Monthly Archives: Desember 2007

MANAQIB RINGKAS IMAM MADZHAB EMPAT

1. IMAM ABU HANIFAH

Nama lengkap beliau adalah Abu Hanifah Nu’man ibn Tsabit At-taimi, beliaun lahir di Kuffah Irak tahun 80 H atau sekitar tahun 699 M. Dalam zamannya beliau terkenal sebagai seorang sarjana dan Maha guru yang luas ilmu pengetahuannya terutama dibidang hukum. Beliau hidup dalam dua Dinasti , Bani Ummayyah dan Bani Abbasyiyyah. Tapi sama sekali tidak turut aktif dalam gerakan politik . Gubernur Irak Yazid ibn Hubairrah, zaman khalifah Marwan ibn Muhammad dari Dinasti Ummayyah , akan mengangkat Abu Hanifah menjadi Hakim tetapi Imam Abu Hanifah menolak dengan Tegas , karena itu Imam Abu Hanifah ditahan dan disiksa di penjara. Hal yang sama pula ketika kerajaan Abbasyiyyah telah berdiri , khalifah Mansyur memanggil Abu Hanifah ke Bagdad dan kemidian ditawari posisi sebagai Hakim Kerajaan , beliaupun menolak karena itu pula beliau di tahan dan disiksa.

Abu Hanifah telah mengabdikan hidupnya dalam studi hukum Islam dan memberikan kuliah-kuliah kepada para Mahasiswanya. Beliau meninggalkan sebuah kitab yang dinamai “AL FIQH AL AKBAR” karya beliau dapat dihargai dengan sesungguhnya karena beliaulah orang pertama yang mencoba mengkodifisir hukum Islam dengan mamakai metode qiyas sebagai dasarnya, dalam menetapkan hukum-hukum Imam Abu Hanifah menggunakan dasar-dasar : Alqur’an, sunnah, pendapat Sahabat, qiyas, istihsan dan tradisi masyarakat (U’rfu). Beliau telah dianggap sebagai pembangun suatu madzhab dimana mempunyai pengikut -pengikut yang tersebar di dunia utamanya di Turki, Pakistan, Afganistan, Indo China , Soviet dan Rusia.

Pada Bulan Rajab tahun 150 H atau sekitar tahun 767 M Beliau berpulang kerahmatulloh dalam usia 68 tahun didalam penjara.

2.IMAM MALIK IBN ANAS

Nama lengkap beliau Iman Abu Abdillah Malik bin Anas Bin Abu Amir bin amr bin haris bin Ghaimal bin Khutsail, lahir di Madinah tahun 95 H atau sekitar tahun 713 M dan menuntut ilmu di kota Madinah, kemudian menjadi Ulama besar yang berpengaruh luas . Imam Malik memilki dua keistimewaan yang melebihi para ulama dalam zamannya, yaitu Spesialis dalam ilmu Hadist dan memangku jabatan sebagai Mufti karyanya yang bernama Al MUWATHTHA’ Yaitu kumpulan hadist hadist yang disusunnya. Disamping itu beliau memberi fatwa dan mengajarkan Hukum -hukum berdasar hasil ijtihadnya sendiri.

Banyak Mahasiswa bahkan Ulama-ulama yang datang belajar kepadanya termasuk Imam Syafi’i. Dalam menetapkan Hukum beliaupun menggunakan Qiyas walaupun dalam arti yang lebih sedikit daripada Imam Abu Hanifah. Sebagaimana Imam Abu Hanifah beliau juga telah membentuk Madzhab Fiqh .Pengikut-pengikutnya sudah barang tentu banyak dikotanya sendiri di Madinah, sekarang pengikutnya tersebar di Maroko, AlJazair, Tunis, Sudan, Kuwait dan Bahrain.

Imam Malik Wafat tahun 179 H atau sekitar tahun 789 M.

3. IMAM ASY SYAFI’I

Nama lengkapnyaImam abu Abdillah bin Muhammad ibn Idris Asy-Syafi’i , beliau dilahirkan di Gaza Palestina pada tahun 150 H atau sekitar tahun 757 M . Beliau punya hubungan silsilah kefamilian dengan Rosululloh SAW dari keturunan Muthollib ibn Abdil Manaf, dilahirkan sebagai seorang yatim sejak kecil tumbuh dan menuntut ilmu di Mekkah bersamanya dengan ibunya yang hidup dalam keadaan miskin dan kekurangan. Sejak usia muda Imam Syafi’i telah hapal Alqur;an 30 juz , terkenal sebagai seorang yang jenius yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pernah beliau belajar tentang Hadist pada Imam Malik di Madinah dan dalam waktu yang singkat Kitab Imam Malik yang bernama Al Muwaththa itu terhapal semua.

Terhadap semua pengetahuan yang berhubungan dengan alqur’an , sunnah, ucapan-ucapan para sahabat nabi, sejarah serta pendapat-pendapat yang berlawanan daripada para ahli dan sebagainya, diaduknya dengan sempurna dengan pengatahuannya yang mendalam tentang bahasa Arab baik dalam Lughatnya, Nahwunya ,Shorofnya serta syairnya . Imam Ahmad ibn Hambal dengan segenap kejujurannya mengungkapkan bahwa “Imam Syafi’i bagi ummat ini ibarat matahari bagi bumi dan laksana kesehatan bagi tubuh, siapa yang akan dapat menggantikannya?”di forom-forum diskusi beliau termasuk seorang yang ulet dengan argumentasi-argumentasinya yang sulit dipatahkan.

Imam Syafi’i termasuk orang yang beruntung hidupnya dalam bidang ilmiah. Beliau muncul setelah tersusunnya kodifikasi Syari’ah menurut sistem-sistem yang teratur dalam bentuk yang rapih. Dengan demikian beliau mudah mempelajari buah-buah pikiran dari ulama-ulama terdahulu dan belajar langsung dari mahaguru-mahaguru terkemuka. Karena itu belaiu akhirnya dapat mencapai suatu prestasi yang tinggi dalam bidang ilmiah, beliau mampu merumuskan suatu metode yang mempersatukan qur’an, Sunnah, Ijma dan qiyas , Berbeda dengan Imam Abu Hanifah sebagai seorang ahli metode berfikir dan lebih menyetujui suatu metode spekulasi yang hipotesis, maka Imam Asy Syafi’i tidak menyetujui metode itu, namun demikian beliau yang luas pandangan , ilmu dan pengalaman , beliau juga menguasai Fiqh sarjana-sarjana dan ulama-ulama Hijaz dan Fiqh sarjana-sarjana Irak.Sebab itu ketika Imam Asy Syafi’i muncul di bagdad maka ajaran-ajarannnya mendapat pengikut.

Imam Asy Syafi’i mempunyai dua qaul(pendapat). Pertama ketika beliau bermukim di Bagdad namanya qaul qodiem (pendapat terdahulu), Kedua ketika Beliau tinggal di Mesir namanya Qaul Jadied (pendapat baru) . Tidak terhitung banyaknya ulama yang datang belajar kepada beliau . Selama hayatnya beliau telah menulis sejumlah 113 kitab -kitab tentang tafsier, fiqh sastra dan lain-lainnya. Antara lain kitab paling masyhur adalah kitab “AL UM”. Para pengikut madzab Imam Syafi’i banyak tersebar di Indonesia, Hadro maut Yaman, malaysia libanon, mesir.

Imam Syafi’i wafat pada bulan rajab tahun 204 H atau sekitar tahun 820 M.

4. IMAM AHMAD IBN HAMBAL

Beliau lahir di Bagdag Irak pada bulan Robilul awal tahun 164 H atau sekitar tahun 780 M, beliau terkenal ahli dalam hadist, fiqh dan teologi murid dari Imam Asy Syafi’i. Sewaktu Imam Syafi’i meninggalkan Bagdad beliau berkata ” Saya tidak meninggalkan diBagdad orang yang lebih a’lim dan lebih cerdas selain dari Ahmad ibn Hambal”. Pertama kali beliau belajar pada Imam Syafi’i dan setelah cukup ilmu dan pengatahuannya lalau beliau berijtihad dan merintis suatu madzhab tersendiri yang kita kenal dengan Mazdhab Hambali.

Seperti iman-imam Mazdhab yang terdahulu banyak pula ulama-ulama besar yang datang belajar padanya. Beliau terkenal sebagai seorang yang teguh pendirian dan keras mempetahankannya.Watak itu yang menyebabkan khalifah Al makmum menyiksa dan menghukumnya yaitu dalam hal perbedaan pendapat tentang qadim atau barunya al qur’an . Menurut Al makmun sebagaimana pendapat Mu’tazilah yaitu Mazdhab resmi yang dianut oleh kerajaan Khalifah Al makmun waktu itu yang berpendapat bahwa Al QURAN itu makhluk sebab itu adalah baharu (hudust). Pendapat ini dipaksakan oleh Khlifah Al makmun tetapi Imam Ahmad ibn Hambal secara tegas dan konsekwen menolak pendapat tersebut.

Imam Ahmad ibn Hambal banyak menulis buku-buku yang berharga , Nampaknya diantara sekian banyak ilmu pengetahuannya, beliau lebih menonjol dalam hadist . Beliau menyusun sebuah Musnad yang didalamnya terkumpul hadist-hadist yang tidak ditemukan oleh Ulama lainnya. Kitab Musnad Tersebut berisi 40.000 buah hadist .

BONUS SEPULUH KALI LIPAT DARI ALLOH….

Dikisahkan oleh ja’far bin Khaththab , ketika ia bersama istrinya duduk duduk diteras depan rumahnya, datanglah seorang pengemis “Tuan kasihanilah saya….beri saya sedekah…”. Apakah engkau punya sesuatu”? tanya ja’far kepada istrinya. “Ada empat butir telur” Jawab istrinya. “Berikanlah telur itu semua kepada Pengemis itu”. Dengan patuh si istri menyerahkan empat butir telur tersebut kepada pengemis.

“Terima kasih tuan semoga Alloh Menggantikannya dengan Rizqi yang lebih banyak ” begitulah si pengemis berdo”a sebelum beranjak pergi.

“Amiiin.”Ja’far dan istrinya menjawab serempak. Mereka tersenyum bahagia karena sudah membahagiakan orang lain. Menjelang malam diluar dugaan mereka , datanglah sahabat Ja’far menghadiahkan sekeranjang telur.

“Coba hitung berapa jumlah telur dalam keranjang itu?” perintah Ja’far kepada istrinya setelah sahabatnya pergi. “Empat puluh butir, tapi sepuluh diantaranya pecah”

“Bersyukurlah engkau memberi pengemis tadi empat butir dan mendapat ganti dari Alloh SWT empat puluh butir”. “Berarti sebutir telur diganti sepuluh butir ?” Ungkap sang istrinya. Sesaat kemudian ia teringat ” Oh..iya..satu diantara empat butir yang aku berikan kepada pengimis ada satu telur yang retak…” “Apa karena itu dari empat puluh butir telur pemberian sahabatmu ,sepuluh diantaranya pecah “?

“Alloh SWT Maha Bijaksana..”Sahut Ja’far yang lalu melanjutkan,” Jika hamba Nya bersedekah dengan sesuatu yang baik, dia kan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik, Sebaliknya kalau hamba NYa bersedekah dengan sesuatu yang tidak baik . dia juga menggantinya dengan sesuatu yang sama”.

Pernah juga  di kisahkan juga Oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Salah seorang Sahabatnya pernah mendengar Ceramah tentang balasan sedekah, sedekah anda akan dibalas sepuluh kali lipat  maka yakinilah sedekah anda akan dibalas Oleh Alloh sepuluh kali lipat. Sahabatnyapun nyaris lupa akan pesan itu, ketika suatu ketika sahabatnya berpergiaan ke jawa tengah, ditengah perjalalan tepatnya di Pantai Utara Jawa (PANTURA) ia kebelet ingin buang air . Mampirlah ia ke sebuah toilet darurat ditepi jalan ,deket dengan warung makan sederhana. Habis membuang hajat ia merogoh kantongnya…tak ada uang seribuan atau uang kecil yang ada hanya uang lima puluh ribuan. Ia sodorkan uang lima puluh ribuan tersebut kepada penjaga Toilet tersebut.

“Wah …Pak ga ada uang kembaliaannya nih” Kata penjaga Toilet

“Ya…Sudah ambil saja kembaliaannya  “Sahabatnya pun berlalu tanpa beban, seringan lepasnya rasa kebelet buang air yang tertahan selama beberapa jam lamanya.

“Masya Alloh Ustadz……!!!Tak sampai satu minggu , saya dapat uang kaget tanpa alasan yang masuk akal, nilainya lima ratus ribu rupiah . Persis sepuluh kali lipat dari yang saya berikan saat buang air tempo hari di Pantura. Sahabatnya pun meyakini  sedekah itu berbalas berlipat ganda.

Dan masih banyak kisah-kisah lainnya yang menunjukan janji Alloh SWT Kepada Hamba Nya yang gemar bersedekah. Apapun bentuk sedekah kita yakinilah Bahwa Alloh Akan melipat gandakan sedekah kita. Kita belum pernah dengar Seseorang Jatuh Miskin Lantaran sering bersedekah bahkan Alloh Akan memberkan Kekayaan yang berlimpah kepada Orang yang gemar bersedekah.

Mari….kita mulai dari diri sendiri….bersedekalah agar Alloh SWT mencukupi kebutuhan kita.

HABIB UMAR MUHDHOR

MAQOM HABIB UMAR MUHDHOR

Salah satu Ijazah dzikir istighosat yang diberikan oleh maha guru saya di pesantren Darul Hadist Al faqihiyyah kepada santri-santrinya adalah Istighosat Habib Umar Al muhdhor yang senantiasa dibaca menjelang sholat subuh secara berjamaah.(“YA U’MAR BUU U’UMAR AKHWAT U’MAR SYAILILLAH’ 100 X   ‘ YA TARIEM WA AHLAHA  100 X ‘ ). Saya juga penasaran siapa sebenarnya beliau dan apa karohmanya ?

Beliau adalah putra dari Syeikh Habib Abdurrahman As-Seggaf. Beliau adalah paman sekaligus mertua dari Al imam Habib Abdullloh bin abi bakar al idrus akbar( Shohibul Raatib Al Idrus) disamping ahli tashauf beliau juga seorang wali besar yang mempunyai karamah luar biasa. Karamahnya banyak diceritakan orang diantaranya adalah bahwa  Harta benda beliau  dibiarkan begitu saja tanpa dijaga sedikitpun. Anehnya siapa saja yang berani mengganggunya pasti terkena bencana seketika itu juga walaupun seekor binatang sekalipun yang berani mengganggu tanamannya tanpa pengetahuan beliau, binatang itu akan mati seketika itu juga.

dikisahkan ada seekor burung gagak yang makan pohon kurmanya. Burung itu segera dihalaunya. Tidak lama kemudian, burung gagak itu pun kembali makan pohon kurma beliau. Dengan izin Allah burung gagak itu tersungkur mati seketika itu juga.

Pelayan beliau ada yang mengadukan tentang banyaknya kijang yang menyerang kebun beliau dan para tetangga beliau banyak yang mentertawakannya. Habib Umar menyuruh pelayannya untuk mengusir kijang tersebut yang mengganggu tanamannyan atas izin Alloh Kijang-kijang tersebut berpindah kekebun tetangganya yang menertawakan tersebut kecuali hanya seekor kijang saja yang tidak mau berpindah. Dengan mudah kijang tersebut dipegang oleh beliau dan disembelih.
Seorang datang mengadu pada beliau: “Kalung isteriku dicuri”. Habib Umar Al-Muhdhor berkata: “Katakan pada orang banyak di sekitarmu, siapa yang merasa mengambil kalung itu hendaknya segera dikembalikan, kalau tidak dalam waktu tiga hari ia akan mati dan kalung tersebut akan kamu temui pada baju pencuri itu”. Perintah beliau dijalankan oleh lelaki tersebut. Tapi tidak seorangpun yang mengaku perbuatannya. Setelah tiga hari ia dapatkan orang yang mencuri kalung isterinya itu mati. Waktu diperiksa ia dapatkan kalung isterinya itu berada dalam pakaian si mayat sebagaimana yang dikatakan oleh Habib Umar Muhdhor.

Pernah beliau memberi kepada kawannya segantang kurma yang ditempati dalam keranjang. Setiap hari orang itu mengambilnya sekadar untuk memberi makan keluarganya. Segantang kurma itu diberi berkat oleh Allah sehingga dapat dimakan selama beberapa bulan. Melihat kejadian itu si isteri tidak tahan untuk tidak menimbangnya. Waktu ditimbang ternyata hanya segantang saja seperti yang diberikan oleh Habib Umar Al-Mudhor. Anehnya setelah ditimbang kurma itu hanya cukup untuk beberapa hari saja. Waktu keluarga itu mengadukan kejadian itu pada Sayid Umar beliau hanya menjawab: “Jika kamu tidak timbang kurma itu, pasti akan cukup sampai setahun”.

Doa beliau sangat musta’jab, banyak orang yang datang pada beliau untuk mohon doa. Ada seorang wanita yang menderita sakit kepala yang berpanjangan. Banyak doktor dan tabib yang dimintakan pertolongannya. Namun tidak satupun yang berhasil. Si wanita itu menyuruh seorang untuk memberitahukan penderitaannya itu kepada Sayid Umar Al-Muhdhor. Beliau berkunjung ke rumah wanita yang sakit kepala itu dan mendoakan baginya agar diberi sembuh. Dengan izin Allah wanita itu segera sembuh dari penyakitnya.

Ada seorang lelaki yang mengadu pada beliau bahwa ia telah kehilangan uang yang berada di dalam pundi-pundinya. Beliau berdoa kepada Allah mohon agar wang lelaki itu dikembalikan. Dengan izin Allah pundi-pundi itu dibawa kembali oleh seekor tikus yang menggondolnya.

Karamah beliau banyak sekali sehingga sukar untuk disebutkan semua. Beliau wafat di kota Tarim pada tahun 833 H dalam keadaan bersujud sewaktu melaksanakan sholat zhuhur. Beliau dimakamkan di perkuburan Zanbal.

referensi http://www.allawiyyin.cbj.net

RETAK AGAMA….RENGAT AGAMA……

                                                                       KH.ILYAS RUCHIYAT

INNNALILLAHI WA INNNA ILAHI ROJI’UN…..TELAH WAFAT KH.MUHAMMAD ILYAS RUKHIYAT PADA HARI SELASA TGL 18 DEC 2007 PUKUL 16.00 BELIAU ADALAH ULAMA SEPUH PIMPINAN PONDOK PESANTREN CIPASUNG TASIK MALAYA DAN MANTAN KETUA ROIS A’M PBNU….YA ALLOH….DI TAHUN 2007 INI BETAPA BANYAK ULAMA-ULAMA…YANG TELAH KAU PANGGIL KE HADAPANMU…RETAK AGAMA INI YA ALLOH…..RENGAT AGAMA ISLAM INI YA ALLOH DENGAN MENINGGALNYA ORANG A’LIM….LEBIH BAIK MENINGGAL 1000 ORANG BODOH SEPERTI HAMBA…DARI PADA 1 ORANG A’LIM YANG MENINGGAL….HILANG ILMUNYA….TEMPATKAN BELIAU DALAM KEMULIAANMU YA ALLOH…AMINNN

MARHABAN YA NURUL AI’NI

ALHAMDULILLAH BERKAT DO’A ANTUM SEMUA….TELAH LAHIR PUTRI SAYA YANG KEDUA : ZAHRATUS SYITA PADA HARI SABTU TANGGAL 08 DEC 2007 JAM 08.30 SEMOGA MENJADI ANAK YANG SOLEHA..AMINNN

IBADAHNYA SEORANG HAMBA SEPERTI PEDAGANG

Tentu kita pernah dengar do’a yang di lantunkan oleh Abunawas dan sering dikumandangkan di musholla -musholla menjelang magrib atau juga sering dilantunkan di majlis ta’lim. “ILAHILASTULIL FIRDAUSIL A’LA………”wahai tuhanku aku bukan ahli surga…..dan aku juga tidak kuat dengan panas api neraka….Doa ini menggambarkan tentang keikhlasan dan rasa rendah manusia di hadapan Alloh SWT.Siapa pun yang beribadah kepada Allah karena motivasi kepentingan tertentu dengan harapan dariNya, atau beribadah dalam rangka menolak bencana dari Allah, maka sesungguhnya orang tersebut tidak berpijak dengan benar sesuai SifatNya.

Kenapa demikian?Karena betapa banyaknya orang beribadah kepada Allah tidak didasari keikhlasan (Lillaahi Ta’ala), tetapi demi yang lain, kepentingan duniawi, naiknya jabatan, dagangannya laku, bahkan demi menolak balak dan bencana atau siksa, ibadah seperti ini tak lebih dari ibadahnya seorang pedagang yang hanya mencari keuntungan duniawi semata.

Apakah Allah Ta’ala memerintahkan kita melakukan ibadah dan menjauhi laranganNya karena sebuah sebab dan alasan-alasan tertentu?

Bukankah kita beribadah karena kita harus melakukan atau menyambut sifat RububiyahNya melalui sifat Ubudiyah kita?

Bukankah segalanya sudah dijamin Allah, dan segalanya dariNya, bersamaNya, menuju kepadaNya?

Apakah Allah tidak layak disembah, tidak layak menjadi Tuhan, tidak layak diabdi dan diikuti perintah dan laranganNya, manakala Allah tidak menciptakan syurga dan neraka?

Bukankah Rasulullah saw, mengkhabarkan, “Janganlah diantara kalian seperti budak yang buruk, jika tidak diancam ia tak pernah bekerja. Juga jangan seperti pekerja yang buruk, jika tidak diberi upah ia tidak bekerja….”

Dalam kitab Zabur Allah berfirman, “Adakah orang yang lebih zalim dibanding orang yang menyembahKu karena syurga atau takut neraka? Apakah jika Aku tidak menciptakan syurga dan neraka, aku tidak pantas untuk ditaati?”

Suatu hari Junaid Al-Baghdady dibangunkan oleh pamannya sekaligus gurunya, Sary as-Saqathy.

“Ada apa paman?”

“Aku melihat seakan-akan aku ada dihadapan Allah dan Dia berkata kepada saya….Wahai Sary, Aku menciptakan makhluk mereka merasa mencintaiKu. Begitu Aku menciptakan dunia, mereka lari semua dariKu dan tinggal sepuluh persen. Lalu Aku menciptakan syurga, sisa makhluk itu pun lari semua (ke syurga), tinggal satu persen saja. Lalu Aku memberikan cobaan kepada mereka ini, mereka pun lari semua dariKu tinggal 0,9 persen. Aku bicara pada makhlukKu yang tersisa itu yang masih bersamaKu.

“Bukan dunia yang kalian kehendaki, juga bukan syurga yang kalian inginkan, juga bukan neraka yang membuat kalian lari, lantas apa yang kalian mau?”

“Engkau lebih Tahu apa yang kami mau…” jawab mereka.

“Aku hendak memnindihkan bencana cobaan pada kalian sebanyak nafas kalian, yang bisa menghancurkan gunung-gunung, apakah kalian masih bersabar?” TanyaKu pada mereka.

Dan mereka pun menjawab, “Manakala Engkau Sendiri Yang memberi cobaan, lakukanlah sekehendakMu….”

Mereka itulah hamba-hambaKu yang sebenarnya.

Semua ini jadi renungan kita agar dalam setiap niat dan motivasi ibadah kita agar semata hanya menuju Allah, Lillahi Ta’ala, agar kitater bebas dari penjara kemakhlukan, dan menyatu dalam Musyahadah denganNya. Ikhlas, adalah ruh dari seluruh ibadah kita. Bukan yang lainnya. Tentu kita juga pernah dengar pernyataan dari seorang Waliyulloh Robi’ah al adawiyah ‘bahwa aku lebih baik di neraka tapi bisa melihat Alloh dibandinkan Surga tapi aku tidak bisa melihat kekasihku (Alloh SWT). ini bukti kecintaan yang begitu dalam Robi”ah kepada Alloh SWT