalam

    <em>WAALAIKUMUSSALAM…SALAM KENAL BUAT MAS SANTOSO?
    MENGENAI KITAB MANAQIB ITU BANYAK ? YANG DIMAKSUD MANAQIB SIAPA ?

  • santoso // 11 April 2008 pada 04:08 | Balas

    Allhamdulillah, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.
    mengenai kitab manaqib tersebut adalah kitab manaqib Syeh Abdul Qodir Jaelani

    Terima kasih atas balasannya.

    Saya pernah ke toko Gramedia disana banyak sekali Tentang Manaqib Syeck Abdul qodir jaelani..baik berupa manqib maupun isi dari ajaran-ajaran beliau, Dan saya hanya baca beberapa saja , isinya bagus sekali..

  • santoso // 11 April 2008 pada 04:15 | Balas

    Nb: kalau tidak salah hurufnya,
    huruf al-quran dan dibawahnya arab jawa

  • santoso // 11 April 2008 pada 06:15 | Balas

    Gramedia mana? (di jakarta atau di dareah jawa)
    masalahnya teman dan tetangga sudah mencari di tempat2 seperti kwitang (jakarta) & toko2 buku lainnya

    mas Santoso ada di jawa ? di gramadia Jakarta ( Ciputra mall atau Daan mogoy mall) itu banyak sekali karya-karya Syeck abdul qodir jaelani berikut manaqibnya yng telah di terjemahkan

  • M SALIM NA // 17 Juli 2008 pada 20:08 | Balas

    BENARKAH KH ABDULLOH KANGGOTAN SALAH SATU DARI GURU NGAJI KH MUNAWWIR KRAPYAK? TRIM.

  • farichah // 27 Juli 2008 pada 13:39 | Balas

    tolong gambar beliau lebih diperbanyak n jelas! biar lbh deket…. gt

  • Belum bisa ngaji? « surauinyiak // 5 September 2008 pada 02:34 | Balas

    [...] metode Iqro’ digagas dari kota ini, yakni di Kotagede dan metode Qiro’ati berpusat di Pesantren Krapyak, membuat kondisi ini semestinya tidak harus [...]

  • H. Zainal Arifin.jkt // 22 September 2008 pada 18:36 | Balas

    banyak dari alumni angkatan muda yang ga ngerti siapa mbah munawwir tolong siapa saja murid-murid beliau yang ada di jakarta

Tinggalkan sebuah Komentar