JALIN SILAHTURAHIM……

Entries categorized as ‘ARTIKEL’

KITAB TA’LIMUL MUTA’ALLIM PEGANGAN UNTUK PARA PENUNTUT ILMU

5 Juni 2009 · & Komentar

Sudah lama juga saya tidak menulis, belum lama ini saya mengikuti DIKLAT ( pendidikan dan latihan) di Rawa Kuning Cakung  hampir 14 hari lamanya dan saya harus tinggal disana tidak boleh pulang kerumah . Hal ini mengingatkan saya dengan kehidupan di Pondok Pesantren yang semuanya serba Mandiri. Dari pagi hingga malam disuguhi materi materi yang berkaitan dengan DIKLAT begitupun di Pesantren Santri wajib mengikuti Ta’lim dan kegiatan Rohani lainnya yang diadakan dilingkungan pesantren.Pesantren merupakan lembaga pendidikan sebagai kader kader penerus perjuangan para ulama  . Saya kadang berpikir banyak orang-orang yang bertahun tahun menuntut ilmu di Pesantren , ketika kembali ke komunitasnya di kampung halamannya  orang tidak menyebutnya Ulama atau Kyiai , Ada juga orang  yang hanya sebentar menuntut Ilmu di Pesantren orang sudah menyebutnya Kyiai , bahkan orang yang kaya yang melakukan Ibadah Haji berulang -ulang  orang sudah menyebutnya Kyiai padahal orang tersebut tidak tahu sama sekali tentang ilmu agama . Di Jawa Timur ada seorang ulama yang bernama Muallim Santoso ( almarhum) sewaktu beliau  di Pesantren hanya menjadi petugas kebersihan dan melayani gurunya saja , setiap pagi membersihkan lingkungan pesantren dan kamar mandinya  para santri namun karena keistiqomahannya dan bakti kepada gurunya beliau menjadi seorang ulama yang sangat A’lim dan Ahli ilmu Falak. Muallim .Santoso mendapat keberkahan dan ridho’ dari gurunya sehingga Alloh swt menganugrahkan padanya “Ilmu Ladunni” ( ilmu yang didapat dari Alloh tanpa belajar ). Menurut Habib Abdul Qodir bil Faqih “Ahli ilmu banyak, Ahli Berkah itu sedikit dan yang punya keduanya ( ahli ilmu dan berkah ) itu lebih sedikit”.  Orang- Orang Ahli ilmu ( ulama ) itu banyak  dan bisa mencetak santri-santrinya menjadi kader – kader ulama namun Ulama yang bisa memberikan keberkahan kepada santrinya itu sangat sedikit, ketika semua santri terlelap dengan tidurnya sang guru bermunajat kepada Alloh di do’akan satu persatu santri santrinya agar mereka memperoleh ilmu yang bermanfaat inilah yang di namakan sebagai ulama “Ahli berkah” .

Pesantren berbeda dengan lembaga pendidikan lain yang bukan pesantren. Produknya berbeda  ciri khas yang menonjol dipesantren adalah kesederhanaan , sederhana tempatnya, sederhana kehidupan santrinya  tujuannya tidak muluk- muluk cukup sederhana yaitu mencetak manusia yang baik. Baik segala galanya termasuk ilmu dan penggunaannya , biar kemanfaatannya benar benar baik , oleh karena itu pesantren membekali santrinya dengan nilai dasar kebaikan yaitu “keihklasan”. Semangat keihklasan membuat orang  semakin mempertebal keyakinan , optimis dan semakin maju. dan yang terpenting adalah rasa Ta’zhim terhadap guru dan ilmu agar memperoleh ilmu yang bermamfaat. Lalu apa apa yang disebut “ilmu yang bermamfaat” dan bagaimana ciri-cirinya ?

Imam Ghazali menyebutkan bahwa Ilmu yang bermamfaat adalah ilmu yang dapat membawa rasa takut kita kepada Alloh SWT dan menumbuhkan Rasa Cinta/Mahabbah kepada Alloh. Berapa banyak orang yang berilmu namun tidak membawa manfaat baik kepada dirinya maupun kepada manusia lainnya. Berilmu tapi makin jauh dari Alloh , gemar melakukan maksiat, sombong dengan ilmunya,Ambisi terhadap kehidupan dunia, senang berdebat kepada orang-orang bodoh, sombong terhadap ulama dan menganggap ulama ulama terdahulu ( salaf ) bodoh dan ahli Bid’ah, merasa paling benar sendiri dan dirinya suci.

Sedangkan tanda tanda dari ilmu yang bermanfaat diantaranya adalah:

- Mengamalkan Ilmu yang dimiliki dengan Hati yang ikhlas, karena ilmu membutuhkan kepada amal, amal membutuhkan kepada keikhlasan, dan keikhlasan membutuhkan kepada hati yang bersih .

- Tawadhu’ dengan ilmu yang dimiliki

- Tidak berambisi terhadap Gemerlap dunia pangkat, kedudukan , kehormatan dll

- Memuliakan para ulama

- Selalu haus akan ilmu Alloh  yang maha Luas , sehingga terpanggil dirinya untuk selalu belajar

Untuk itu sebagai seorang penuntut ilmu baik itu di pesantren maupun di Majlis majlis ilmu selayaknya memuliakan guru kita dan hal hal yang berkaitan dengan ilmu agar kita memperoleh ilmu yang bermamfaat , niatkan dalam hati ketika kaki melangkah menuju Majlis ilmu semata mata menghilangkan kebodohan kita dan mencari Ridho Alloh swt. Dan sebagai buku acuan untuk para penuntut ilmu ada baiknya membaca kitab Ta’limul Muta’allim karya Syech Az zarnujiy yang sekarang telah di terjemahkan oleh DRs Ali As’ad yang berjudul “BIMBINGAN BAGI PENUNTUT ILMU” dalam kitab tersebut memuat Adad adab seorang Penuntut ilmu dan cara menggapai ilmu ilmu yang bermamfaat. Karena banyak saat ini para penuntut ilmu yang tekun di pesantren dan majlis ta’lim tidak bisa memetik kemanfaatan dan buahnya yaitu mengamalkan dan mensyiarkannya , lantaran mereka salah jalan dan meninggalkan persyaratan keharusannya , karena setiap yang salah jalan itu akan tersesat dan gagal tujuannya baik kecil maupun besar.

Kategori: ARTIKEL

TASAWUF DULU DAN SEKARANG ( SEBUAH KEBUTUHAN SPRITUAL)

14 Maret 2009 · & Komentar

Suatu hari seorang Pengunjung “jalinsilahturahim” bertanya kepada saya Tentang Tasawuf, “apa  inti dari ajaran Tasawuf??Bolehkah kita belajar Tasawuf?? dan Dia mengajak saya untuk belajar bersama tentang Tasawuf. Saya sendiri bingung harus menjawab yang mana dulu. Karena selama ini saya tidak pernah belajar khusus tentang Tasawuf dan saya sendiri kurang setuju kalau Tasawuf diartikan sebagai suatu ajaran , ilmu atau ideologi karena Menurut saya Tasawuf adalah merupakan akhir sebuah perjalanan dari intelektual kita , ketika kita terbentur dan mencapai klimaks tentang apa -apa yang kita coba pikirkan tentang ciptaan Alloh tentang Hakikat Alloh dan lain sebagainya dan intelektual serta akal kita sudah tidak bisa mencapainya lagi maka semua akan kembali kepada sang Khalik pencipta alam ini maka disitulah kita menemukan Tasawuf. Inti dari Tasawuf itu sendiri  adalah membersihkan hati kita dari perilaku akhlak tercela dan  tasawuf juga  bertujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan. Sehingga orang-orang merasa di hadiratnya. Caranya adalah dengan kontemplasi, melepasakan diri dari jeratan kehidupan duniawi yang bersifat sementara dan selalu berubah.

Dengan kata lain, dalam  tasawuf, yang perlu ditekankan adalah bagaimana seseorang bisa mengarahkan dirinya dari cinta terhadap dunia secara berlebihan menjadi cinta terhadap Allah. Mengarahkan hati untuk tetap ingat kepada-Nya, mengasah jiwa supaya tetap tunduk di bawah kekuasaan-Nya, serta membimbing akal pada garis-garis kebenaran.

Sejarah munculnya Tasawuf

Beberapa kalangan menolak  Tasawuf tersebut dengan alasan bahwa  Tasawuf tidak di kenal pada masa Rosululloh saw dan sahabat. Jelas saja pada masa Nabi ajaran tasawuf tidak ada karena kondisi masyarakat dan perilaku ahlak umat sangat stabil pada waktu itu. Nabi memegang Otoritas penuh terhadap kondisi masyarakat waktu itu. Setelah wafatnya Rosululloh dan Sahabat, kekuasaan Islam semakin meluas ,ketika kehidupan ekonomi sosial makin mapan dan makmur  mulailah orang-orang lalai pada sisi ruhani. Budaya hedonisme pun menjadi fenomena umum, hidup  berfoya-foya, gemar mengumpulkan harta maka sekitar abad 2 H timbullah gerakan yang bertujuan untuk mengingatkan hakikat  tujuan hidup manusia di dunia yang di pelopori oleh  Imam Abu Hasyim Ass shufi  yang wafat tahun 150 H dan dijuluki  Asshufi ( Sufi) . Abu Hasyim Asshufi yang melakukan protes dengan pola kehidupan yang bermewah mewah dan berfoya foya dengan melakukan Zuhud (meninggalkan segala kenikmatan duniawi dan berpola hidup sederhana).  Apa yang dilakukan oleh Imam Abu hasyim mendapat simpati dari masyarakat maka berkembanglah ajaran – ajaran Tasawuf dan pola hidup tasawuf. Kata Sufi telah menjadi sebutan umum bagi kelompok ini . Penafsiran yang paling masuk akal adalah bahwa Sufi serupa dengan Laqob ( gelar ). Ada yang mengatakan bahwa Sufi diambil dari kata Souf ( bulu)  jadi Tasawuf digunakan dengan artian “memakai kain Bulu” Namun kaum Sufi tidak selalu mencirikan dirinya dengan memakai kain dari  bulu. Ada lagi mengatakan kata Sufi berhubungan dengan Shuffah ( serambi masjid rosululloh saw)  . Pendapat lain mengatakan kata sufi berasal dari kata “shafa” yang berarti kemurnian.

Tasawuf dalam Islam lahir dari kehidupan yang bersifat batiniah. Tujuan tasawuf adalah mencapai kesadaran murni dan menyeluruh. Manusia yang terdiri dari tubuh, pikiran dan jiwa masing-masing perlu diutuhkan kembali  sesuai dengan tingkatannya sendiri. Tasawuf juga berusaha mengutuhkan berbagai ilmu yang berkembang ke dalam perspektif dengan tepat. Peranan jalan kerohanian (thariqat) dalam pengukuhan manusia adalah sesuatu yang  hakiki, karena hanya melalui kehadiran Tuhan dan barakah yang terkandung di dalamnya yang telah ditunjukkan ke dalam al Quran semua unsur yang tercerai berai dalam diri manusia dapat dipadukan kembali. Menurut Imam Gozali bahwa mendalami dunia tasawuf sangat penting sekali karena selain Rosululloh tidak ada satupun manusia yang bisa lepas dari penyakit Hati seperti Riya, Dengki , Hasud , Ghibah, Namimah dan Taswuflah yang bisa mengobati penyakit hati tersebut  didalam tasawuf ada tiga hal yang mendasar yang sangat di anjukan Oleh alloh SWt di dalam alquran antara lain berbicara tentang kemungkinan manusia dapat saling mencintai (mahabbah) dengan Tuhannya (QS. Al-Maidah, 5: 54); perintah agar manusia senantiasa bertaubah, membersihkan diri memohon ampunan kepada Allah (QS. Tahrim, 8), petunjuk bahwa manusia akan senantiasa bertemu dengan Allah dimanapun ia berada (QS. Al-Baqarah, 2: 110), Tuhan memberikan cahaya kepada orang yang dikehendakinya (QS. An Nuur, 35), al-Qur’an mengingatkan agar manusia tidak diperbudak oleh kehidupan dunia dan harta benda (QS. Al-Hadid, Al-Fathir, 5), serta senantiasa bersikap sabar dalam menjalani pendekatan diri kepada Allah SWT (QS. Ali Imran, 3).

Imam Gozali berpandangan bahwa Tasawuf berkonsentrasi pada 3 hal :

1. Selalu melakukan kontrol diri ( Muqorobah  dan Muhasabah )

2.Selalu  berdzikir dan mengingat Alloh SWT

3. Selalu menamkan sifat Zuhud, Mahabbah ( cinta ) , jujur, Sabar, Syukur , Tawakal, dermawan dan ikhlas

Dalam dunia tasawuf juga mengenal berbagai Thoriqat ( tarekat)  sebagai wadah dan aplikasi dari aliran yang berkembang. Pada mulanya Thorikat berkembang di Khurasan  iran  lalu merebak keberbagai penjru dunia termasuk di Indonesia diantaranya

- Thorikat Qodariyyah di nisbatkan kepada Syech Abdul qodir Jilani

-Thorikat  Rifaiyyah di nisbatkan kepada  Ahmad Rifa’i

-Thorikat Tijaniyah di nisbatkan kepada Ahmad At tijani

- Thorikat Naqsabandiyyah yang di nisbatkan kepada Bahaudin al naqsabandi  Dan lain lain

Gejala kebangkitan Tasawuf terutama di negara barat merupakan suatu yang Fenomenal, Negara Barat yang merupakan negara demokrasi liberal bahkan cendrung sekuler telah membebaskan rakyatnya untuk memilih sendiri agama dan keyakinannya. Kehidupan yang sangat liberar dan sekuler membuat sebagian dari masyarakat barat dari kaum intelektual  menghadapi titik jenuh apalagi mereka harus menelan bulat-bulat Doktrin-Doktrin gereja tanpa mereka berusaha untuk mencari sesuatu kebenaran yang hakiki. Peristiwa 11 november 2001 yang menghancurkan gedung WTC, Serangan tersebut di kutuk oleh bangsa se dunia bahkan umat Islampun mengutuk kejadian tersebut. Namun peristiwa fenomenal tersebut membawa rasa penasaran warga eropa untuk mengenal ajaran Islam yang sesunguhnya . Ketertarikan mereka terhadap ajaran Islam ini dibuktikan dengan banyaknya warga eropa yang memeluk agama Islam . Gereja katholik yang berpusat vatican Roma pun sempat membuat pertemuan internasional yang temanya mengangkat  tentang banyaknya warga kristen yang berpindah memeluk agama Islam dan perkembangan agama islam yang begitu pesat di eropa. data menyebutkan saat ini ada hampir 1.5 milyar penduduk dunia yang menganut agama Islam. Perkembangan Islam di eropa sungguh fantastic hampir mencapai 30 – 40 ribu pertahun yang memeluk agama Islam. Ilmuwan dan intelektual barat gencar mempelajari Tasawuf yang dinegara barat di kenal dengan “SUFISM” ( Sufisme) dan Islamic Misticism ( tasawuf)  ajaran ini gemari sebagai kegairahan baru  dalam hidup beragama terlebih sebagai relaksasi spritual  dari kejenuhan dan kegersangan Doktrin gereja yang terlalu Formalitas yang bila tidak disadari dan di cintai akan menimbulkan kejenuhan nuansa Spritual. Orang – orang yang merasa hidup di jaman modern selalu mencari jati diri dan bertanya” Saya ini siapa?? Mau kemana ?? dan Untuk apa? dan rasa keingin tahuan tersebut mampu membuat mereka merasa menemukan jawaban jawaban yang selama ini mereka cari ada dalam Tasawf.

Kategori: ARTIKEL

KEMATIAN MENUNGGU KITA ( SEBUAH RENUNGAN)

2 Desember 2008 · & Komentar

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk
bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk
membersihkan diri dan langsung shalat.
Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah.
Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2
yang menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih
dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku.
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.

Sebelum sempat bertanya…. .siapa dia…tiba2 saya merasa dada saya sesak…sulit untuk bernafas…. .
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku…… terus  berjalan…. .
kekerongkonganku. …sakittttttttt ……..sakit. ….. rasanya.
Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,… . ya Alloh ! ada apa dengan diriku…..
Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku…kkhh. ……..khhhh. …. kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya,
amat teramat sakit. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi… Badanku gemetar…peluh keringat mengucur deras…. mataku terbelalak.. …air mataku
seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku.
Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu…pergi. ..berlalu begitu saja….hilang dari pandangan.

Namun setelah itu……… .aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah… tidak seperti biasanya.
Aku herann… istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada  seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????.. . Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis… mereka menjerit…histeris ……terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi…
Siapa dia……… ….????? ???
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.. ..dia…. ….dia.. …..dia mirip dengan aku….ada apa ini Tuhan…???? ????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu….. Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak… ..tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku… .
Dan mereka terus-menerus menangis…. aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati….aku telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis…. berteriak. …..Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih..
selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka..Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.


Tapi waktuku telah habis……. masaku telah terlewati… . aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.
Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, Beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan BELUM IBADAH.

mati



ya alloh  ….., JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca tulisan ini sungguh aku amat sangat bahagia.
Karena  aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah
berada pada keadaan yang lebih siap. ( kiriman saudari Eva mardiah set jen depag )

Kategori: ARTIKEL
Ditandai: