Monthly Archives: Desember 2008

CINTANYA ROSULULLOH SAW KEPADA SAHABAT

Suatu ketika rosululloh berkumpul dengan para sahabat, namun ada salah seorang Sahabat nabi yang selalu meyembunyikan tangannya ketika berhadapan dengan rosululloh SAW. Hal tersebut terasa aneh, maka rosululloh SAW menegur sahabat tersebut yang menyembunyikan tangannya. “Kenapa kau selalu menyembunyikan tanganmu ketika berhadapan dengan ku…? ” kata Rosululloh.”saya malu Ya rosullulloh….Saya seorang tukang Kayu , tanganku ini kasar dan tidak halus seperti tanganmu dan para sahabat lainnya” Jawab Sahabat. Lalu rosululloh Saw memegang tangan sahabat tersebut lalu menciumnya dengan penuh Cinta. “Justru tangan ini yang akan menyelamatkanmu dari jiltan api neraka ” Kata rosululloh SAW. Sahabat itupun terharu betapa rosululloh seorang Nabi , pemimpin Umat mau mencium tangan seorang tukang kayu.Subhanalloh…betapa mulia akhlak Rosululloh saw

HABIB ABU BAKAR BIN MUHAMMAD ASSEGAF ( TOKOH ULAMA GRESIK )

Sebentar lagi tepatnya senin tgl 15 Desember 2008 akan di adakan Haul akbar habib Abu bakar bin Muhammad Assegaf di kota Gresik Jawa Timur. Haul yang diadakan setiap tahun akan di hadiri oleh ribuan para Muhibbin , Ulama dan Habaib dari berbagai daerah di Nusantara. Tokoh Ulama Gresik ini  telah banyak mencetak Murid -murid yang kebanyakan murid -murid beliau menjadi Ulama terkemuka sebut saja Al alamah Habib Abdul qodir bil faqih seorang Ulama Hadist dan Wali quthub pendiri Pondok Pesantren Darul hadist Al Faqihiyyah malang Jawa timur  dan masih banyak murid -murid beliau yang sebagian besar telah mendapat kedudukan yang mulia ( bergelar wali quthub).

habib-abubakar-bin-muhammad-assegaf1

Habib Abu bakar bin Muhammad Assegaf lahir di desa Besuki ( jawa timur ) sekitar tahun 1864 M. Sejak kecil telah menjadi yatim namun bakat kewaliaan dan kecintaan terhadap ilmu sudah nampak sejak umur 3 tahun.  Hati beliau telah mendapat cahaya Ladunni dari alloh SWt ini terbukti ketika beliau masih berumur 3 tahun telah mampu mengingat berbagai peristiwa dan kejadian yang telah menimpa dirinya.

Usia 8 tahun tepatnya tahun 1856 M Habib Abu bakar dikirim oleh ibunya  ke tanah leluhurnya di Sewun tarim Yaman Selatan. Di sana beliau di asuh dan dididik oleh pamannya Habib Syech bin Umar assegaf  seorang Tokoh Ulama termasyhur di kota Sewun. Kecerdasan dan kejernihan Hati  yang di miliki habib Abu bakar Assegaf  mampu menguasai beberapa bidang ilmu walaupun usianya masih relatif muda. Pamannya tak segan-segan mengajak keponakannya untuk menghadiri majlis majlis ilmu di kota Sewun dan menanamkan rasa kecintaan terhadap Alloh SWT dengan mengajari prilaku prilaku shalafus Sholeh seperti Sholat Tahajut dan puasa puasa sunnah.

Di sewun habib Abu bakar assegaf belajar juga kepada Habib Ali bin Muhammad Al habsyi ( pengarang Simtut Durror) dan menjadi murid kesayangannya. Pertama kali melihat Habib Abu bakar assegaf , Habib Ali bin Muhammad al habsyi telah melihat tanda-tanda kewaliaan dan kelak akan menjadi ulama yang memiliki kedudukan dan derajat yang Mulia. Beliau juga belajar kepada al Habib Muhammad bin Ali Assegaf, al Habib Idrus bin Umar al-Habsyi, al Habib Ahmad bin Hasan al-Atthas, al Habib Abdurrahman al-Masyhur, juga putera beliau al Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur, dan juga al Habib Syekh bin Idrus al-Idrus dan masih banyak lagi guru beliau yang lainnya.

Tahun 1881 M habib Abu bakar Assegaf kembali ke Tanah air dan Mulai melakukan ritual dakwahnya. Walaupun beliau memiliki Ilmu yang cukup mumpuni namun kerendahan hati untuk menghargai para ulama-ulama Sepuh di tanah air beliau tak segan segan untuk belajar dan minta ijazah serta barokah dari para ulama-ulama sepuh seperti Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas, al Habib Abdullah bin Ali al-Haddad, al Habib Ahmad bin Abdullah al-Atthas, al Habib Abu Bakar bin Umar bin Yahya, al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi,al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdlar, dan lain sebagainya.

Selama beberapa tahun berdakwah datanglah kegundahan hatinya , kerinduan terhadap Alloh dan Rosulnya hingga akhirnya beliau mengasingkan diri dari hirup pikuk dunia dan selama itu pula di habiskan waktunya untuk beribadah mutlak kepada Alloh , hampir 15 tahun lamanya habib Abu bakar Assegaf  mengasingkan diri dari dunia ( berkhalwat) hingga akhirnya Gurunya habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi menemuinya dan mengajaknya untuk berhenti berkhalwat dan kembali untuk berdakwah. Demi menghargai sang guru akhirnya Habib Abu bakar Assegaf  kembali melanjutkan dakwahnya . Dengan di rangkul dan di gandeng  oleh gurunya habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi , habib Abu bakar Assegaf di kenalkan kepada para Jama’ah dam murid muridnya “

Ini al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf termasuk mutiara berharga dari simpanan keluarga Ba ‘Alawi, kami membukanya agar bisa menularkan manfaat bagi seluruh manusia”.

Habib Abu bakar assegaf membuka Majlis Ta’lim di rumahnya. Kedalaman dan kejernihan hati yang dimilikinya telah melahirkan banyak murid murid yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Beliau selalu mendoakan murid-muridnya tat kala beliau menunaikan sholat malam . habib Abu bakar di samping sebagai ahli ilmi juga sebagai ahli berkah yang dapat memberikan keberkahan kepada siapapun yang datang kepadanya. Beliau menjadi rujukan dan referensi ilmu di tanah air.

habib-abu-bakar-assegaf-gresik1

Tahun 1955 dalam usia 91 habib Abu bakar bin Muhammad assegaf dan di maqomkan di Kota Gresik jawa timur.


KEMATIAN MENUNGGU KITA ( SEBUAH RENUNGAN)

Seperti biasa saya sehabis pulang kantor tiba di rumah langsung duduk
bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya sangat enggan untuk
membersihkan diri dan langsung shalat.
Sementara anak2 & istri sedang berkumpul di ruang tengah.
Dalam kelelahan tadi, saya disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi2
yang menghembus tepat di muka saya.

Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya berjubah putih
dengan tongkat ditangannya tiba2 sudah berdiri di depanku.
Saya sangat kaget dengan kedatangannya yang tiba2 itu.

Sebelum sempat bertanya…. .siapa dia…tiba2 saya merasa dada saya sesak…sulit untuk bernafas…. .
namun saya berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya.

Yang saya rasakan waktu itu ada sesuatu yang berjalan pelan2 dari dadaku…… terus  berjalan…. .
kekerongkonganku. …sakittttttttt ……..sakit. ….. rasanya.
Keluar airmataku menahan rasa sakitnya,… . ya Alloh ! ada apa dengan diriku…..
Dalam kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar dari tubuhku…kkhh. ……..khhhh. …. kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya,
amat teramat sakit. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi… Badanku gemetar…peluh keringat mengucur deras…. mataku terbelalak.. …air mataku
seolah tak berhenti. Tangan & kakiku kejang2 sedetik setelah benda itu meninggalkan aku.
Aku melihat benda tadi dibawa oleh orang misterius itu…pergi. ..berlalu begitu saja….hilang dari pandangan.

Namun setelah itu……… .aku merasa aku jauh lebih Ringan, sehat, segar, cerah… tidak seperti biasanya.
Aku herann… istri & anak2 ku yang sedari tadi ada diruang tengah, tiba2 terkejut berhamburan ke arahku.. Di situ aku melihat ada  seseorang yang terbujur kaku ada tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. siapa dia???????.. . Mengapa anak2 & istriku memeluknya ! sambil menangis… mereka menjerit…histeris ……terlebih istriku seolah tak mau melepaskan orang yang terbujur tadi…
Siapa dia……… ….????? ???
Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan.. ..dia…. ….dia.. …..dia mirip dengan aku….ada apa ini Tuhan…???? ????
Aku mencoba menarik tangan istriku tapi tak mampu….. Aku mencoba merangkul anak2 ku tapi tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku.
Aku coba jelaskan kalau aku ada di sini.. Aku mulai berteriak… ..tapi mereka seolah tak mendengarkan aku seolah mereka tak melihatku… .
Dan mereka terus-menerus menangis…. aku sadar..aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku Aku telah mati….aku telah mati.
Aku telah meninggalkan mereka ..tak kuasa aku menangis…. berteriak. …..Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat sedih..
selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka..Belum banyak yang bisa kulakukan ! untuk membimbing mereka.


Tapi waktuku telah habis……. masaku telah terlewati… . aku sudah tutup usia pada saat aku terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja.
Sungguh bila aku tahu aku akan mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, Beribadah, untuk keluarga dll.

Aku menyesal aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam keadaan BELUM IBADAH.

mati



ya alloh  ….., JIKA kau ijinkan keadaanku masih hidup dan masih bisa membaca tulisan ini sungguh aku amat sangat bahagia.
Karena  aku MASIH mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa & berbuat kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah
berada pada keadaan yang lebih siap. ( kiriman saudari Eva mardiah set jen depag )