PERTANGGUNG JAWABAN SEORANG PEMIMPIN

Mantan penguasa Orde Baru selama 30 tahun lebih berkuasa di Bumi Indonesia, kini tak berdaya tergolek di pembaringan rumah sakit Pertamina. Soeharto yang dulu gagah , kini tergantung dengan alat-alat bantu rumah sakit. Belum lagi Hujatan dan Tuntutan Hukum yang kini dilontarkan oleh sebagian Masyarakat Indonesia terhadap masa kepemimpinannya dulu, Masyarakat menganggap Soeharto memperkaya diri dan keluarganya serta kroni-kroninya dan meninggalkan Hutang Negara yang begitu banyak diluar negeri.Yayasan-yayasan yang dikelola oleh Soeharto yang tujuannya untuk kesejahtraan Rakyat justru dipakai untuk kepentingan pribadi, keluarganya serta kroni-kroninya. Yang jelas tampak dari penyelewengan Dana-dana Yayasan yang dibentuk oleh Soeharto dari Uang Negara adalah Sebuah Rumah milik Keluarga Soeharto yang bernilai 27 Milyar terletak di komplek Yayasan Purna Bhakti Taman Mini Indonesia, Rumah tersebut dilengkapi dengan sebuah musium yang berisi Benda-benda Koleksi Mantan Presiden Soeharto seperti Mobil Soeharto dan Istri yang tersimpan didalam kaca, ada pula Hadiah-hadiah Persembahan Dari konglemerat seperti Projogo Pangestu,Sudwikatmono dan Probosutedjo diarea pertamanannnya terdapat pula kapal perang Harimau yang dulu dikomandani Soeharto dan Mantan Pangkokamtib Soedomo. Rumah bergaya Bali itu di pelihara oleh tujuh orang pembantu. Dana tersebut yang menurut jaksa penuntut berasal dari Yayasan trikora Pimpinan Soeharto yang telah mengucurkan Dana sebesar RP3,566 milyar kepada Yayasan Purna Bhakti pada tahun 1995 dan 1996. Belum lagi peristiwa MALARI Tahun 1974, kasus Kedung Ombo, Kasus Dom Aceh , kasus Trisakti yang semuanya melibatkan Mantan Penguasa Orde Baru Yang lebih mengedepankan Tindakan Refresif dan militeristik yang Banyak memakan korban dari rakyat sipil. Dan juga sekitar tahun 1994 Rezim Soeharto memecah belah Nahdlatul Ulama ( NU ) organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan membentuk NU Tandingan yang diketuai Oleh Abu Hasan dengan maksud untuk mendulang suara Warga Nu yang hampir mencapai 30 juta jiwa dan didukung penuh oleh pemerintahan Soeharto, Namun Usaha tersebut tidak berjalan mulus, melalui Mukta’mar terpilhlah KH.Abdurahman Wahid sebagai Ketua PBNU yang didukung oleh Para Kyai-kyia sepuh.

Namun sungguhpun demikian sebagian Masyarakat lagi Menilai mereka merindukan masa-masa Kepemimpinan Soeharto , semua serba murah dan mudah dari sembako, minyak tanah,dan kebutuhan lainnya mudah diperoleh. Rakyat hanya ingin seperti dulu…kini semua serba sulit sembako mahal, minyak tanah sulit, Tempe tahu makanan andalan Rakyat kecil juga naik akibat melonjaknya kedelai bahan baku pembuat tempe tahu. Belum lagi bencana bencana yang menimpa bangsa Indonesia yang tiada henti-hentinya sepanjang tahun.

Bagaimanapun jasa Soeharto terhadap Bangsa ini juga sangat besar dalam memajukan Bangsa Ini , akan tetapi Proses Hukum tetap harus dijalankan untuk menghormati dan menegakkan Norma-norma Hukum yang telah dibuat. Apapun Hasilnya terhadap Proses Hukum Mantan Presiden Soeharto tentu akan menjadi pertimbangan sendiri bagi Rakyat Indonesia . Bagaimana Rakyat Mau memaafkan Soeharto Sementara Proses Hukum terhadap Soeharto Tidak berjalan sebagimana mestinya, sejauh mana kesalahannya ? entah apa yang ada dalam Pikiran Orang Sekaliber Amin Rais melalui pernyataannya beberapa hari yang lalu untuk memaafkan kesalahan Soeharto, padahal dulu amin Rais Gencar untuk menyeret mantan presiden Soeharto ke persidangan. Saya tidak kaget dan heran mendengar pernyataan Amin Rais, memang sejak dulu Amin Rais selalu tidak Konsisten terhadap pernyataan yang dibuatnya, Amin Rais pernah melukai Beberapa Ulama-ulama sepuh NU , Karena tidak setuju dengan Megawati yang akan mencalonkan sebagai President Ri dan di Pasanglah Gus Dur sebagai presiden alternatif walaupun Gus Dur mempunyai kekurangan Fisik, dengan memohon Restu Kepada Para Ulama-Ulama Sepuh Amin Rais berjanji akan mencalonkan Gus dur sebagai Presiden RI ke 4, namun kenyataannya setelah Gus Dur terpilih sebagai Presiden Ri 4 Amin Rais sendiri bersama kawan kawannya yang gencar untuk menggulingkan Gus Dur dari kursi kepresidenan dan mengangkat Megawati sebagai President menggantikan Gus dur, padahal sebelumnya Amin Rais anti terhadap Megawati karena perseoalan Gender. Dan saya lebih setuju dengan pernyataan Hidayat Nurwahid untuk tetap memproses mantan presiden Soeharto dan apapun hasil hukumnya nanti akan menjadi bahan pertimbangan untuk memaafkan mantan presiden soeharto.Hukum tetap harus di junjung tinggi tanpa memandang status dan jabatan agar terciptanya rasa keadilan. Soeharto harus tetap mempertanggung jawabkan selama masa kepemimpinannya kepada Rakyat Indonesia dan pertanggung jawabannya nanti Dihadapan Alloh swt. Rosululloh saw bersabda

Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawabannya atas apa yang dipimpinnya”( Bukhori ;893). Sebaik-baiknya pemimpin adalah yang mencintai Rakyatnya dan dicintai Rakyatnya, dan seburuk buruknya pemimpin adalah yang membenci rakyatnya dan dibenci serta dilaknat oleh rakyatnya.” Hr Muslim

Pemimpin adalah Jabatan Amanat yang selalu harus diemban dan dijalankan dengan sebaik-baiknya, sebagimana firman Alloh SWT dalam surat an nisaa ayat 68 berbunyi”

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu sekalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu dan sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (An-Nisa’ : 58).

 

ayat ini mengandung arti yang umum kepada kamu sekalian, namun secara lebih khusus pembicaraan ayat ini ditujukan kepada para pemimpin dan penguasa seperti yang dipahami oleh Muhammad bin Ka’ab dan Zaid bin Aslam yang dinukil oleh Ibnu Katsir.

Pemahaman seperti ini sangat tepat, karena merekalah yang memiliki amanah yang besar untuk ditunaikan sehingga mereka diminta untuk menjaga amanah dan pemerintahan tersebut dengan benar dan adil. Jika amanah dan keadilan disia-siakan, maka umat manusia akan binasa dan negeri ini akan hancur.

Rasulullah saw mengingatkan dalam sebuah haditsnya,

Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kehancurannya. Dikatakan, bagaimana bentuk penyia-nyiaannya?. Beliau bersabda, “Bila persoalan diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten, maka tunggulah kehancurannya”. (Bukhari dan Muslim).

Sayid Quthb dalam tafsir fi Dzilalil Qur’an menyimpulkan bahwa amanah yang dimaksud oleh ayat ini harus diawali dengan amanah yang paling besar yang tidak mampu diemban oleh langit, bumi dan gunung sebelumnya.

Allah swt berfirman dalam surat Al ahzab ayat 72:

Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”

Karena dengan terlaksananya amanah kepemimpinan dengan baik, maka akan terealisir secara otomatis amanah-amanah yang lain, baik terkait dengan amanah kepada Allah swt maupun amanah yang berhubungan dengan sesama hamba dan dengan diri sendiri.

Perintah amanah inilah yang berlaku universal kepada siapapun tanpa melihat sifat dan keadaan orang tersebut.

Dalam sejarah Islam yang layak dijadikan panutan, bahwa persoalan kepemimpinan merupakan persoalan yang pertama mendapat perhatian dari para sahabat Rasul setelah Rasulullah saw wafat, adalah memilih pemimpin pengganti Rasulullah saw. Bahkan mereka mendahulukan menyelesaikan persoalan ini dari pada mengubur jasad Rasulullah saw. Kemudian para sahabat sepakat membai’at Abu Bakar dan menyerahkan kepemimpinan kepadanya.Bahkan Sahabat Abu Bakar sendiri ketika terpilih sebagai Khalifah berucap ‘INNALILLAH WA INNA ILAIHI ROJIUUN”

karena Jabatan Khalifah adalah merupakan Amanat yang sangat berat dipikul oleh Sahabat Abu bakar, beliau merasa khawatir tidak bisa menjalankan kekholifahannya dengan adil .
Secara prinsipil Agama Islam selalu menginnginkan segala sesuatu itu tertata dengan baik Islam membenci kesemrawutan dan kekacauan dalam segala hal. Sampai dalam sholat, Rasulullah saw menyuruh untuk menyamakan dan meluruskan shaf dan mendahulukan orang yang lebih baik ilmu dan bacaannya untuk menjadi imam. Bahkan dalam perjalanan biasa, Rasulullah saw berpesan untuk mengangkat pemimpin diantara mereka yang melakukan perjalanan bersama.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda: Tidak dibenarkan tiga orang bepergian di tengah padang pasir yang tandus, kecuali jika mereka mengangkat salah seorang diantara mereka sebagai amir (pemimpin)”.

Disinilah urgensi kepemimpinan dalam Islam. Kebaikan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kebaikan roda kepemimpinan yang dijalankan di dalamnya. Islam menaruh perhatian yang besar dalam persoalan kepemimpinan. Karenanya ukuran kebaikan sebuah bangsa turut ditentukan dengan kualitas dan nilai kepemimpinan yang dianutnya. Rasulullah saw menyebutkan seperti yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra,

Umat ini masih akan tetap terjaga kebaikannya jika selalu jujur dalam ucapannya, adil dalam keputusan hukumnya dan saling berkasih sayang diantara mereka”.

Mari kita doa’kan para pemimpin bangsa ini baik itu U’maro mapun Ulama untuk tetap amanat dalam menjalankan kepemimpinannya, dan kita doakan juga Soeharto agar dia sehat dan secepatnya di proses hukum terdadap dirinya.

4 responses to “PERTANGGUNG JAWABAN SEORANG PEMIMPIN

  1. Terlepas dari masa lalu selama kekuasaannya yang begitu besar, Mr Soeharto diakui atau tidak beliau berhasil membawa bangsa ini ke taraf yang lebih tinggi. Tapi sekarang??? . Dulu, waktu zaman Soeharto, Malaysia tak berani mengusik kita. Tapi coba lihat sekarang…..
    Salam

  2. Amin… Artikelnya lengkap dan panjang tapi gak bikin cape bacanya…

  3. makasih banget….jazakallah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s