Monthly Archives: Juni 2009

PERINGATAN HAUL MAHA GURU PON-PES DARUL HADIST ALFAQIHIYYAH MALANG JAWA TIMUR

Tulisan ini kiriman dari Ustadz Ahmad prapanca dan  Habib Munzir Al musawa ( majelis Rosululloh ) yang menghadiri Haul Maha Guru Pon-pes Darul Hadist Al faqihiyyah di malang  Jawa Timur tanggal 21  Juni 2009 .

maha guru pon-pes Darul hadist alfaqihiyyahMaha guru Pon-pes darul Hadist Al faqihiyyah Alhabr Al habib Abdul qodir Bil Faqih Dan Al Musnid Al habib Abdulloh bil Faqih

berikut Tulisan habib Munzir Al Musawa :

Putra Mahkota dari Al Habib Abdullah Balfaqih adalah Assayyid Abdulqadir, Assayyid Muhammad, dan Assayyid Abdurrahman, ketiganya hadir dan menyemerakkan acara tsb.

Diantara penjelasan dalam ringkasan Manakib yg dibacakan adalah bahwa Alhabib Abdullah dan ayahnya (alaihima Rahmatullah) adalah Mursyid Thariqah Alawiyyah, maka murid muridnya pun dituntun untuk mengikuti Thariqah Alawiyyah, yg sejalan dg Alqur’an dan sunnah.

Acara selesai beberapa menit sebelum adzan dhuhur, ribuan massa mengerubuti karung dosa ini., dan saya kembali ke kediaman hb Husein Mauladdawilah dg tubuh seakan hancur sebab kerubutan massa, Hb Husein menyediakan kamar khusus, saya berwudhu dan saya rasakan air yg sangat sejuk, maka selepas wudhu saya rebahkan diri di kamar tsb krn kelelahan dan kira kira 50 menit terlelap , saya keluar kamar dan sudah ditunggu banyak tamu yg ingin beramah tamah sesaat dan foto bersama, lalu pk 13.30 wib menuju Bandara Abdurrahman Saleh untuk kembali ke Jakarta
Risalah ini saya tulis diatas ketinggian ribuan meter dari permukaan, disampingku gumpalan gumpalan awan dan gunung gunung kokoh sebagai lambang kekuatan Allah swt, bagaikan para wali Allah dan Ulama yg bagaikan gunung gunung penguat ummat, sebagai lambang kekuatan Allah swt di dunia dan akhirat

(Ditulis oleh Alhabib Munzir Almusawa)

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memudahkan alfaqir berangkat menghadiri Haul orang-orang Mulya yang diRidhoiNya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdullah bin Abdulqadir Balfaqih, dan haul ayahandanya yaitu Al Hafidh Al Musnid Alhabib Abdulqadir bin Ahmad Balfaqih,di pondok pesantren yang didirikannya ponpes Darul Hadist al Faqihiyyah Malang jawa Timur.Sholawat dan salam semoga Allah swt limpahkan untuk junjungan kita Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan dzuriyyatnya jg kita umatnya hingga Akhir zaman.

Perjalanan alfaqir awali dari Kantor dibilangan Cikini JakPus setelah ba’da Jum’at menuju stasiun senen Jakarta dengan menumpang kereta api MataRemaja tujuan senen-Malang ditemani terik matahari yang menyengat tubuh namun semangatku menuju kesana malah makin berlipat,diatas kereta telah menunggu guru-guru saya yang mereka adalah alumni ponpes Darul Hadist dengan 27 orang jamaah lainnya terdiri dari anak2 muda juga ibu2 para muhibin yang sangat mencintai dzurriyyati Rasul saw khususnya para pendiri ma’had Darul Hadist.

Waktu menunjukkan pukul 14;15 kereta mulai bergerak diiringi doa kami juga antum semua perjalanan kami dan Rombongan dimulai,satu demi satu stasiun kami lewati selama -+19 jam kami diatas kereta pemandangan indah hijaunya sawah dan bukit-bukit yang menandakan kekuasaan ilahi Robbi membuat kami terhibur dengan jenuhnya situasi diatas kereta,Alhamdulilla h tanpa halangan lagi2 Allah menunjukan keRidhoanNya kepada kami hingga tiba dengan selamat,kira2 pukul 9;30 hari berikutnya, sampailah kami di stasiun tujuan yaitu stasiun Malang.

Sejurus kemudian kami melangkahkan kaki keluar dari stasiun menuju penginapan walau dalam keadaan lelah saya mengajak Ust.M.Khozin dan beberapa orang lainnya melintasi jalan2 dikota Apel tsb sedang dgn berjalan kaki dan sebagian rombongan lagi naik angkot,ditemani terik matahari namun tidak menghilangkan sejuknya kota Malang yang dikelilingi Gunung dan perbukitan,beberapa Hotel kami datangi tuk memboking kamar hingga akhirnya kami dapat kamar di Hotel Santosa yang letaknya beberapa ratus meter saja dari ponpes Darul Hadist dekat alun2 kota Malang.

Setelah beristirahat kira2 1 jam kami mencari makan siang dan berkeliling kota Malang mencari oleh2 kemudian kembali ke Hotel tuk beristirahat. Ba’da Ashar kami lanjutkan berziarah ke Makam Orang yang di Mulyakan Allah swt yaitu Maqam Alm.Prof.Dr alImam alHafidz alMusnid alHabr Habib Abdullah bin Abdul Qadir balFaqih disana telah berkumpul Ribuan jamaah tuk melangsungkan Acara Tahlilan dan Doa bersama dipimpin oleh anak2 dari almarhum dan juru kunci Maqam,acara berlangsung -+1 jam yang ditutup dengan doa.

Kota Malang hari itu benar2 menjadi kota santri dimana setiap orang memakai sarung,Peci putih dan Gamis berseliweran baik di jalan2 kota maupun ditoko2 super market pemandangan menjadi terbiasa dgn seragam yang mencirikan Muslim tsb.Selesai acara kami bersilaturahim ke rumah2 muallim pengajar ponpes Darul Hadist.akhirnya tibalah waktu Magrib kami lanjutkan perjalanan ke Masjid Agung di dpn alun2 kota Malang tuk melaksanakan sholat Magrib.Selesai sholat kami menuju ponpes untuk mengikuti acara hataman Qur’an didepan ponpes berdiri tenda yang memanjang kira2 hingga 500 m dengan panggung sekitar 20 m yang telah penuh sesak dengan para jamaah sedang diatas panggung puluhan para Habaib dari berbagai pelosok negri ini.Dalam kesempatan tersebut saya tak menyia2kannya dengan mengambil gambar didlm ma’had juga bertabarruk dengan mencuci muka jg menghirup air dari pesantren tsb dengan harapan semoga anak keturunanku dapat mencicipi belajar ditempat mulya itu,di ponpes tsb ada ruang yg bernama ruang/pintu Bukhari yang biasa dipakai oleh Habib Abdullah bilFaqih sebagai kantor hanya orang tertentu yg dapat masuk ruang tsb,setelah berdoa di dpn pintu tsb ust.M.khozin mencium pintu tsb dengan dibarengi tetes air matanya tanda rindu pada sang Guru yang Mulya.aku terharu..dan membuatku terenyuh betapa bangganya orang yg sempat bertemu dan mencicipi pengajaran dari Guru Mulya nan lembut ini, tak terasa air matakupun jatuh..Allahu. .Allah..

Setelah mengambil gambar tempat mulya tsb aku beranjak mendekati panggung tempat acara namun sayang pihak panitia tidak mengizinkan jamaah mengambil gambar dlm acara tsb,setelah hataman Qur’an acara dilanjutkan dengan Tausyiah oleh tuan rumah AlHabib muhammad bin Abdullah BalFaqih,dengan menggebu2 Beliau mengingatkan para jamaah tuk selalu menjaga adabnya terhadap Guru/Muallim para staff penggajar berkali2 Beliau meneteskan air mata merindukan sosok sang ayah yg mengajar dengan kelembutan & ketegasan dan juga mengajak jamaah Muslimin/mat agar tidak mudah di adudomba dengan adanya PilPres,kemudian di lanjutka dengan doa oleh Habib Hud bin Bagir dari Jakarta acara ditutup dengan walimatunnikah anak dari slah satu staff pengajar.

Dalam setiap acara yang di adakan tidak henti2nya nmasi kembuli diajikan tuk para jamaah baik dimaqam maupun di ponpes jadi tuk pengalaman anda tak perlu khawatir akan kelapara atau kehausan,Acara khataman berakhir pada jam -+10 an kemudian acara ramah tamah antar alumni yang telah berpisan tahunan atau puluhan tahun.kemudian kami kembali ke Hotel sebelumnya berkeliling di alun2 sekedar membeli jagung bakar.

Pagipun menjelang acara pamungkas segera di mulai waktu menunjukan jam 7;00 namun kami terlebih dahulu menziarahi Maqam,Kubah biasa disebut oleh para santri disanapun telah berkumpul ribuan orang tuk melaksanakan ziarah perpisahan,selesai itu kami bergegas ke ponpes tuk mengikuti acara inti Haul AlMusnid alHafizd alHabr Habib Abdullah dan ayahanda Beliau alHabib Abdul Qadir BqlFaqih,acara diawali dgn pelantunan Qasidah yang di sukai oleh Almarhum,kemudian pembacaan Manaqib pada saat itulah muncul sosok yang tak asing bagiku dan para jamaah Guru Mulya kita AlHabib Munzir alMusawa dengan dikawal 2 orang Habib lainnya,namun dengan Mudah aku menerobos para jamaah dan dengan santai dapat menyentuh tangan nan lembut dan Mulya itu tanpa rintangan pikirku..’Kok. .mudahan mencium tangan Beliau disini’ wah..Allah swt telah memudahkanku inipun salah satu nikmatNya swt kemudian acara dilanjutkan sambutan2.

1.Sambutan tuan rumah
yang di wakili oleh Hb.Muhammad BalFaqih.
2.sambutan wakil pemerintah oleh Syaifullah yusup.
3.sambutan oleh MENPAN Bpk M.Nuh,sekaligus peresmian Website DarulHadist.
4.ceramah agama oleh Habib Taufiq Assegaf(Tegal) .
5.ceramah oleh Kyai Kharismatik Madura (ana lupa namanya,afwan) .
6.ceramah Oleh Guru Mulya alHabib Munzir alMusawa.(yg telah sy posting dicatatan sebelumnya)
7.ditutup Doa bersama.

Setelah acara ceramah guru Mulya kita,aku tergesa2 beranjak ke Hotel mengemas barang2 takut kehabisan tiket namun tiket telah dibeli Oleh kepala rombongan yakni al Ust.M.assin tenanglah aku,setelah menunggu 3 jam tepat pukul 16:00 kereta di berangkatkan teriring doa dan niat ku tuk dapat kembali ke kota mulya ini yg pernah di huni oleh 2 orang Guru yng diRidhoi&di Mulyakan Allah swt.

dan jeda waktu menunggu kereta kami menemui seorang Habib setengah tua yang menurut Beliau bertugas mengamankan wilayah Indonesia dgn cara memasang perangkat Ghaib di wilayah2 bencana,ingin mengetahui ceritanya tunggu catatan saya berikutnya.. .

Demikian saudara/i ku..
Al Faqir Ahmad Prafanca
Wassalamualaikum wr wb.

HABIB MUHAMMAD BIN HUSEIN ALIDRUS ( ULAMA SURABAYA BERGELAR HABIB NEON )

Habib “NEON” ???? , Saya penasaran kenapa Julukan seorang Ulama termasyhur disurabaya , seorang Ahli Bait min Zurriyati Rosulillah saw digelari dengan “Neon”. Setahu saya Neon itu bahasa Jadul ( jaman dulu) adalah lampu listrik berbentuk tabung yang berisi gas Neon, Apa dulu Ulama tersebut seorang pengusaha lampu listrik Neon?? , berangkat dari penasaran saya coba cari cari sumber Referensi Kenapa Habib Muhammad yang bermarga Al idrus diberi gelar dengan Habib Neon ???

Dan ternyata Ada cerita menarik yang perna saya dengar bahwa suatu hari di Masjid  Surabaya di gelar Majlis ta’lim yang diadakan rutin setelah  ba”da isya , puluhan orang memadati masjid untuk mengikuti dan mendengarkan tausiah dari seorang ulama , tiba tiba listrik padam serentak jamaah berhamburan keluar ruangan masjid karena gelap gulita, nampak dari kejauhan seseorang menghampiri menuju masjid dengan menggunakan Gamis khas Yaman dan dipundaknya terlilit sorban berwarna hijau dan tak lain beliau adalah Habib Muhammad bin Husein Al idrus , tiba tiba saat beliau memasuki masjid ruangan masjid yang semula gelap menjadi terang terlihat pancaran cahaya dari tubuh Habib Muhammad bin husein al idrus, semua jamaah dibuat terperanjat menyaksikan kejadian tersebut. Tubuh Habib Muhammad dapat memancarkan cahaya seperti Neon ( lampu listrik) . Sejak saat itu Habib Muhammad dikenal dan dijuluki sebagai Habib Neon karena tubuhnya dapat memancarkan cahaya.

Habib Muhammad bin Husin Alaydrus (surabaya)Ulama Surabaya kelahiran Tarim Yaman tahun 1898 M , merupakan sosok ulama min auliyaillah yang menjadi panutan dan tempat Curhat para warga masyarakat baik di Surabaya maupun dari berbagai daerah di tanah air. Sejak kecil mendapat tempaan ilmu dari Ayahandanya Habib Husein bin Zainal Abidin Al idrus yang memang seorang ulama dan arif billah , Marga beliau Alidrus yang  artinya ketua orang-orang tashauf dan kebanyakan Ulama yang bermarga Alidrus ahli tashauf sebut saja Shohibul Ratib Al imam Habib Abdulloh bin Abu bakar Al idrus dan  Shohibul Luar batang Habib Husein bin bi bakar Al Idrus juga seorang Ahli Thasauf. Begitupula dengan Habib Muhammad bin Husein Al Idrus sosok ulama Surabaya yang Ahli Thasauf. Beliau gemar berpuasa karena menurutnya Sumber dari Nafsu adalah perut yang terlalu kenyang dan berlebihan , beliau melakukan Mujahadah berpuasa sepanjang tahun dan makan sahur serta berbuka puasa hanya dengan 7 butir korma itu semua beliau lakukan semata mata agar merasa dekat dengan Alloh dan mengikuti cara cara ibadah para ulama ulama salapus sholeh .

Habib Muhammad bin husein ali drus terkenal sebagai sosok ulama yang tawadhu’ dan sangat memuliakan tamu yang berkunjung kerumahnya dan selalu menghadiri setiap kali beliau diundang terutama oleh fakir miskin. Setiap tamu yang berkunjung dan bertemu Habib Muhammad bin husein al idrus merasa sangat senang akan keramahan beliau dan bahkan sepertinya Habib Muhammad  sudah tahu lebih dahulu apa yang akan diungkapkan sang tamu ini merupakan Karunia Alloh yang telah diberikan kepada Ulama min awliyaillah Habib Muhammad bin Husein al Idrus . Beliau juga sangat memuliakan para ulama ulama bahkan beliau pernah pergi berbulan bulan sekedar untuk untuk silahturahim dengan para ulama mengambil Tabaruk seperti ke Palembang, pekalongan , Tuban dan lain lain. Prilaku marga al idrus yang mengalir dalam darahnya menjadikan beliau memiliki maqom yang tinggi ahli dalam Ma’rifatulloh. Beliau tidak banyak bicara yang keluar dari mulutnya hanya merupakan untian mutiara hikmah dan dzikir, tidak pernah berbicara tentang hal hal yang tidak berguna , terkenal sangat dermawan kepada siapa saja yang membutuhkan.

habib Muhammad ( habib neon)

Sepanjang hidupnya beliau gunakan untuk berdakwah dan mensyiarkan agama alloh, tanggal 22 juni 1969 Habib Muhammad bin Husein Al idrus kembali kerahmatulloh dalam usia 71 tahun dan dimakamkam di TPU pegirikan Surabaya . Maqom beliau tak pernah sepi dari peziarah yang datang dari berbagai daerah di Nusantara terutama sekali ketika acara haul Beliau ribuan orang akan tumpah ruah kejalan.

KH.ASNAWI CARINGIN ( ULAMA DAN PENDEKAR BANTEN )

Saya teringat sekitar tahun 1992 , ketika masih di bangku Madarasah Aliyah mengadakan Tour Ziarah keliling Banten ke maqom para Auliya . Ada satu tempat yang sangat menarik yang saya kunjungi di suatu kampung bernama Caringin kecamatan Labuan Pandegalang Banten. Kampung Caringin dengan pesona Laut yang sangat mempesona diambil dari kata “beringin” yang artinya “pohon teduh yang Rindang  disana terdapat Maqom Auliyaillah seorang ulama pejuang bernama KH.ASNAWI yang orang kampung biasa memanggil dengan sebutan “mama Asnawi”  yang telah mengayomi masyarakat yang dianalogikan sebagai pohon beringin .

kh.Asnawi Caringin Banten KH.ASNAWI CARINGIN BANTEN

KH.Asnawi lahir di Kampung caringin sekitar tahun 1850 M, ayah beliau bernama Abdurrahman dan ibunya bernama  Ratu Sabi’ah dan merupakan keturunan ke 17 dari Sultan Ageng Mataram atau Raden Fattah . Sejak umur 9 tahun Ayahnya telah mengirim Kh.Asnawi ke Mekkah untuk memperdalam Agama Islam. Di mekkah beliau belajar dengan Ulama kelahiran Banten yang telah termasyhur namanya bernama Syech Nawawi Al Bantani.Kecerdasan yang di miliki beliau dengam mudah mampu menyerap berbagai dsiplin ilmu yang telah di berikan gurunya. Setelah dirasa cukup lama menimba ilmu dari gurunya maka Syech Nawawi Tanara Banten menyuruh muridnya Kh.Asnawi untuk pulang ketanah air untuk mensyiarkan agama Alloh.

Sekembalinya dari Mekkah Kh.Asnawi mulai melakukan dakwah ke berbagai daerah , karena ketinggian ilmu yang dimiliki nama Kh.Asnawi mulai ramai dikenal orang dan menjadi sosok ulama yang menjadi panutan masyarakat Banten. Situasi Tanah air yang masih di kuasai Penjajah Belanda dan rusak nya moral masyarakat pada waktu membuat Kh.Asnawi sering mendapat Ancaman dari pihak pihak yang merasa kebebasannya terusik.  Banten yang terkenal dengan Jawara jawaranya yang memiliki ilmu Kanuragan  dan dahulu terkenal sangat sadis dapat di taklukkan berkat kegigihan dan perjuangan Kh.Asnawi . Beliau juga terkenal sebagai Ulama dan Jawara yang sakti yang sangat di segani  oleh kaum Penjajah Belanda .Kh.Asnawi dalam melakukan dakwahnya juga mengobarkan semangat Nasionalisme anti Penjajah kepada masyarakat hingga akhirnya Kh.Asnawi di tahan di Tanah Abang di asingkan  ke Cianjur  oleh Belanda selama kurang lebih satu tahun dengan tuduhan melakukan pemberontakan kepada pemerintah Hindia Belanda , Apa yang dilakukan Kh.Asnawi   mendapat dukungan penuh dari rakyat dan dan para ulama  lainnya, seperti para bangsawan dan para jawara. Semenjak runtuhnya kesultanan Banten, terjadi sejumlah pemberontakan yang sebagian besar dipimpin oleh tokoh-tokoh agama. Seperti, pemberontakan di Pandeglang tahun 1811 yang dipimpin oleh Mas Jakaria, peristiwa Cikande Udik tahun 1845, pemberontakan Wakhia tahun 1850, peristiwa Usup tahun 1851, peristiwa Pungut tahun 1862, kasus Kolelet tahun 1866, kasus Jayakusuma tahun 1868 dan yang paling terkenal adalah Geger Cilegon tahun 1888 yang dipimpin oleh KH. Wasid.

Selama di pengasingan Kh.Asnawi tetap melakukan Dakwah mengajarkan Alquran dan Tarekat kepada masyarakat  sekitar dan  setelah dirasa Aman Kh.Asnawi kembali ke kampungnya di Caringin untuk melanjutkan perjuangan mensyiarkan Islam dengan mendirikan Madrasah Masyarikul Anwar dan Masjid Salapiah Caringin sekitar tahun 1884 Mesjid Caringin ditandai oleh denah empat persegi panjang, pada keempat sisinya terdapat serambi. Arsitektur Masjid dipengaruhi oleh unsur arsitektur lokal, terlihat dari bentuk atapnya dan ditopang oleh arsitektur asing terlihat pada bentuk jendela serta pintu dalam dengan ukuran relatif besar juga pilar-pilar yang mengelilingi Masjid. Menurut cerita bahwa Kayu masjid tersebut berasal dari sebuah pohon Kalimantan  yang di bawa oleh Kh.Asnawi ke Caringin dahulu pohon tersebut tidak bisa di tebang kalaupun bisa di tebang beberapa saat pohon tersebut muncul kembali hingga akhirnya Kh.Asnawi berdo’a memohon kepada Alloh agar diberi kekuatan dan pohon tersebut dapat di tebang serta kayunya dibawa Kh.Asnawi ke Caringin untuk membangun Masjid.

masjid_assalafi_caringin

Tahun 1937 Kh.Asnawi berpulang kerahmtulloh dan meninggalkan 23 anak dari lima Istri ( Hj.Ageng Tuti halimah, HJ sarban, Hj Syarifah, Nyai Salfah dan Nyai Nafi’ah ) dan di maqomkan di Masjid Salfiah Caringin , hingga kini Masjid Salafiah  Caringin dan maqom beliau tak pernah sepi dari para peziarah baik dari sekitar Banten maupun dari berbagai daerah di tanah air banyak pengalaman menarik dari peziarah yang melakukan i’tikaf di masjid tersebut seperti yang diungkap oleh salah seorang jamaah sewaktu melakukan i’tikaf terlihat pancaran cahaya memenuhi ruangan Masjid yang berusia hampir 200 tahun tersebut . Wallohu a’lam