PENDIRI DAN PENGASUH PON-PES TEBUIRENG JOMBANG JAWA TIMUR
SEKILAS MENGENAI MANAQIB PENDIRI PON-PES TEBUIRENG HADRATUS SYECK KH.HASYIM ASY’ARI
Sewaktu saya belajar di pon-pes assalamiyah curug sari kopo serang banten, yang diasuh oleh almarhum guru saya KH.MOHAMMAD THOWIL beliau pernah cerita tentang gurunya KH.HASYIM ASYARI bahwa beliau adalah orang sangat tawadhu, waktu menjadi santri KH.CHOLIL (MADURA)..beliau sangat tekun belajar dan sangat menghormati gurunya dan keluarganya. Suatu ketika istri gurunya (KH.CHOLIL) Cincin emasnya jatuh di sebuah jamban yang sangat kotor dan bau…tak ada satu santripun yang mau membantu untuk mengambil cincin yang jatuh kedalam jamban karena jijik dan bau..tapi beliau KH.HASYIM ASYARI dengan ikhlas dan rasa tazim yang sangat dalam kepada gurunya bersedia mengambil cincin yang tercebur dijamban yang bau dan kotor….itulah sedikit kisah tentang ketawadhuan beliau terhadap gurunya.
Hadhratusy Syaikh KH Hasyim Asy`ari rhm. Beliau adalah pendiri Pesantren Tebuireng dan perintis Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia. Hadhratusy Syaikh dilahirkan di Pondok Nggedang, Jombang, Jawa Timur, pada 10 April 1875 dari keturunan ulama yang secara turun-temurun memimpin pesantren. Ayahnya bernama Kiyai Asy`ari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Kiyai Hasyim Asy`ari merupakan keturunan Raja Brawijaya VI, yang juga dikenal dengan Lembu Peteng, ayah Jaka Tingkir yang menjadi Raja Pajang (keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir). Nendanya, Kiyai Ustman terkenal sebagai pemimpin Pesantren Gedang, yang santrinya berasal dari seluruh Jawa, pada akhir abad 19. Dan moyangnya, Kiyai Sihah, adalah pendiri Pesantren Tambakberas di Jombang.
Semenjak kecil hingga berusia empat belas tahun, putra ketiga dari 11 bersaudara ini mendapat pendidikan langsung dari ayah dan nendanya, Kyai Utsman. Hasratnya yang besar untuk menuntut ilmu mendorongnya belajar lebih giat dan rajin. Hasilnya, beliau diberi kesempatan oleh ayahnya untuk membantu mengajar di pesantren karena kepandaian yang dimilikinya.
Tak puas dengan ilmu yang diterimanya, semenjak usia 15 tahun, beliau berkelana dari satu pesantren ke pesantren lain. Mulai menjadi santri di KH.CHOLIL (madura) Pesantren Wonokoyo (Probolinggo), Pesantren Langitan (Tuban), Pesantren Trenggilis (Semarang), dan Pesantren Siwalan, Panji (Sidoarjo). Di pesantren Siwalan ia belajar pada Kiyai Jakub yang kemudian mengambilnya sebagai menantu.
Pada tahun 1892, Hadhratusy Syaikh Hasyim Asy`ari menunaikan ibadah haji dan tinggal di sana untuk menimba ilmu di Makkah. Di sana beliau berguru dengan para ulama terkemuka antaranya Syeck Nawawi Al al bantani, Habib ‘Alwi bin ‘Abbas al-Maliki, Syaikh Ahmad Khatib, Syaikh Mahfudz at-Tarmisi.
Setelah beberapa tahun di Tanah Suci, beliau kembali ke Indonesia dan dalam perjalanan pulangnya beliau singgah di Johor, Malaysia dan mengajar di sana. pada tahun 1899. Hadhratusy Syaikh mendirikan pesantren di Tebuireng yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Sejak tahun 1900. Dalam pesantren itu bukan hanya ilmu agama yang diajarkan, tetapi juga pengetahuan umum. Para santri belajar membaca huruf rumi, menulis dan membaca buku-buku yang berisi pengetahuan umum, berorganisasi, dan berpidato.
Tanggal 31 Januari 1926, bersama dengan tokoh-tokoh Islam tradisional, Hadhratusy Syaikh, setelah mendapat restu dan izin gurunya Kh. Kholil Bangkalan, mendirikan Nahdlatul Ulama, yang berarti “Kebangkitan Ulama“. Organisasi ini pun berkembang dan menjadi organisasi massa terbesar di Indonesia yang memiliki anggota hampir 30 juta jiwa. Pengaruh Hadhratusy Syaikh pun semakin besar dengan mendirikan organisasi NU, bersama para ulama lainnya. Itu dibuktikan dengan dukungan dari ulama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bahkan, para ulama di berbagai daerah sangat menghormati dan segan akan kewibawaan beliau. Kini, NU pun berkembang makin pesat. Organisasi ini telah menjadi penyalur bagi perkembangan Islam ke desa-desa maupun perkotaan di Jawa.
Meski sudah menjadi tokoh penting dalam NU, beliau tetap bersikap toleran terhadap aliran lain. Yang paling dibencinya ialah perpecahan di kalangan umat Islam. Pemerintah Belanda bersedia mengangkatnya menjadi pegawai negeri dengan gaji yang cukup besar asalkan mau bekerjasama hingga akhirnya , tetapi ditolaknya hingga akhirnya beliau pernah di penjara. Beliau juga tokoh yang besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Atas jasa-jasanya itu, beliau telah dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Ulama besar ini menghembuskan nafas terakhirnya pada 25 Julai 1947 dan di maqomkan lokasi Pon Pes Tebuireng.
Hadhratusy Syaikh mempunyai beberapa karangan yang ditulisnya dalam Bahasa ‘Arab, antaranya ialah “an-Nurul Mubin fi Mahabbati Sayyidil Mursalin“. Dalam karangannya tersebut Hadhratusy Syaikh mengupas antara lain masalah tawassul dan istighatsah kepada Junjungan Nabi s.a.w. dan para shalihin. Antara lain berisi “
….Demikian pula memohon melalui Nabi SAW, wali dan hamba yang shalih bukanlah meminta kepada mereka, tetapi meminta kepada Allah semata melalui mereka. Tawassul, meminta syafaat dan beristighosah melalui mereka tidaklah mempunyai pengertian lain dalam hati kaum muslimin kecuali sebagaimana yang disebutkan di atas. Dan tak seorang pun di antara mereka yang menghadapkan dirinya selain kepada Allah semata. Barangsiapa yang dadanya tidak dilapangkan untuk masalah ini, hendaklah ia menangisi dirinya sendiri. Kami meminta kepada Allah ampunan dan kesehatan.
Dalam hadis tentang syafaat akan diutarakan permintaan perlindungan manusia kepada para Nabi pada hari kiamat. Dalam hadis tersebut terdapat dalil yang sangat jelas mengenai sikap bertawassul kepada mereka, bahwa setiap orang yang berbuat dosa dapat bertawassul kepada Allah melalui orang yang lebih dekat kepada Allah daripada dia. Ini tidak dipungkiri oleh siapapun.
Tidak ada bedanya antara hal tersebut disebut dengan meminta syafaat, tawassul ataupun istighosah. Hal ini bukanlah termasuk perbuatan seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik yang mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembah selainNya, sebab hal ini memang kufur. Kaum muslimin, apabila bertawassul dengan Nabi SAW atau yang lainnya seperti para nabi, wali dan orang-orang shalih, tidaklah menyembah mereka, dan hal itu tidak membuat mereka keluar dari sikap tauhid mereka kepada Allah ta`ala. Hanya Dia sajalah yang memberikan kemanfaatan dan kemudaratan.... (petikan “an-Nurul Mubin” terjemahan Ustaz Khoiron Nahdliyyin dan Ustaz Ahmad Adib al-Arif)
Pon-pes Tebuireng kini semakin berkembang dan dilengkapi dengan berbagai pasilitas -pasilitas pendukung walaupun terbilang Moderen Pon-pes Tebuireng masih tetap melestarikan ajaran-ajaran salaf Dari Pendahulunya KH.Hasyim Asya’ari .sekitar tahun 1993 saya masuk ketebuireng dan di tempatkan di Komplek M ( Semacam asrama) waktu itu masih diasuh oleh Almarhum KH.Yusuf Hasyim dan kini Pon-pes Tebuireng di asuh oleh KH.Solahuddin Wahid (Gus Sholah) dan ketua Pondok Dipimpin oleh seorang Alumni Ustad Lukman yang berasal dari Pasundan.




85 tanggapan so far ↓
Ahmad Ikrima Azman // 4 September 2007 pada 03:36 |
Salam Kenal Buat Mas Roni mungkin gitu saja saya panggil. Wah antum alumni tebuireng ya.Insyaallah klo ada kesempatan saya cerita dikit tentang gus ishom guru saya.klo dlm wktu2 ini lom bisa,bnyk tgs di skul.
sachrony // 4 September 2007 pada 07:12 |
SALAM KENAL JUGA BUAT MAS AHMAD….
chandra deruja // 8 September 2007 pada 19:16 |
Assalamu’alaikum
Sebelumnya saya berterima kasih bisa berkenalan dengan mas Roni.
Melalui email ini, saya hanya ingin memohon bantuan saudara, sekiranya mau mencarikan informasi karya-karya yang pernah ditulis oleh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari. Saya punya hasil down load risalah beliau yang bertajuk :Al- Tibyan fi alNahyi ‘An Muqata’ah Al-Arham wa al-Aqarib…”
Terus terang sekiranya, saya punya informasi lebih tentang risalah itu, saya akan mentakhrij dan mentahqiq risalah tersebut untuk keperluan thesis saya. Oya, saya saat ini sedang mengambil program master di Malaysia.
Atas bantuan saudara, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alikum
sachrony // 10 September 2007 pada 02:13 |
WAALAIKUMUSALAM….
SALAM KENAL JUGA BUAT MAS CANDRA…TERIMAKASIH MAU BERKUNJUNG KE BLOG SAYA..
MENGENAI KARYA-KARYA HADROTUS SYECH KH HASYIM ASY’ARI SEMUA TERSIMPAN DI PERPUSTAKAAN PON-PES TEBUIRENG….DAN SAYA HANYA SEDIKIT BISA MEMBERIKAN INFORMASI MENGENAI KARYA-KARYA BELIAU DIANTARANYA ADALAH :
1. Adabul ‘Alim Wal Muta’allim adalah sebuah kitab yang mengupas tentang pentingnya menuntut dan menghormati ilmu serta guru. Dalam kitab ini KH. M. Hasyim Asy’ari menjelaskan kepada kita tentang cara bagaimana agar ilmu itu mudah dan cepat dipahami dengan baik. Kitab yang terdiri dari beberapa bab ini, memberikan pula kepada kita pencerahan tentang mencari dan menjadikan ilmu benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satu contoh yang diberikan oleh KH. M. Hasyim Asy’ari kepada kita adalah bahwa ilmu akan lebih mudah diserap dan diterima apabila kita dalam keadaan suci atau berwudhu terlebih dahulu sebelum mencari ilmu. Banyak hal yang bisa kita petik dalam rangka mencari ilmu ketika kita membaca kitab ini.
2. Risalah Ahlis Sunnah Wal Jama’ah merupakan pedoman bagi warga NU dalam mempelajari tentang apa yang disebut ahlus sunnah wal jama’ah atau sering disingkat dengan ASWAJA. Dalam kitab ini, Hadratus Syaikh juga mengulas tentang beberapa persoalan yang berkembangan dimasyarakat semisal, apa yang disebut dengan bid’ah? Menerangkan pula tentang tanda-tanda kiamat yang terjadi pada masa sekarang ini. Banyak golongan yang mengaku bahwa mereka juga merupakan golongan ahlus sunnah wal jamaa’h. Akan tetapi dalam ibadah, amal perbuatannya banyak menyimpang dari tuntunan Rasulullah SAW. Dalam kitab ini diuraikan dengan jelas tentang bagaimana sebenarnya ahlus sunnah wal jama’ah tersebut.
3. At-Tibyan Fin Nahyi An-Muqothoatil Arham Wal Aqorib Wal Ikhwan merupakan kumpulan beberapa pikiran khususnya yang berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, ditekankan pentingnya menjalin silaturrohim dengan sesama serta bahayanya memutus tali sillaturohim. Didalam kitab ini pula, termuat Qunun Asas atau udang-undang dasar berdirinya Nadhatul Ulama (NU) serta 40 hadits nabi yang berhubungan dengan pendirian Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, dikisahkan bahwa KH. Muhammad Hasyim Asy’ari pernah mendatangi seorang kyai yang ahli ibadah karena kyai tersebut tidak mau menyambung silaturrohim dengan masyarakat sekitar sehingga sempat terjadi perdebatan antara keduanya.
4. An-Nurul Mubin Fi Mahabbati Sayyidil Mursalin merupakan karya KH. Muhammad Hasyim Asy’ari yang menjelaskan tentang rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW. Dalam kitab tersebut, dijelaskan pula tentang sifat-sifat terpuji nabi Muhammad SAW yang bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua. Dijelaskan pula tentang kewajiban kita taat, menghormati kepada perintah Allah SWT yang telah disampaikan melalui nabi Muhammad SAW baik melalui al-qur an atau hadits. Silsilah keluarga nabi Muhammad SAW, tidak luput dari pembahasan. Singkat kata, dalam kitab ini, kita mendapatkan sejarah yang relatif lengkap dan menarik untuk dikaji serta dijadikan tauladan menuju insan kamil.
5. Ziyadatut Ta’liqot merupakan kitab yang berisi tentang polemik beliau dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan tentang beberapa hal yang berkembang pada masa itu. Perdebatan terjadi pada beberapa masalah yang tidak sesuai antara pandangan Nahdlatul Ulama dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan. Banyak sekali permasalahan yang diperdebatkan sehingga kitab ini begitu tebal dan permasalahan yang diperdebatkan masih terjadi dimasyarakat.
6. At-Tanbihatul Wajibat Li Man Yasna’ Al-Maulid Bil Munkaroti adalah sebuah kitab tentang pandangan KH. Muhammad Hasyim Asy’ari tantang peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang disertai dengan perbuatan maksiat atau munkar. Dalam kitab tersebut, diceritakan bahwa pada jaman dulu, disekitar Madiun, setelah pembacaan shalawat nabi, para pemuda segera menuju arena untuk mengadu keahlian dalam hal bela diri silat atau pencak. Acara itu, masih dalam rangkaian peringatan maulid serta dihadiri oleh gadis-gadis yang saling berdesakan dengan para pemuda. Mereka saling berteriak kegirangan hingga lupa bahwa saat itu, mereka sedang memperingati maulid nabi Muhammad SAW. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan KH. Muhammad Hasyim Asy’ari sehingga beliau mengarang kitab ini.
7. Dhou’ul Misbah Fi Bayani Ahkamin Nikah berisi pikiran ataupun pandangan KH. Muhammad Hasyim Asy’ari tentang lembaga perkawinan. Dalam kitab tersebut, beliau menangkap betapa pada saat itu, banyak pemuda yang ingin menikah, akan tetapi tidak mengtahui syarat dan rukunnya nikah. Tidak tahu pula tentang tata cara / sopan santun dalam pernikahan sehingga dalam mereka menjadi bingung karenanya. Dalam kitab tersebut, terkandung beberapa nasehat yang penting agar lembaga perkawinan betul-betul bisa menjadi sebuah keluarga yang Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah sesuai tuntunan agama.
ali ahmad // 23 September 2007 pada 11:46 |
wah mas sampean alumni tahun berapa ya? kayakna lupa-lupa inget sama wajahnya
sachrony // 24 September 2007 pada 01:42 |
Selamat datang buat mas Ali….terimakasih mau berkunjung ke blog saya, saya alumni tahun 1998 dengan Nurdin jakarta, sahran NTB, fatimah …semoga terjalin terus silahturahin kita
neng nahdiyah // 2 Oktober 2007 pada 14:38 |
Assalamua’laikum. Salam kenal buat mas rony’
mas antum di Assalamiyah tahu berapa?neng alumni 2003,dan sekarang lagi belajar di al-Azhar University. klo boleh neng pengen banyak cerita sama mas.soalnya sudah lama di kairo ga ada kontak ma temen2 lewat dunia maya.mas tinggal di mana?seneng bisa baca blognya mas,dan ternyata alumni Assalamiyah pintar berkarya.mas boleh minta Id nya,buat shering.soalnya di kairo ini neng ga da temen se almamater,sedih bangeeet.syukron di tunggu jawabanya,ni Id neng .n_1girl@yahoo.com
wassalam
sachrony // 4 Oktober 2007 pada 01:46 |
Alhamdulillah…akhirnya alumni Assalamiyah ketemu juga, saya senang sekali bisa terjalin silahturahim, neng lagi belajar di CAIRO ? mudah-mudahan antum memperoleh ilmu yang bermamfa’at amin, saya alumni tahun 1993 seangkatan dengan subro almalisi ( cucu abah )
neng nahdiyah // 4 Oktober 2007 pada 15:11 |
doanya selalu dari mas, saya harapkan. mas masuk tebu ireng juga yah.asalnay emang dari mana?doain yah
sachrony // 5 Oktober 2007 pada 00:44 |
mudah-mudahan neng pulang ke tanah air membawa ilmu yg mamfaat dan barokah…saya dari luar batang jakarta
atunk // 6 Oktober 2007 pada 22:48 |
saya santri tebuireng. skrang kls 3 aliyah. sebagai informasi aja, di TBI saat ini banyak kemajuan, mulai dari asrama, ketertiban, disiplin, organisasi, keamanan, sekolah,jama’ah, bahasa asing, bahkan telah mengeluarkan majalah baru. kami juga sedang menggarap profil pengasuh TBI dari awal hingga gus sholah. kalo boleh minya bantuannya, kami membutuhkan data-data untuk itu. tolong kirim ke mail: fathurrohman_tebuireng@yahoo.co.id
sebelumnya terimakasih banyak. wassalam
atunk // 6 Oktober 2007 pada 23:44 |
o iya kami juga telah menemukan silsilah KH Hasyim asy’ari sampai nabi ADAm AS. salah satu referensi yang belum kami lihat adalah kitab at-talkhis karya sayid abdullah as-sathiri. bisakah mas menunjukkan kitab itu kpad kami?
sachrony // 9 Oktober 2007 pada 01:17 |
salam kenal juga buat mas atunk…Insya Alloh saya akan informasikan manaqib ttg pengasuh pon-pes Tebuireng
ilmyfirdaus // 5 Desember 2007 pada 09:17 |
Maaf mas ane mau tanya apakah gusdur masih ada keturunan dgn KH. Hasyim Asy’ari?
sachrony // 5 Desember 2007 pada 09:46 |
salam ukhwat….buat mas ilmi..Gus dur itu cucu dari KH.Hasyim Asy”ari putra dari KH.Wahid Hasyim (putra KH.Hasyim asy’ari)
khoirul huda // 11 Desember 2007 pada 17:46 |
saya adalah generasi muda NU yang membutuhkan banyak buku karyanya Simbah Kyai Hasyim As`ari. yang berjudul adab ta`limul mutta`alim, karena di Jakarta susah untuk di cari dan apakah karya-karyanya Mbah Hasyim As`ari di cetak ulang lagi? saya punya usul… kitab-kitab-nya Mbah Hasyim kudu di cetak/perbanyak lagi…
sachrony // 12 Desember 2007 pada 04:50 |
coba cari di kantor PBNU di perpustakaan lt 2…jl kramat raya senen,,,insya alloh ada di sana..minta di copy aja
khoirul huda // 14 Desember 2007 pada 18:15 |
tulisannya Gus Isom tentang sejarahnya Mbah Hasyim apa masih dicetak lagi? apa ada tulisan/karya lain yang khusus mengupas tentang konsep pendidikannya Mbah Hasyim?
arwani // 17 Desember 2007 pada 03:59 |
saya senang dengan adanya informasi tentang tebuireng, karena saya ingat waktu saya pondok di sana, sudah hampair lima 5 tahun saya tidak silaturrahmi kesana. moga tbi tetap jaya
rere // 19 Januari 2008 pada 02:37 |
assalamualaikum Wr Wb…salam kenal ya mas rony….
sachrony // 19 Januari 2008 pada 04:45 |
salam kenal juga buat RERE…..
Dian // 21 Januari 2008 pada 08:13 |
Assalamualaikum….Mas Rony tau betul ya silsilah pon pes tebu ireng????????salam kenal ya…
sachrony // 21 Januari 2008 pada 09:50 |
salm kenal buat dian…Dian alummni tebuireng?
tinah // 22 Januari 2008 pada 03:56 |
Assalamua’laikum….salam kenal buat mas rony.. klu boleh tau,mas rony di assalamiyah alumni thn berapa??tinah alumni 2003 seangkatan dengan Dodo & Subhan (cucu Abah)klu tinah mau shering sma mas rony boleh kan???ni Id Tinah(tinah_thayank@yahoo.co.id)di tunggu ya mas… Thanks Be4
tinah // 22 Januari 2008 pada 03:58 |
Assalamua’laikum….salam kenal buat mas rony.. klu boleh tau,mas rony di assalamiyah alumni thn berapa??tinah alumni 2003 seangkatan dengan Dodo & Subhan (cucu Abah)klu tinah mau shering sma mas rony boleh kan???ni Id Tinah(tinah_thayank@yahoo.co.id)di tunggu ya mas… Thanks Be4
tinah // 22 Januari 2008 pada 03:59 |
Assalamua’laikum….salam kenal buat mas rony.. klu boleh tau,mas rony di assalamiyah alumni thn berapa??tinah alumni 2003 seangkatan dengan Dodo & Subhan (cucu Abah)klu tinah mau shering sma mas rony boleh kan???ni Id Tinah(tinah_thayank@yahoo.co.id)di tunggu ya mas… Thanks Be4.
sachrony // 22 Januari 2008 pada 06:00 |
salam kenal juga buat tinah…alhamdulillah saya senang jumpa alummni assalamiyyah
Mboen // 27 Februari 2008 pada 12:34 |
Assalamu’alaikum.
Melihat situs blog ini sedikit membuat saya senang. Ada sahabat yang mau membuat dan mengurai ulama-ulama Nahdlatul Ulama. Setidak-tidaknya untuk memacu semangat anak-anak muda…
Terima Kasih
pendipopon // 9 Maret 2008 pada 13:07 |
ass
slm tuk almn tbi awh 04 gyt adin beloy
vian // 9 April 2008 pada 03:02 |
ass…pas saya ngeliat blog ini kaya nya seru bgt… kalau boleh..saya boleh tau id mas rony..mungkin saya bisa chat sma mas rony…ya buat sher aja…salam kenal ya…
sachrony // 9 April 2008 pada 04:03 |
salam kenal buat vian
urip mulyono // 14 April 2008 pada 22:11 |
mas sachrony salam kenal saya urip m
mo minta info kira-kira bagaimana bisa mendapatkan karya mbah hasyim khususnya kitab adab talim, saya sudah cari di jakarta ga ketemu. mohon bantuannya..
terima kasih
salam kenal….Coba cari kitab tersebut di Perpustakaan kantor PBNU lantai 2 jl.kramat raya jakarta
Muslih // 9 Juni 2008 pada 06:36 |
Mbah Hasyim As’ari adalah sosok yang benar-benar faham dengan Ilmu Agama dan Tradisi Jawa. beliau mampu mencerminkan potret Islam yang tidak jauh dari tradisi lokal. (ISLAM JAWA)
hadi // 20 Juni 2008 pada 07:47 |
huuuuuu….disini jg alumni TBI di jogja.
disini susah juga ketemu sma alumni TBI,[apa dasarnya aku orangnya males] hehehehehe.ga lah.tp memang bener,susah bgt.gpp dech,tetep kumpulin pasukan terus,,,mpe ketemu semua[kumpul semua]
Abdul Qodir Jaelani // 8 Agustus 2008 pada 04:22 |
Salam kenal, saya bukan santri Tebuireng, tapi kagum dengan Pesantren tersebut…. terima kasih…
Bakroni/Rony // 20 Agustus 2008 pada 10:12 |
saya salut dengan para alumnus assalamiyah yang sudah berkiprah jauh untuk berdakwah dan mengembangkan agama,bangsa dan negara ini, mas kalo ada luang waktu tolong silaturahim ke assalamiyah, kami mengharapkan bantuan motivasi serta arahan untuk pengembangan ponpes, syukron
Waalaikumussalam
Alhamdulillah …ini dengan siapa ? insya alloh saya akan bersilahturahim ke asaalamiyyah
Bakroni/Rony // 20 Agustus 2008 pada 10:19 |
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
mas saya mahasiswa assalamiyah, kebetulan saya di amanahkan untuk menjadi Presiden mahasiswa, di Kampus STAI Assalamiyah jawilan, Serang, Banten, dulu assalamiyah di kec.kopo, tapi sekarang kecamatan itu sudah di pekar menjadi dua (kopo dan jawilan), yang kebetulan assalamiyah masuk ke jawilan, saat ini assalamiyah sudah mendirikan perguruan tinggi yang menandakan bahwa assalamhiyah komit dengan tekadnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, saat ini kampus assalamiyah sudah pindah kampusnya bukan di ponpes assalamiyah tapi dekat dengan ponpes terpadu Al Wahdah pimpinan KH.A.Bazari Syam,MS,M.PdI, (kakak iparnya pak subro malisi teman mas roni waktu mesantren di assalamiyah tahun 1999, saya harap mas roni selaku ustad sekali kali silaturahim ke assalamiyah/al wahdah sebagai wujud rasa cinta terhadap assalamiyah, sesuai dengan namanya assalamiyah al hamdulillah santri-santrinya pada sukes, amin, kalo ada info boleh Chat ke E mail : rony_imeh@yahoo.co.id
syukron
Waalaikumussalam
Alhamdulillah…Syukron buat Kader muda Islam Assalamiyyah mau berkunjung ke blog saya.
Sudah lama saya tidak berkunjung ke Assalamiyyah. Salam Ta’zhim Saya teruntuk guru-guru saya di Assalamiyyah , terutama untuk Ustadz Bazari syam.
salam
Bakroni/Rony // 20 Agustus 2008 pada 10:25 |
nama asli saya bakroni panggilannya rony, saya dari Kp.sabrang, Desa Jawilan, Kec.Jawilan, Serang-Banten, al Hamdulillah sejak kecila saya di bimbing oleh Syaikhunal kirom mama KH.Sudica ayahnya KH.Bazari Syam MS.M.PdI, atas kehendak Allah SWT saya bisa ta’arupan dengan ust. saya bangga, ternyata santri assalamiyah merupakan santri yang intelek, selain ust. juga ustdh. nenga yang sedang kuliah di kairo.
Salam kenal buat kang Bakrony…semoga antum bisa menjadi kader ulama dimasa depan
Sadewo // 21 Agustus 2008 pada 04:17 |
Salam kenal Mas Roni, kalo boleh tau Mas Roni alumni Tahun berapa ya? TRus yang dimaksud Mas Roni Nurdin Jakarta maksudnya Nurudin ketua OPI DKI ya? oh ya saya alumni TBI tahun 2000 penghuni kamar N13 dan F3
Sadewo // 21 Agustus 2008 pada 04:59 |
Salam kenal Atunk, setau saya sekarang oragnisasi di TBI sudah mulai lesu deh tidak seperti zaman saya, dimana ORDA-ORDA yang ada di TBI masih hidup dan memang mengkoordinir para santri sesuai dengan daerah asal, kalau untuk terakhir yang saya ketahui pas saya ziarah ke makam mbah Hasyim di TBI menurut temen yang ada di sana untuk ORDA-ORDA yang ada sekarang mulai lesu. kalo Atunk masih di TBI pasti Atunk kenal dengan cak Subhan orang Cilacap
Sadewo // 21 Agustus 2008 pada 05:05 |
Mas Rony…………. kenal dengan Fachriayani (Yayan) anak Kalimantan, Agus Fitrianto Anak Jakarta, Aminudin anak Mojokerto, mereka kalo tidak salah alumni TBI tahun 1998 penghuni kamar N13
salam Kenal buat Bang Sadewo
Saya penghuni komplek M5 selama setahun.setelahn itu saya hijrah ke Pon-pes Hudaya Sukopuro
Sadewo // 21 Agustus 2008 pada 05:23 |
atunk sorry subhan bukan anak cilacap
Sadewo // 21 Agustus 2008 pada 05:24 |
atunk kalo Umbaran kenal gak anak Orda OPI
Sadewo // 21 Agustus 2008 pada 06:46 |
Mas Roni kenal Zulfikri Haq anak M5 dari Bekasi
Samsul Fahri // 26 Agustus 2008 pada 10:29 |
ron coba buatsejarahtentangAssalamiya
mau buat bukunyanih kalaiada kamu tau
banyak tentang assalamiyaH
salam kenal buat alumni assalamiyah
Bakroni/Roni Al Wahdah // 2 September 2008 pada 08:25 |
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
tad gimana kabarnya sehat?
ana Bakroni/roni dari Assalamiyah/AlWahdah mohon maaf jika ada kekhilafan, coz di bulan yang suci ini ana pengen mensucikan diri, selaku manusia biasa tentunyabanyak sekali kesalahan dan ke alfaan maka dari itu mohon maaf serta doanya agar ana senantiasa bisa eksis dan semangat ibadah amin, salam buat sahabat-2 Tebu ireng syukron
Waalaikumussalam
Alhamdulillah …antum sendiri gimana sehat ?? Sampaikan salam saya buat Guru Saya Ustad Bazary syam
Syukrom
Asep Teguh Sukmapriadi // 4 September 2008 pada 14:38 |
Assalamu’alaikum Wr. Wb
terima kasih udah bikin blog tentang tebuireng…
mengobati rasa rindu yang belum mampu saya obati akan kawah candra dimuka yang memberikan pemahaman dari hanya sekedar hijaiyyah hingga khilafiyah…..
saya asep teguh sukmapriadi..
Teknik Mesin Universitas lampung..
masuk tebuireng tahun 1996 lulus 2002
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
akhmad zahroni, s.Ag // 14 September 2008 pada 15:40 |
saya Alumni Ponpes Tebuireng tahun1993-2001, saya satu angkatan dengan Gus Zaki adik dari Gus Ishom (Alm), saya merasa terharu begitu melihat profil alm. KH. Ishomuddin Hadziq, saya langsung membayangkan ketika beliau mengajar kami di ponpes tebuireng jombang apalagi seperti sekarang ini bulan Ramdhan semoga Allah mengampuni beliau dan menerima segala amalnya. saya juga ingin bagaimana caranya kami alumni yang ada di NTB terus kontak dengan almamater kami, saya sangat rindu dengan Ponpes Tebuireng. terima kasih
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sepertinya Nama Ahmad ZAhrony tak asing ditelinga saya, Saya seangkatan dengan Rido Amir Jakarta
semoga terjalin terus silahturahim kita
akhmad zahroni, s.Ag // 14 September 2008 pada 15:45 |
mas Syahroni, antum mondoknya dimana?adik saya alumni PP. Madrasatul Qur’an kebetulan dulu nama badalnya sama dengan antum. salam buat teman2 angkatan 2001 IKAHA TBI tapi kalo masih ada yang jadi pengurus di TBI
Anonymous // 25 September 2008 pada 03:46 |
aku andik angkatan tahun 2001, saya sangat kagum dengan kepemimpunan ca wahid dulu, tegas dan berwibawa, sehingga semua santri segan. dan ketika menasehatin santri luar biasa.. bikin kita jadi sadar, apalagi setelah kita boyong, tambah terasa petuah2nya ca wahid dl. sekarang cak wahid dimana ya, apa masih ditebuireng? kalau ada nomer tlp.nya kasih atau aku.. atas bantuannya aku ucapin banyak2 terimakasih
dinda // 25 September 2008 pada 03:49 |
kangen nich ma temen2 angkatan 2004…..
andik // 25 September 2008 pada 04:00 |
asw wr. wb. saya andik angkatan 2001, saya ingin tau kabar ca wahid sekarang… msh di tebuireng apa da boyong.. saya sangat kagum dan simapati ama kepemimpnannya, tegas dan wibawa hingga banyak santri yang segan, dan nasehat2nya betul2 merasuk ke hati nurani, apalagi setelah aku boyong, benar2 terasa.. terimaksih buat ca wahid atas bimbingan dan nasehatnya buat anak nakal ini, mungkin kalau g ada sampean, g tau aku jadi apa.. buat temen yang punya telp.nya ca wahid, kasih tau dong.. sebelumnya aku ucapin makasih banyak.
el - khoir // 9 Oktober 2008 pada 00:12 |
god bless us…….
Lisatanto Faizzola Birgiawan // 31 Oktober 2008 pada 03:13 |
gue alumni angkatan 99-05
sedikit ada unek2………?
seiring berkembangnya global warming, sering Qt tertidur lelap dg per ekonomian yang makin krisis.
yang menimbolkan be2rapa pertamyaan…?
*Bagaimana tanggapan redaksi terhadap bisnis pendidikan yang notabenenya dg ijazah instan…..?
*Banking dlm prolem peradilan sistem nizbah dlam bank syari’ah…?
*Bagaimana tanggapan redaksi tntg kapitalisme & sosialisme dlm perekonomian di Indonesia, truz solusinya bagaimana …?
Ada sebidang tanah wakaf…d atsnya d bangun masjid…kmudian masjid tsb mau dipindah alihkan…sbg puskesmas…???
bgmn hkmnya tanah wakaf tsb & memindah masjid tsb……….???
sedangkan di sisi laen, masyarakat sama kuatnya dlm br argumentasi…???
rahmawati nasution, S.Ag // 29 November 2008 pada 12:36 |
saya alumni SMA Tebuireng, senang sekali melihat web ini, tolong donk dikembangkan terus yang lebih canggih dan interaktif gitu.
Bagaimana perkembangan gedung sekolah dulu dulu? tambah berkembang…
Drs. Ahmad tarmizi, psi // 29 November 2008 pada 12:39 |
saya bangga dengan perkembangan pesantren saya ini, saya alumni tahun 1987. Sekarang perkembangannya saya lihat begitu pesat, ok
Luthfy Haris // 11 Desember 2008 pada 13:31 |
maaf bang, sebelumnya saya ucapin trimakasih telah datang membawa kesan baik untuk Tebuireng.. Banyak orang yang bercerita tentang situasi Tebuireng saat ini yang kurang ‘bersarung’, terlampau modern dan cenderung menyekat antara SMU, SMP,ALIYAH.. jadi lulusannya berbeda kualitas (pembekalan), jadi kayaknya yang lebih pesantren cuma Aliyah saja… Tapi setelah melihat kisah Almaghfurullah, Saya tidak akan berkecil hati karena cuma SMA, malah saya merasa ada rona tersendiri yang dipercikkan mbah Kyai…
GUNTUR AJI SAPUTRO // 16 Desember 2008 pada 04:59 |
saya alumniu pon.pes. madrasatur qur’an gmana saya bisa lihat foto pon.pes yang baru..
Rahmat Hidayat // 13 Februari 2009 pada 03:08 |
Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam kenal buat semua saudaraku alumnus TBI taon berapa aja, terutama taon 1998. Saya dari Bekasi ikut ORDA OPI DKI JAYA, masuk TBI di SMA AWH pada masa Pak Kusnadi kemudian Pak Zainal Arifin (semoga semua guru SMA AWH diberikan kesehatan). Semoga pendidikan agama yang diberikan TBI kepada santri yang masuk ke SMA dan Aliyah tidak jauh berbeda sehingga santri SMA setelah lulus bisa baca kitab (minimal bisa & faham jurumiyah). Dan semoga pula fasilitas yang diberikan TBI lebih bagus dari taon ke taon (jedingnya, JABOnya, Ndalem wingkingnya, dll deh). Salam buat keamanannya (Mas Syaikhu, Cak Alim, Cak Subhan, Mas Farid Naya yg guanteng, Pak Rohim, Dll). Salam juga buat angkatan 98 (Cah DESIT, Cah IPA 1, Subhan, Fahri Ayani, Roni, Robby c, Imam, Taufik K, Iwan Sopamena, Wahyuni, Nurul, Eva, Dll).kirim alamat emailnya dunk!!!
Fachri // 18 Februari 2009 pada 09:28 |
Ass. Wr. Wb. Salam kenal kang dari saya mau tanya kitab2 tauhid yang dikaji di TBI apa aja ?, bisa kasih referensi di jakarta nyarinya dimana ?
ABAS // 2 Maret 2009 pada 07:11 |
TOLONG MAEN KE PAKIS, PATI AH……………KLO ADA WAKTU LUANG…………
A. Haris // 2 Maret 2009 pada 15:36 |
askum. wr. wb.
kangen nich dah lama g ketemu ma temen2 SLTP AWH terutama alumni 2001, klw msih da yg inget q sms ja ke 0852 928 667 15,syukron…
muhammad nuril anwar // 17 Maret 2009 pada 07:10 |
gw santri tbi slm knsl
rony // 12 April 2009 pada 14:09 |
asslamu’alaikum
mas gimana punya kabar? do’ain ye…. ana dulu di Assalamiyah jawilan dan sekarang melaukan studdy di Yaman salam silaturrahim buat temen temen di tebu ireng
waalaikumusslam
Ahlan alummni assalamiyyah…semoga antum mendapatkan ilmu yang bermamfaat
Lutfi // 22 April 2009 pada 13:20 |
Ass.
dulu waktu tahun 90 an kalo ga salah …
Alhamdulillah ane pernah ziarah ke makam HADRATUS SYECK KH.HASYIM ASY’ARI di PONPES tebuireng …
seingat ane saat itu di sana masih membangun masjid yg baru …
dan mudah mudahan ane bisa ziarah lagi kesana…
ANA // 23 April 2009 pada 09:16 |
BERILMU AMALIAH.BERAMAL ILMIAH.BRAVO TI…….SALAM TA’ARUF BUAT KANG RONI MA CAK IMAM SUBHI
M.Albaroni // 8 Mei 2009 pada 00:40 |
Salam kenal buat Ust Syachoni. Saya baru kirim email ke antum tolong diterusin itu email saya. Saya minta tolong untuk diumumkan tentang MANAQIB KUBRO di STAIN Ponorogo besuk hari Sabtu, 16 Mei 2009 jam 07.00 (pagi).
Mohon kehadiran kaum muslimin muslimat pecinta habaib.
salam kenal insya alloh saya tampilkan
saoel // 9 Mei 2009 pada 05:25 |
salam knal mang roni tlong d sabarin undangan dri saya maulid di masjid istiqomah depok..
barsama al habib munzir bin fuad al musawa.,.
A.TAUFIQ RAHMAT // 1 Juni 2009 pada 03:22 |
ane bangga sekali dengan adanya forum ini mudah2an menjadi ajang tukar informasi, alumni TBI tahun ‘80 dari Kuningan JKS
damai aprianto // 9 Juni 2009 pada 05:33 |
ustad.tolong muat biografi kh.cholil bangkalan
ada di blog ini cari saja…
rusnanto // 15 Juni 2009 pada 02:33 |
salam kenal juga ustad.
Mohon kiranya kalau ada terjemahan lengkap Al-Nurul Mubbin. Saya bisa dikirimkan, lewat email : rusnanto@gmail.com
terima ksih
asep hamim // 27 Juli 2009 pada 17:24 |
Assalamu’alaikum.wr.wb
senang en bangga bisa silaturrahmi dengan sayhroni,klo diliat dr angkatan,mas sahroni ade saya,saya masuk TBI thn ‘8I,keluar thn 87/88,juga di asrama M,tergabung di HISPA,salam tuk smua alumni,wabil khuusus to Cak Rohim,Inul,Isti,wabil khusus lagi tuk Guru2 saya,syukron…
thobib // 4 Agustus 2009 pada 21:02 |
salam sejatera…
makasih banget nih infonya…dan salam kenal ke mas roni
aziz abdulrohman // 3 September 2009 pada 13:47 |
assalamu’alaikum
salm buat temen2 angkatan 2002 aliyah
saya sangat rindu akn suasana yang ada ditebuireng
mudah-mudah tebuireng tambah maju n pesen buat temen tebuireng jangan lupa hadroh fatikhah khusuntuk kh Hasym As’ari dan seluruh kyai
Achmad Hidayat // 11 September 2009 pada 13:33 |
Assalualaikum, saya alumni Tebuireng dr thn 1984 s/d 1990 (alumni SMP AWH dan Aliyah), ketika di Tebuireng saya dikamar M4 dan aktif di HISPA, sampe saat ini sy bergabung dengan IKPT (Ikatan Keluarga Pesantren Tebuireng) di banten, IKPT adalah organisasai para alumni Tebuireng yg ada di banten, ketuanya KH.Drs.Achmad Qiswini, bagi temen alumni yg mau bergabung dgn para alumni di bwh payung IKPT, silakan hubungi 0811121316 (ketua IKPT) atau ke 081318589069 (dayat)
wahyudin mifta al-ayubi // 15 September 2009 pada 12:47 |
salam silaturahmi…
Boray DS // 7 Oktober 2009 pada 12:49 |
Terimakasih Tebuireng…sembah sujudku
Madoen // 8 Oktober 2009 pada 03:44 |
Assalamu”alaikum. Boleh tahu dong kalo ada yang mengupas alumni PP TBI tahun 1997, Khususnya Alumni SMU. AWH, wabil khusus lagi bagi mereka yang di DO dari sekolah,,???
Mashuri Bekti // 13 Oktober 2009 pada 13:36 |
Wakau saya bukan alumni Tebu Ireng namun saya Salut buat mas Rony yang udah “menduniakan” tubu ireng.
fauzi // 20 Oktober 2009 pada 17:01 |
salam kangen kagem sobat sobat alumni 1999-2002,
mohamad.sidi@yahoo.com // 7 November 2009 pada 13:25 |
assalamu alaikum salam kenal mas……
wiwih suhana // 14 November 2009 pada 04:16 |
Ass.Semoga mas ron dlm kondisi sehat,salam kenal? mas aktif di organisasi gak. Mau tanya, kriteria organisasi yg gmn yang boleh qt ikuti? sy alumni Assalamiyyah th. 2003, asli Bogor. Thx..
deni sujana // 24 November 2009 pada 13:10 |
semoga sukses selalu bwt roni
saya alumni tebuireng…m11 dari tahun 1993 – 1996
Irwan Bakti R - Qinoy // 28 November 2009 pada 05:57 |
Assalamu’alaikum…Salam silaturrahim, ana alumni MA. TBI Prog. MAK angkatan perdana, lulusan thn 1997 yang sebelumnya tinggal dikamar Komplek H4. ana dari pondok gede bekasi. sekedar info duka, Ust Ade solihin S.Ag telah meninggal dunia thn 2008 beliau adalah pembina MAK. TBI. dan semoga ini semua (blog antum) ttg TBI menjadi amal soleh amiin.
asep saefullah // 28 November 2009 pada 10:24 |
assalamualaiku…
saya alumni AWH thn 1998-2001
aktif hispa,penghuni M12
ilang kontak ma tmn2 seangkatan
salam knl bwt mas roni.sukses sllu