Mubaligh yang Amanah

Salah seorang kawan bercerita kepada saya tentang seorang Mubaligh yang terlibat baku hantam dengan seorang  imam masjid di suatu kampung di sudut kota Jakarta. Cerita ini berawal ketika seorang Mubaligh yang diundang menjadi penceramah pada peringatan Maulid nabi Muhammad SAW . Ketika sedang berceramah ada salah seorang Jamaah yang tiba tiba nyeletuk, maka sang Mubalighpun tersinggung spontan memaki Jamaah tersebut dengan kata kata yang kurang Pantas di ucapkan seorang Mubaligh dan mengusir jamaah tersebut. Dan ternyata Jamaah yang dimaki maki serta diusir tersebut adalah Seorang Imam Masjid. Rupanya peristiwa tersebut berbuntut panjang hingga akhirnya terlibat baku hantam yang ditonton warga .

Cerita tersebut tidak jauh berbeda dengan apa yang pernah terjadi di jawa barat , seorang Khotib Masjid yang di lempari Sandal oleh Jamaah ketika menyampaikan khutbah Jumat, hal tersebut berkaitan dengan isi khutbah yang menyinggung para ulama .

Siapapun bisa menjadi Mubaligh untuk menyampaikan Risalah Islam namun seorang Mubaligh belum tentu seorang ulama. Penyampain Materi yang yang terkadang disampaikan seorang Mubaligh menimbulkan ketersinggungan pihak lain. Hal ini dibutuhkan kerarifan seorang Mubaligh untuk menyampaikan materi yang santun yang tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Muballigh adalah seorang juru da’wah yang berusaha meneruskan dan melestarikan ajaran Islam dengan jalan meningkatkan pengertian, kesadaran, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. Ajaran agama Islam tersebut merupakan tuntunan Allah swt yang membawa keselamatan dan kebahagiaan bagi ummat manusia, jasmaniah dan rohaniah, di dunia dan di akhirat.
Da’wah Islamiah merupakan tugas mulia yang dipikul oleh ummat, khususnya para muballigh, ulama, khatib dan guru yang bertujuan untuk mengajak manusia kepada kebaikan, amar ma’ruf dan nahi munkar, dengan menggunakan metode pendekatan hikmah, maui’dzah hasanah dan mujadalah billatii hiya ahsan .

Mubaligh yang di jadikan profesi dan memasang Tarif dalam setiap dakwahnya tentu akan mengurangi nilai dari dakwah islam itu sendiri. Mubaligh tersebut  memilki kemampuan berbicara dan sangat menarik perhatian serta pandai membaca situasi . Materi yang di sampaikan terkadang hanya terbatas tidak sempat dikembangkan saking larisnya. Dan tentunya karena Mubaligh dijadikan profesi ada Fee yang harus dibayarkan sebagai ganti transfortasi. Karena Mubaligh hanya dijadikan profesi maka hanya menunggu di panggil atau dundang dalam suatu acara tertentu. Saya jadi teringat ucapan guru saya ” Ilmu membutuhkan kepada Amal” Amal membutuhkan kepada Keihklasan” Dan Keihklasan membutuhkan kepada Nur ( Hati yang bersih ) ”  Bila seorang Mubaligh memiliki keihlasan dan kebersihan hati  tentu apa yang disampaikan akan membekas ( Atsar ) di hati para jamaah dan dapat memberikan keberkahan terhadap apa yang disampaikan. Keikhlasan dalam berdakwah juga akan membuahkan hasil walaupun orang itu sudah meninggal dunia. Mubaligh yang di jadikan pr0fesi akan tampil sesuai dengan permintaan baik berkaitan dengan politik maupun dukungan pengerahan massa, hal ini yang akan menodai dari nilai Dakwah islamiah itu sendiri. Kita harus mencontoh para Ulama Ulama Salafus Sholeh bagaimana mereka menyampaikan risalah dakwah dengan hati yang ikhlas , mereka para Ulama  mengarahkan seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian Muballigh menjadi tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya, Muballigh yang berkarakter seperti itulah yang punya semboyan ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah tujuan kami.

9 responses to “Mubaligh yang Amanah

  1. #CERPEN & CURHAT#
    ko kebetulan banget ya, ada judul face book seperti ini.
    nah saya mau cerita, berkaitan juga dengan judul face book ini.

    dulu saya pernah berkumpul dengan teman-teman saya dijakarta. dan teman-teman saya ini adalah teman yang berkenalan waktu pengajian dikwitang yaitu habib ali al habsy (jakarta pusat).

    ketika saya berkumpul dengan teman-teman saya ini, pikiran saya terlintas mengatakan, ulama pulau jawa yang hebat itu diantara jawa timur, jawa tengah, dan jawa barat. itu yang paling hebat itu ulamanya siapa ya??

    lalu setelah terlintas seperti itu. saya mengatakan kepada teman-teman saya itu, yang terlintas dipikiran saya ini.

    nah pas kebetulan juga, yang kumpul itu orang jawa timur asal surabaya dan kediri. jawa tengah cuma saya doank dari tegal. dan jawa barat asal jakarta, ciamis, cirebon.

    terus setelah saya mengatakan yang terlintas dipikiran saya itu. dijawab lebih dulu oleh orang jawa timur yaitu oleh orang surabaya, dijawab: ya orang jawa timur lah … jawa timur itu sumber terbitnya ilmu. bagaikan matahari yang terbit di pagi hari.

    terus dijawab sama orang jawa barat yaitu oleh orang jakarta(selatan). dijawab: ya ga bisa kaya gitu … kalo antm mengibaratkan seperti itu, orang jawa barat lah sumber dari segala ilmu. coba antm liat. habis terbitnya matahari, setelah itu tenggelamnya matahari. dan setelah tenggelamnya matahari. terbitlah cahaya bulan yang indah yaitu seperti bulan purnama. apakah itu tidak luar biasa??

    terus giliran saya sendiri asal jawa tengah yaitu orang tegal menjawabnya.
    jawabannya saya kaya seperti ini: kalian semua itu yang diandalkan dari ilmu kalian itu apa??
    orang jawa tengah itu tidak akan ngomong antm semua hebat dan mengancungkan jempol, sampe jempol empat diacungkan semua. jikalau antm-antm semua ini dalam kitab nahwu sorof hebat, kitab fiqih hebat, kitab tasawuf hebat, ilmu hadis hebat, sampe ibarat kitab satu gudang yang luasnya 1 hektar hafal semua, dan pake imamah tingginya kaya monas. akan tetapi, kalo ditanya sekitar, APA ITU ALAM?? ko masih bingung. orang jawa tengah tuh paling senyum doank.

    orang jawa tengah tuh kalo marah menakutkan. coba antm liat matahari kalo jam 12 siang. kalo lagi keadaan panas banget. jawa timur sampe jawa barat tuh kena semua. dan orang yang lagi beraktifitas, tidur, dsb. pasti tidak akan betah untuk menahan panasnya matahari disiang hari.

    coba saya tanya sama orang jawa timur dan jawa barat. apa pengertian dari alam sebenarnya?? soalnya, saya dengar banyak orang yang ngomong. keadaan dibumi adalah kehendak alam. jadi, kalo bumi lagi kena masalah. berati alam lagi ga bersahabat dengan bumi.

    terus saya tambahi. berati alam tuhan donk??

    terus dijawab oleh jawa timur dan jawa barat.
    yang pada intinya jawaban tersebut adalah jawaban yang sangat semrawut banget, bagi saya sendiri.
    soalnya ada yang jawab:
    alam itu ada 3. ada alam kandungan, alam dunia, alam akherat.
    dan ada juga yang jawab pengertian alam itu menyamakan dengan pelajaran geografi. dan lain-lain lah. pokoknya semrawut banget lah bagi saya sendiri.

    terus saya jawab: tu’kan … jawabannya beda-beda semua …
    padahal kalo ilmu tauhid. dari mulai nabi adam AS sampe nabi muhammad SAW. itu tetap sama jawabannya dan keyakinannya. yaitu keyakinan tetap satu terhadap ALLOH SWT adalah, DZATUL WAJIBUL WUJUD (tidak sama dengan makhluknya sama sekali).

    beda dengan ilmu yang lain selain ilmu tauhid. seperti ilmu fiqih saja. antara imam 4 aja beda. ada yang imamnya pake kunut,dsb. waktu sholat dipake. ada juga imamnya tidak menganjurkan pake kunut,dsb. waktu sholat tidak dipake.

    dan masing banyak perbedaan tentang sareat yang dipake setiap harinya. dari mulai nabi adam AS sampe nabi muhammad SAW, yang beda tentang sareat itu banyak.
    tetapi kalo tauhid. tetap satu. ga ada perbedaannya sama sekali.
    dari mulai nabi adam AS sampe nabi muhammad SAW.
    kalo dari nabi adam AS. ALLOH adalah, DZATUL WAJIBUL WUJUD. maka dari nabi adam AS sampe nabi muhammad SAW pun harus tetap ALLOH, DZATUL WAJIBUL WUJUD.

    itulah cerita tentang pertemuan saya dengan teman-teman saya dipengajian kwitang. dan mohon maaf saya tulis disini.

    mudah-mudahan penulisan ini ada manfaatnya untuk kita.

    alf. yang sebesar-besarnya dhohir wa bathin.
    ass wr wb ….

  2. sy setuju dengan tulisannya. banyak kita jumpai mubaligh yg masih brorientasi pada uang. di era globalisasi ini kita snngt membutuhkan mubaligh yg bnar2 tulus n ikhlas melakukan dakwah karna Allah. Smoga Allah slalu melindungi kita smua. Amin

  3. Ya setuju banget dengan artikel ini. Memang patut prihatin kita dengan keadaan keadaan muballigh kita akhir akhir ini. Bahkan ada sebagian muballigh yang susah dibedakan dengan anggota srimulat. Pelawak tapi muballigh atau muballigh tapi pelawak….

    pantaslah banyak pengajian dimana-mana tapi bencana juga dimana-mana….wallahu a’lam…

    • mohon maaf sebelumnya, mengenai sekarang banyak bencara kiranya sudah menjadi kehendak Allah SWT yang tertulis di lauhil mahfudz.
      Laa yushiibanaa illa maa kataaballoohu lanaa…
      Namun dengan banyaknya majelis ta’lim dan dzikir, semoga Allah menyelamatkan kita semua dari berbagai macam bencana… Amin…
      Semoga kita dijadikan orang-orang ikhlas, yang dikumpulkan dan dicintakan dengan mubaligh-mubaligh yang ikhlas… amin.

  4. Artikel ini memberikan cahaya di mana kita dapat mengamati realitas. Hal ini sangat bagus dan memberikan informasi yang mendalam. terima kasih atas artikel ini, bagus….

  5. sy setuju dgn artikel ini krn di zaman sekarang banyak acara2 yang tdak berguna yang menimbulkan dampak negatiif.

  6. Assalamu alaikum
    Afwan, hnya mau membenarkan mngkin salah ketik, karena bukan mujadalah billati hiya ahsan, tapi wajadilhum billati hiya ahsan. Dari Ud’u ila sabili rabbika bil hikmati wal mauidhlotil hasanati, wajadilhum billati billati hiya ahsan.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s