Monthly Archives: Maret 2008

GEMERLAP PERINGATAN MAULID MAJELIS NURUL MUSTHOFA DI KALIBATA

Perayaan Maulid Agung Rosululloh Saw yang diselenggarakan oleh Majelis Nurul Musthofa di kalibata 19 maret yang lalu , adalah fenomenal , Perayaan Maulid tersebut lain dari biasanya Kedatangan Habib Hasan bin Ja’far Assegaf selaku Pimpinan Majelis Nurul Musthofa beserta rombongan disambut dengan Riuh kembang api menerangi Langit Kalibata layaknya perayaan Tahun Baru . Gemuruh sholawat yang disenandungkan para Jama’ah membuat suasana begitu meriah seperti menyambut Lahirnya Rosululloh SAW.

SUASANA PERINGATAN MAULID NABI SAW

SUASANA MAULID DI KALIBATA

Acara langsung dimulai dengan pembacaan Maulid Shimtut Duror yang dipimpin langsung oleh Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, begitu tiba waktu Mahalul Qiyam Riuh dentuman kembang api kembali bergema menerangi angkasa meyambut kelahiran Sang Nabi Agung Muhammad Saw. Begitu hanyut para jama’ah dalam sausana yang riuh yang dihadiri oleh ribuan Jamah dari berbagai Wilayah di Jabotabek, baik yang muda maupun yang tua baik yang alim maupun yang awam baik pria maupun Wanita semua larut dalam Suka cita Menyambut Kelahiran Manusia Agung Rosululloh Saw. Perayaan Maulid kali ini terasa Istimewa dengan Hadirnya seorang Ulama dari Malang Jawa timur Habib Abdurrahman Bin Abdulloh Bil faqih, beliau adalah Putra dari Seorang Wali qhutub Al ‘alamah al quthub Habib Abdulloh bil Faqih Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hadist Al Faqihiyyah

maulid.jpg

Pembicara pertama pada Perayaan Maulid di sampaikan Oleh Habib Abdurrahman bil Faqih terasa begitu menggetarkan hati para jama’ah, Nada bahasa yang terkadang pelan dan keras tak sedikit membuat jamaah terenyuh hatinya apalagi materi yang disampaikan menyangkut kehidupan Rosululloh Saw sebagai “Cahaya Manusia Pilihan” ( Nurul Mustofa) menambah kerinduan untuk berjumpa dengan Rosululloh SAW.

Acara dilanjutkan dengan Penceramah kedua yang disampaikan oleh Kh. Abdur rosyid Syafi’i dan ditutup dengan do’a serta dilanjutkan dengan berziarak kemakam Habib Ahmad bin Alwi Al hadadd ( Habib Kuncung) yang memang tak jauh dari tempat berlangsungnya peringatan Maulid.

Sungguh pengalaman yang menurut saya luar biasa yang baru pertama kali mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Nurul Musthofa begitu semarak dan meriah semoga kita semua mendapat syafa’at dari Rosululloh Saw karena cinta dan suka citanya merayakan kelahiran beliau.Amin

HADIRILAH….MAULID AGUNG ROSULULLOH SAW

KH.MOENAWIR (AHLI QURAN PENDIRI PON-PES KRAPYAK JOGJAKARTA)

Siapa yang tak kenal dengan pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh kh Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok Kh Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an)

Para Ulama peserta Mukta’mar Di Pon-pes Munawir Krapyak Jogja 

peserta muktamar NU DI PONPES MUNAWIR KRAPYAK JOGJAKARTA

Sejak usia 10 tahun Kh Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan alquran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (Kh.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh Kh Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya Kh Kholil menjadi Mak’mum.

Tahun 1888 Kh Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Alquran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga Kh Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Addimyati .

KhMoenawir Mampu menghatamkan Alquran hanya dalam Satu rakaat sholat, dan sebagai orang awan mungkin itu Mustahil dilakukan tapi bagi Kh Moenawir itu mampu . Bahkan Kh Moenawir dalam menjaga hapalannya beliau melakukan Riyadhoh dengan membaca alquran secara terus menerus selama 40 hari 40 malam sampai terlihat oleh beberapa murid nya Mulut Kh Moenawir terluka dan mengeluarkan darah.

Kedisiplinan Kh.Moenawir dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya sangat ketat bahkan pernah muridnya membaca Fatiha samapi dua tahun diulang-ulang karena menurut Kh Moenawir belum Tepat bacaannya baik dari segi makhrajnya maupun tajwidnya, maka tak heran bila murid murid beliau menjadi Ulama-ulama yang Hufadz ( hapal quran) dan mendirikan Pesantren Tahfizul quran seperti Pon-pes Yanbu’ul Qur’an kudus (Kh.Arwani Amin) , Pesantren Al Muayyad solo ( KH Ahmad Umar) dll.

Peristiwa menarik pernah dialami oleh murid KH Moenawir, sewaktu beliau disuruh oleh istri Mbah Moenawir untuk meminta sejumlah uang kepada Mbah Moenawir yang akan digunakan sebagai keperluan belanja sehari hari, Kh moenawir selalu merogoh sejadahnya dan diserahkan uang tersebut kepada Muridnya, padahal selama ini muruid-muridnya hanya tahu bahwa sepanjang waktu mba moenawir hanya duduk saja di serambi masjid sambil mengajar alquran.

Kh.Moenawir wafat sekitar tahun 1942 dan dimakamkan di sekitar Pondok pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta( bersambung)