Monthly Archives: Januari 2008

BEKAL KITA MENGHADAPI KEMATIAN

mayat1.jpg

Siapakah yang terdekat dengan diri kita ? yang terdekat dengan diri kita adalah kematian. Ungkapan tersebut pernah di kemukakan oleh Imam Ghozali kepada Murid-muridnya. Kematian selalu membayangi langkah kaki kita kemanapun, dimanapun , kapanpun jika Kematian menjemput maka Tidak ada seorangpun yang mampu untuk mengelaknya. Semua makhluk Alloh yang bernyawa akan mengalami yang namanya kematian.Kematian adalah Rahasia Alloh yang sulit dideteksi oleh rasionalitas dan mengandalkan hal yang bersifat empiris. Kita tidak tahu kapan sesorang akan mengalami proses kematian , apalagi untuk memajukan atau memundurkan kematian itu sendiri walaupun satu detik.

Takutkah kita mengahadapi kematian ? kematian tidak perlu ditakuti karena kita semua juga akan mati tapi kematian perlu disiapi dengan bekal kita menghadapi kematian. Bekal amal sholeh selama kita menjalani kehidupan selama di dunia. Selama ini kita jarang berfikir untuk mempersiapkan bekal kita dalam menghadapi kematian. Kesibukan kita terhadap urusan dunia kerap kali menyebabkan kita malas untuk memikirkan kematian. Kita hanya berfikir besok makan apa, bagaimana dengan kerjaan dikantor, tentang kuliah dan lain sebagainya yang telah melalaikan hati kita untuk memikirkan kehidupan yang akan datang. Renungkanlah disaat kita sibuk terhadap urusan dunia lalu tiba-tiba kematian menjemput , kita hanya seonggok daging yang tidak berarti apa-apa, dimandikan mayat kita, disholati dan dikuburkan tubuh kita dalam ruang yang sempit dan gelap , Kerabat serta teman-teman kita lalu meninggalkan kita sendirian dalam ruang yang pengab dan gelap itulah akhir dari kisah kehidupan kita di dunia, tubuh kita lama-lama akan mengalami proses pembusukan dan tinggal tulang belulang. tentu kita harus menyadari bahwa didalam tubuh kita terdapat eksitensi lain yaitu jiwa yang membalut raga kita. Kita tidak hidup untuk selama-lamanya ada kehidupan lain setelah kematian. Amal sholeh yang akan menemani kita di dalam kubur dan menjadi tiket kita untuk mencapai surga Alloh. Jika tidak dari sekarang kita mempersiapkan bekal kita menghadapi kematian kapan lagi ? sangat di sayangkan jika kita terlalu mencintai materi dan kehidupan kita yang selalu diwarnai dengan keburukan dan kejahilan yang akan mengakibatkan rusaknya pribadi kita dan juga merusak kehormatan agama. Gerak gerik kita selalu dalam pengawasan Alloh SWT sekecil apapun kita melakukan bentuk kejahatan dan maksiyat tentu akan mendapatkan balasan dari Alloh SWT. Alloh SWt tidak melarang kita untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia namun tentu kita tetap jangan melupakan untuk mempersiapakan bekal dalam menghadapi kematian. Semoga kita semua meninggalkan dunia dengan Khusnul Khotimah.

cooltext80421085.jpg


HABIB AHMAD BIN ALWI AL HADAD (HABIB KUNCUNG KALIBATA)

HABIB AHMAD BIN ALWI AL HADAD

Tak jauh dari Mall Kalibata terdapat maqom Seorang waliyulloh, Habib Ahmad Bin alwi Al hadad yang dikenal dengan Habib Kuncung. Beliau adalah seorang ulama yang memilki prilaku ganjil (khoriqul a’dah) yaitu diluar kebiasaan manusia umumnya.beliau adalah waliyullah yang sengaja ditutup kewaliannya agar orang biasa tidak menyadari kelebihannya karena di kawatirkan umat nabi Muhammad terlalu mencintainya dan agar tidak terlena dengan karamah nya tersebut maka allah swt menutup karamahnya tersebut dan hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat semua karomah Beliau.Habib Kuncung juga terkenal sebagai ahli Darkah maksudnya disaat sesorang dalam kesulitan dan sangat memerlukan bantuan beliau muncul dengan tiba – tiba .Lahir di Gurfha HadroMaut Tarim tanggal 26 sya’ban Tahun 1254 H, beliau berguru kepada Ayahandanya sendiri Habib alwi Al Hadad dan juga belajar kepada Al A’lamah Habib Ali bin Husein Al Hadad, Habib Abdurrahman Bin Abdulloh Al Habsyi dan Habib Abdulloh bin Muchsin al athos. Sebagaimana kebiasaan Ulama-ulama dari Hadromaut untuk melakukan perjalanan Ritual Dakwah ke berbagai negara termasuk ke Indonesia. Habib ahmad bin Alwi al hadad melakukan ritual dakwah ke Indonesia pertama kali singgah di Kupang dan menurut cerita Beliau Menetap beberapa tahun disana dan menikah dengan wanita bernama Syarifah Raguan Al Habsyi dan di karunai anak bernama Habib Muhammad Bin Ahmad Al Hadad. Selanjutnya Habib Ahmad bin Alwi al hadad melanjutkan dakwahnya ke pulau jawa dan menetap di Kali Bata hingga wafatnya.

Gelar Habib Kuncung yang diberikan kepada Habib Ahmad bin Alwi Al hadad yang saya tahu karena kebiasaan Beliau mengenakan Kopiah yang menjulang keatas (Muncung), dan Prilaku beliau yang terlihat aneh dari kebiasaan orang pada umumnya terutama dalam hal berpakaian. Habib Kuncung Wafat dalam usia 93 tahun tepatnya tanggal 29 sya,ban 1345 H atau sekitar tahun 1926 M dan di Maqomkan di Pemakaman Keluarga Al Hadad di Kalibata jakarta selatan.

maoqom Habib ahmad bin alwi al hadad 

MAQOM HABIB AHMAD BIN ALWI AL HADAD KALIBATA JAKSEL

Hingga kini Maqom Beliau selalu Ramai di kunjungi oleh para Peziarah dari berbagai daerah di Nusantara terutama pada perayaan Maulid yang diadakan setiap minggu pertama Bulan Robiul awal ba’da asyar.

KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ DI LUAR BATANG

Saya juga tidak menduga, sabtu malam tgl 19 jan 2008 pukul 21.00 di Masjid Luar Batang kampung saya akan kedatangan seorang Ulama Besar dari Tarim Yaman. Al a’lamah Al Hafidz Al Habib Umar bin Hafidz ( pengasuh Pon – Pes Darul Musthofa Tarim ) dan Pimpinan Majelis Rosululloh Habib Munzir Al Musawa dan para habaib lainnya. Saya bergegas memberitahu keteman-teman saya prihal kedatangan beliau. Dan benar saja ketika saya menuju masjid Luar Batang disana sudah berkumpul para jama’ah Majelis Rosululloh yang bertugas sebagai border/panitia dan jama’ah lainnya dari berbagai kawasan jakarta dan sekitarnya

suasana di halaman masjid Luar Batang

SUASANA DI HALAMAN  MASJID LUAR BATANG

Menunggu kedatangan Maha Guru Habib Umar bin Hafidz

DI DALAM MASJID LUAR BATANG

Gema sholawat dan qasidah berkumandang menyambut kedatangan Beliau. setelah hampir dua jam saya menunggu akhirnya Tibalah Rombongan Habib Umar bin Hafidz langsung menuju Maqom Al habib Husein Bin Abu bakar Al idrus luar batang, acara dilanjutkan dengan Ziarah bersama dan ditutup do’a oleh Habib Umar bin hafidz. Hati saya merasa bangga dan bahagia meyambut Zuriyyah Rosululloh SAW apalagi kapasitas Beliau Sebagai Seorang Ulama besar yang memilki banyak murid terutama di Indonesia, beliau datang bersama dengan murid kesayangan beliau Habib Munzir Al musawa. Dan Alhamdulillah saya sempat berbincang sejenak Dengan Habib Munzir Al musawa Pimpinan Majelis Rosululloh ketika beliau berada di dalam Mobil untuk kembali pulang beserta rombongan, selama ini saya hanya kenal Beliau lewat tulisan – tulisan dalam situs http://www.majelisrosululloh.org,

dan ternyata beliau seorang Ulama yang ramah dan bersahabat dari wajahnya terpancar karismatik, sayapun mempersilahkan Beliau Untuk Mampir kerumah saya yang memang tak jauh dari dari masjid Luar batang dan beliaupun hanya mengucapkan Syukron….Lain waktu Insya Alloh..dan saya juga Maklum Akan kesibukan Beliau serta jadwal beliau mengisi majelis ta’lim Sangat padat apalagi Beliau sedang dalam tugas menemani guru beliau Habib Umar Bin Hafidz.

Habib Umar bin Hafidz (kanan) Dan Habib Alwi AlMaliki (kiri)

AL HABIB ALWI AL MALIKI DAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ

Murid -Murid Habib Umar Bin Hafidz ( Habib Munzir & Habib Salim Zindan)

HABIB MUNZIR AL MUSAWA & HABIB ZINDAN

HABIB MUNZIR AL MUSAWA

Rombongan Habib Umar dan Habib Munzir Al musawa akhirnya meninggalkan kampung luar batang sekitar pukul 24.00, saya yang sejak kecil lahir dan tinggal Di Luar batang punya kebanggaan tersendiri biarpun Kampung Luar batang terletak di daerah kumuh dan padat penduduk disana terdapat Maqom Waliyulloh Al alamah Habib Husein bin Abu Bakar Al Idrus yang selalu ramai dikunjungi oleh para Peziarah dan Ulama-ulama serta Habaib dari penjuru dunia dan Nusantara terutama pada malam jum’at dan pada perayaan Maulid serta Haul beliau RA.

ziarah bersama dengan Habib Umar bin Hafidz di maqom Habib Husein luar batang

ZIARAH BERSAMA DENGAN HABIB UMAR BIN HAFDZ

Setelah rombongan pergi saya pulang kerumah, dan secara kebetulan saya mendapat kunjungan dari jama’ah Majelis Rosululloh dan yang lebih mencengankan saya diantara rombongan jama’ah majelis rosululloh turut pula anak Habib Munzir Al Musawa bernama Asmi Idrus Al Musawa yang tinggal di Condet .Rupanya Alloh SWT telah membuka jalan untuk terjalin Silahturahim dengan menghadirkan Anaknya Habib Munzir Al Musawa di rumah saya.Suatu pengalaman yang menurut saya Alloh telah kehendaki karena rasa Muhibbin terhadap Zuriiyah Rosululloh SAW.

 

PERTANGGUNG JAWABAN SEORANG PEMIMPIN

Mantan penguasa Orde Baru selama 30 tahun lebih berkuasa di Bumi Indonesia, kini tak berdaya tergolek di pembaringan rumah sakit Pertamina. Soeharto yang dulu gagah , kini tergantung dengan alat-alat bantu rumah sakit. Belum lagi Hujatan dan Tuntutan Hukum yang kini dilontarkan oleh sebagian Masyarakat Indonesia terhadap masa kepemimpinannya dulu, Masyarakat menganggap Soeharto memperkaya diri dan keluarganya serta kroni-kroninya dan meninggalkan Hutang Negara yang begitu banyak diluar negeri.Yayasan-yayasan yang dikelola oleh Soeharto yang tujuannya untuk kesejahtraan Rakyat justru dipakai untuk kepentingan pribadi, keluarganya serta kroni-kroninya. Yang jelas tampak dari penyelewengan Dana-dana Yayasan yang dibentuk oleh Soeharto dari Uang Negara adalah Sebuah Rumah milik Keluarga Soeharto yang bernilai 27 Milyar terletak di komplek Yayasan Purna Bhakti Taman Mini Indonesia, Rumah tersebut dilengkapi dengan sebuah musium yang berisi Benda-benda Koleksi Mantan Presiden Soeharto seperti Mobil Soeharto dan Istri yang tersimpan didalam kaca, ada pula Hadiah-hadiah Persembahan Dari konglemerat seperti Projogo Pangestu,Sudwikatmono dan Probosutedjo diarea pertamanannnya terdapat pula kapal perang Harimau yang dulu dikomandani Soeharto dan Mantan Pangkokamtib Soedomo. Rumah bergaya Bali itu di pelihara oleh tujuh orang pembantu. Dana tersebut yang menurut jaksa penuntut berasal dari Yayasan trikora Pimpinan Soeharto yang telah mengucurkan Dana sebesar RP3,566 milyar kepada Yayasan Purna Bhakti pada tahun 1995 dan 1996. Belum lagi peristiwa MALARI Tahun 1974, kasus Kedung Ombo, Kasus Dom Aceh , kasus Trisakti yang semuanya melibatkan Mantan Penguasa Orde Baru Yang lebih mengedepankan Tindakan Refresif dan militeristik yang Banyak memakan korban dari rakyat sipil. Dan juga sekitar tahun 1994 Rezim Soeharto memecah belah Nahdlatul Ulama ( NU ) organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan membentuk NU Tandingan yang diketuai Oleh Abu Hasan dengan maksud untuk mendulang suara Warga Nu yang hampir mencapai 30 juta jiwa dan didukung penuh oleh pemerintahan Soeharto, Namun Usaha tersebut tidak berjalan mulus, melalui Mukta’mar terpilhlah KH.Abdurahman Wahid sebagai Ketua PBNU yang didukung oleh Para Kyai-kyia sepuh.

Namun sungguhpun demikian sebagian Masyarakat lagi Menilai mereka merindukan masa-masa Kepemimpinan Soeharto , semua serba murah dan mudah dari sembako, minyak tanah,dan kebutuhan lainnya mudah diperoleh. Rakyat hanya ingin seperti dulu…kini semua serba sulit sembako mahal, minyak tanah sulit, Tempe tahu makanan andalan Rakyat kecil juga naik akibat melonjaknya kedelai bahan baku pembuat tempe tahu. Belum lagi bencana bencana yang menimpa bangsa Indonesia yang tiada henti-hentinya sepanjang tahun.

Bagaimanapun jasa Soeharto terhadap Bangsa ini juga sangat besar dalam memajukan Bangsa Ini , akan tetapi Proses Hukum tetap harus dijalankan untuk menghormati dan menegakkan Norma-norma Hukum yang telah dibuat. Apapun Hasilnya terhadap Proses Hukum Mantan Presiden Soeharto tentu akan menjadi pertimbangan sendiri bagi Rakyat Indonesia . Bagaimana Rakyat Mau memaafkan Soeharto Sementara Proses Hukum terhadap Soeharto Tidak berjalan sebagimana mestinya, sejauh mana kesalahannya ? entah apa yang ada dalam Pikiran Orang Sekaliber Amin Rais melalui pernyataannya beberapa hari yang lalu untuk memaafkan kesalahan Soeharto, padahal dulu amin Rais Gencar untuk menyeret mantan presiden Soeharto ke persidangan. Saya tidak kaget dan heran mendengar pernyataan Amin Rais, memang sejak dulu Amin Rais selalu tidak Konsisten terhadap pernyataan yang dibuatnya, Amin Rais pernah melukai Beberapa Ulama-ulama sepuh NU , Karena tidak setuju dengan Megawati yang akan mencalonkan sebagai President Ri dan di Pasanglah Gus Dur sebagai presiden alternatif walaupun Gus Dur mempunyai kekurangan Fisik, dengan memohon Restu Kepada Para Ulama-Ulama Sepuh Amin Rais berjanji akan mencalonkan Gus dur sebagai Presiden RI ke 4, namun kenyataannya setelah Gus Dur terpilih sebagai Presiden Ri 4 Amin Rais sendiri bersama kawan kawannya yang gencar untuk menggulingkan Gus Dur dari kursi kepresidenan dan mengangkat Megawati sebagai President menggantikan Gus dur, padahal sebelumnya Amin Rais anti terhadap Megawati karena perseoalan Gender. Dan saya lebih setuju dengan pernyataan Hidayat Nurwahid untuk tetap memproses mantan presiden Soeharto dan apapun hasil hukumnya nanti akan menjadi bahan pertimbangan untuk memaafkan mantan presiden soeharto.Hukum tetap harus di junjung tinggi tanpa memandang status dan jabatan agar terciptanya rasa keadilan. Soeharto harus tetap mempertanggung jawabkan selama masa kepemimpinannya kepada Rakyat Indonesia dan pertanggung jawabannya nanti Dihadapan Alloh swt. Rosululloh saw bersabda

Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawabannya atas apa yang dipimpinnya”( Bukhori ;893). Sebaik-baiknya pemimpin adalah yang mencintai Rakyatnya dan dicintai Rakyatnya, dan seburuk buruknya pemimpin adalah yang membenci rakyatnya dan dibenci serta dilaknat oleh rakyatnya.” Hr Muslim

Pemimpin adalah Jabatan Amanat yang selalu harus diemban dan dijalankan dengan sebaik-baiknya, sebagimana firman Alloh SWT dalam surat an nisaa ayat 68 berbunyi”

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu sekalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (An-Nisa’ : 58).

 

ayat ini mengandung arti yang umum kepada kamu sekalian, namun secara lebih khusus pembicaraan ayat ini ditujukan kepada para pemimpin dan penguasa seperti yang dipahami oleh Muhammad bin Ka’ab dan Zaid bin Aslam yang dinukil oleh Ibnu Katsir.

Pemahaman seperti ini sangat tepat, karena merekalah yang memiliki amanah yang besar untuk ditunaikan sehingga mereka diminta untuk menjaga amanah dan pemerintahan tersebut dengan benar dan adil. Jika amanah dan keadilan disia-siakan, maka umat manusia akan binasa dan negeri ini akan hancur.

Rasulullah saw mengingatkan dalam sebuah haditsnya,

Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya. Dikatakan, bagaimana bentuk penyia-nyiaannya?. Beliau bersabda, “Bila persoalan diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten, maka tunggulah kehancurannya”. (Bukhari dan Muslim).

Sayid Quthb dalam tafsir fi Dzilalil Qur’an menyimpulkan bahwa amanah yang dimaksud oleh ayat ini harus diawali dengan amanah yang paling besar yang tidak mampu diemban oleh langit, bumi dan gunung sebelumnya.

Allah swt berfirman dalam surat Al ahzab ayat 72:

Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”

Karena dengan terlaksananya amanah kepemimpinan dengan baik, maka akan terealisir secara otomatis amanah-amanah yang lain, baik terkait dengan amanah kepada Allah swt maupun amanah yang berhubungan dengan sesama hamba dan dengan diri sendiri.

Perintah amanah inilah yang berlaku universal kepada siapapun tanpa melihat sifat dan keadaan orang tersebut.

Dalam sejarah Islam yang layak dijadikan panutan, bahwa persoalan kepemimpinan merupakan persoalan yang pertama mendapat perhatian dari para sahabat Rasul setelah Rasulullah saw wafat, adalah memilih pemimpin pengganti Rasulullah saw. Bahkan mereka mendahulukan menyelesaikan persoalan ini dari pada mengubur jasad Rasulullah saw. Kemudian para sahabat sepakat membai’at Abu Bakar dan menyerahkan kepemimpinan kepadanya.Bahkan Sahabat Abu Bakar sendiri ketika terpilih sebagai Khalifah berucap ‘INNALILLAH WA INNA ILAIHI ROJIUUN”

karena Jabatan Khalifah adalah merupakan Amanat yang sangat berat dipikul oleh Sahabat Abu bakar, beliau merasa khawatir tidak bisa menjalankan kekholifahannya dengan adil .
Secara prinsipil Agama Islam selalu menginnginkan segala sesuatu itu tertata dengan baik Islam membenci kesemrawutan dan kekacauan dalam segala hal. Sampai dalam sholat, Rasulullah saw menyuruh untuk menyamakan dan meluruskan shaf dan mendahulukan orang yang lebih baik ilmu dan bacaannya untuk menjadi imam. Bahkan dalam perjalanan biasa, Rasulullah saw berpesan untuk mengangkat pemimpin diantara mereka yang melakukan perjalanan bersama.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Tidak dibenarkan tiga orang bepergian di tengah padang pasir yang tandus, kecuali jika mereka mengangkat salah seorang diantara mereka sebagai amir (pemimpin)”.

Disinilah urgensi kepemimpinan dalam Islam. Kebaikan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kebaikan roda kepemimpinan yang dijalankan di dalamnya. Islam menaruh perhatian yang besar dalam persoalan kepemimpinan. Karenanya ukuran kebaikan sebuah bangsa turut ditentukan dengan kualitas dan nilai kepemimpinan yang dianutnya. Rasulullah saw menyebutkan seperti yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra,

Umat ini masih akan tetap terjaga kebaikannya jika selalu jujur dalam ucapannya, adil dalam keputusan hukumnya dan saling berkasih sayang diantara mereka”.

Mari kita doa’kan para pemimpin bangsa ini baik itu U’maro mapun Ulama untuk tetap amanat dalam menjalankan kepemimpinannya, dan kita doakan juga Soeharto agar dia sehat dan secepatnya di proses hukum terdadap dirinya.

HABIB UMAR BIN HUD AL ATHOS ( CIPAYUNG BOGOR)

HABIB UMAR BIN HUD AL ATHOS  CIPAYUNG BOGOR
Habib Umar Bin Hud Al Athos adalah seorang ulama dan konon beliau juga seorang wali quthub usianya lebih dari 100 tahun dilahirkan di penghujung abad ke 19 di Hadramaut, Yaman Selatan. Sejak usia muda beliau telah datang ke Indonesia. Mula-mula tinggal di Kwitang, Jakarta Pusat. beliau berdakwah sambil berjualan kain di Pasar Tanah Abang. Kemudian membuka pengajian dan majelis maulid di Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Sekitar tahun 1950-an, beliau ke Mekkah dan bermukim selama beberapa tahun dan selama di mekkah beliu menggunakan kesempatan tersebut untuk belajar kepada ulama-ulama setempat. Tapi, sayangnya, saat hendak kembali ke Indonesia, ia tertahan di Singapura.

HABIB UMAR BIN HUD AL ATHOS

Pasalnya, pada awal 1960-an terjadi konfrontasi antara RI dan Malaysia, sementara Singapura masih merupakan bagian negara itu. Habib Umar baru kembali ke Tanah Air setelah usai konfrontasi, pada awal masa Orde Baru. Tapi, rupanya banyak hikmah yang diperoleh di balik kejadian tersebut. Karena, selama lebih dari lima tahun di Malaysia dan Singapura, ternyata beliau sangat dihormati oleh umat Islam setempat, termasuk Brunei Darussalam.

Karenanya tidak heran kalau orang menyebut Maulid Nabi yang diselenggarakan Habib Umar di Cipayung sebagai maulid internasional. Maulid ini dihadiri sekitar 100.000 jamaah, termasuk ratusan jamaah dari mancanegara. Untuk perjamuan makanan untuk para jamaah yang menghadiri maulid ini diperlukan ribuan ekor kambing dan berton-ton beras. Kalau ditanya orang dari mana dananya, maka Habib Umar selalu bilang dari Allah.

Sesuatu yang mungkin lain dibandingkan dengan acara-acara maulud di majelis lain adalah, tidak ada ceramah-ceramah setelah baca maulud. Acaranya langsung saja yakni baca maulud, zikir dan ditutup dengan do’a. Tidak adanya ceramah-ceramah yang sudah tradisi sejak lama itu, karena Habib Umar khawatir akan menimbulkan saling serang dan fitnah.

Kegiatan rutin Habib Umar yang lain yang memasyarakat adalah shalat subuh berjamaah di kediamannya di Condet. Setiap hari terdapat sekitar 300 jamaah subuh yang datang. Khusus pada hari Jumat, jamaahnya meningkat menjadi sekitar 1.000 orang. Setipa sabtu mereka para jama’ah diberikan pelajaran Fiqih sedangkan di Cipayung bogor tiap kamis malam diadakan pembacaan maulid diba”dan yang menarik adalah setelah diadakan kegiatan tersebut para jama’ah dijamu oleh Habib Umar Bin hud seperti nasi uduk lengkap dengan lauk-pauknya.Habib Umar meninggal dunia pada bulan Agustus 1999 di rumahnya dan dimakamkan di Wakaf al-Hawi dekat dengan pusat perbelanjaan PGC cililtan sesuai dengan wasiat beliau


SELAMAT TAHUN BARU 1429 HIJRIYAH

SELAMAT TAHUN BARU 1429 H SEMOGA DITAHUN BARU HIJRIYAH
INI KITA MENGHARAPKAN PERUBAHAN
PERUBAHAN BISA DIRENCANAKAN DENGAN MEMPERSIAPKAN PRAKONDISINYA PERLU LANGKAH -LANGKAH DRASTIS DENGAN MENGUBAH KEBIASAAN LAMA YANG MALAS DAN TIDAK JUJUR DENGAN MEMBANGUN ETOS BARU
 KERJA KERAS DISERTAI KEJUJURAN
DAN YANG TERPENTING ADALAH MARI KITA BERCERMIN DIRI
APAKAH TAHUN KEMARIN KITA BANYAK MELAKUKAN KEBAIKAN
ATAU MALAH SEBALIKNYA
DIRI KITA PENUH DENGAN LUMURAN SALAH DAN DOSA
MARI KITA BENAHI DARI SEKARANG….
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM…..

SYECK ABDUL QODIR AL JAILANI (PEMIMPIN PARA WALI)

Nama lengkap beliau adalah Abu Soleh Muyhidin Abdul Qadir bin Musa Aljaelani Alhasani Alhuseini , dilahirkan di suatu tempat bernama “JAELAN” pada tanggal 1 romadhon tahun 471 H suatu daerah yang terletak dibagian luar dari negeri THABARISTAN. Beliau masih ada nasab dengan Rosululloh SAW.Beliau sejak muda gemar menuntut ilmu diantara guru-guru beliau adalah Syeck Abi al wafa’ , Syeck Abil Khaththab al kalwadzani, dan Syeck Abil Husein Abu ya’la, dan masih banyak guru-guru lainnya . Syech Abdul Qodir Al jaelani dengan penuh jeripayah berusaha memperoleh ilmu -ilmu agama seperti ilmu Fiqh, ilmu adad, ilmu thoriqoh sehingga dirinya menyebabkan menjadi seorang yang a’lim .

Beliau selalu dalam keadaan suci ( mempunyai wudhu terus) mengerjakan sholat subuh masih menggunakan wudhu’ yang diambil ketika hendak mengerjakan sholat isya’. Apabila berhadast maka beliau cepet-cepat mengambil air wudhu’. Setiap malam sehabis sholat isya hingga menjelang sholat subuh waktu nya dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT dengan memperbanyak dzikir, tafakkur dan bertawajjuh kehadiratNYa. Sehingga beliau kurang tidur. Bagi beliau mempunyai pendirian hidup yang selalu didasarkan kepada tuntunan ajaran islam, beliau lebih suka makam rumput yang halal dari pada roti yang diperoleh dengan jalan Syubhat(samar) ini sikap kehati-hatian terhadap kehidupan dunia ini terutama terhadap benda apa saja yang syubhat kedudukannya apalagi terhadap benda yang jelas-jelas haram hukumnya.

Pada tahun 521 H/1127 M, dia mengajar dan berfatwa dalam semua madzhab pada masyarakat sampai dikenal masyarakat luas. Selama 25 tahun Syech Abdul Qadir Jaelani menghabiskan waktunya sebagai pengembara Sufi di padang pasir Irak dan akhirnya dikenal oleh dunia sebagai tokoh sufi besar dunia Islam. Selain itu dia memimpin madrasah dan ribath di Baghdad yang didirikan sejak 521 H sampai wafatnya di tahun 561 H. Madrasah itu tetap bertahan dengan dipimpin anaknya Abdul Wahab (552-593 H/1151-1196 M), diteruskan anaknya Abdul Salam (611 H/1214 M). Juga dipimpin anak kedua Abdul Qadir Jaelani, Abdul Razaq (528-603 H/1134-1206 M), sampai hancurnya Bagdad pada tahun 656 H/1258 M.

Diceritakan dalam kitab Manakib Syeck Abdul qodir al jalelani bahwa beliau melihat Cahaya agung yang memenuhi ufuk dan dari balik cahaya itu kemudian keluarlah sebuah gambaran tubuh ,lalu terdengar lah suara memanggil beliau: “Hai Abdul Qodir …!! Akulah Tuhan Mu !! sekarang aku nyatakan kepadamu bahwa semua yang haram aku halalkan padamu.” Maka berkatalah Syeck Abdul Qodir Al Jaelani :”aku berlindung kepada Alloh Dari syaithon yang terkutuk”, kemudian beliau ditanya,”Dari manakah kamu mengetahui bahwa dia aku ini syaithon…? Beliau menjawab dari perkataanmu “Telah aku halalkan yang haram padamu.”sebab aku (Syeck Abdul Qodir Al jaelani) tahu bahwa Alloh tidak pernah memerintahkan untuk berbuat kejahatan.”

Dikisahkan pula pada saat ibunya sudah berusia 60 tahun. Kemudian setelah ia menanjak ke masa remaja, ia pun minta izin pada sang ibu untuk pergi menuntut ilmu. Oleh sang ibu, ia dibekali sejumlah uang yang tidak sedikit, dengan disertai pesan agar ia tetap menjaga kejujurannya, jangan sekali-sekali berbohong pada siapapun. Maka, berangkatlah Syechk Abdul Qodir muda untuk memulai pencarian ilmunya. Namun ketika perjalanannya hampir sampai di daerah Hamadan, tiba-tiba kafilah yang ditumpanginya diserbu oleh segerombolan perampok hingga kocar-kacir. Salah seorang perampok menghampiri Syeck Abdul Qodir, dan bertanya, “Apa yang engkau punya?” Syeck Abdul Qodir pun menjawab dengan terus terang bahwa ia mempunyai sejumlah uang di dalam kantong bajunya. Perampok itu seakan-akan tidak percaya dengan kejujuranSyeck Abdul Qodir, kemudian ia pun melapor pada pemimpinnya. Sang pemimpin rampok pun segera menghampiri Syeck Abdul Qodir dan menggeledah bajunya. Ternyata benar, di balik bajunya itu memang ada sejumlah uang yang cukup banyak. Terheran-heran kepala rampok itu lalu berkata kepada Syeck Abdul Qodir: “Kenapa kau tidak berbohong saja ketika ada kesempatan untuk itu?” MakaSyeck Abdul Qodir pun menjawab: “Aku telah dipesan oleh ibuku untuk selalu berkata jujur dan tidak boleh berbohong . Dan aku tak sedikitpun ingin mengecewakan ibuku ” Sejenak kepala rampok itu tertegun dan merenung dengan jawaban syeck Abdul Qodir, lalu berkata: “Sungguh engkau sangat berbakti pada ibumu, dan engkau pun bukan orang sembarangan.” Kemudian ia serahkan kembali uang itu padaSyeck Abdul Qodir dan melepaskannya pergi. sejak saat ituKepala perampok beserta anak buahnya diberi Hidayah Oleh Alloh SWTdan bertaubat untuk tidak melakukan perbuatan merampok lagi.

Dan diantara Karomah Syeck Abdul Qodir Al Jaelani yang di terangkan dalam kitab Lubabul ma’ni, pernah ada seorang wanita berkunjung kepada Syeck Abdul Qodir Al jaelani dengan membawa anaknya agar berguru kepadanya, kemudian diperintahkan agar ia bermujahadah dan menlajani cara-cara hidup nya para ulama shalapus sholeh, lalu pada suatu saat wanita tadi melihat anaknya sangat kurus dan mengetahui anaknya makan roti yang basi dan buruk dan ketika wanita itu masuk ketempat Syeck Abdul Qodir Al jaelani dilihatnya ada tulang-tulang ayam bekas dimakan daging-dagingnya, maka wanita itu menanyakan tentang hal itu, kemudain Syeck Abdul qodir Al jaelani meletakkan tangannya diatas tulang-tulang ayam itu seraya berkata ” Bangkitlah dengan izin Alloh yang telah mengidupkan tulang-tulang yang telah hancur.” Makabangkitlah tualng-tulang itu menjadi ayam kembali seraya berkokok” laa ilaha illalloh muhammad rosululloh syeck abdul qodir waliyulloh..”

Peristiwa ini adalah merupakan Khoriqul ‘adat (diluar kebiasaan ) atau karomah yang diberikan Alloh SWT kepada wali-wali alloh, meskipun demikian itu menurut akal manusia biasa digambarkan sebagi suatu kejadian yang sama sekali tidak dapat diterima oleh oleh akal itu sendiri , akan tetapi bagaimana pun kenyataan peristiwa itu membuat akal manusia menjadi sadar untuk berkesimpulan betapa besar kekuasaan Alloh.