Tag Archives: FPI

FPI BERANI BERBUAT BERANI BERTANGGUNG JAWAB…..

KETUA FRONT PEMBELA ISLAM

“BERANI BERBUAT KITA BERANI BERTANGGUNG JAWAB” demikian ungkapan Habib Riziq Syihab saat Ratusan Aparat kepolisian mendatangi Markas FPI di Petamburan 3. Ultimatum pihak kepolisian untuk menyerahkan diri para tersangka kasus penyerangan FPI terhadap AKKBB pada minggu 1 juni kemarin dalam waktu 24 jam tidak di gubris FPI, Pagi hari tgl 4 jun pukul 06.00 1500 personil pihak kepolisian lengkap dengan persenjataan dan pasukan Huru-hara nya merangsek masuk ke markas FPI untuk mencari tersangka kasus penyerangan terhadap masaa AKKBB , satu persatu anggota FPI dibawa kemobil tahanan hingga mencapai 56 orang di cokok polisi untuk dijadikan tersangka maupun untuk dimintai keterangan, dan Presiden FPI pun Habib Riziq Assyihab yang didampingi Para pengacara Muslim turut serta mendampingi 56 anggotanya untuk dibawa ke POLDA METRO . Saya merasa heran begitu banyaknya personil kepolisian yang diturunkan hanya untuk menangkap beberapa tersangka yang notabennya bukan seorang penjahat ataupun Teroris , mereka hanya rakyat sipil biasa yang melakukan tindakan kekererasan itupun ada yang hanya ikut-ikutan ataupun terperovokasi hingga terjadi penyerangan tersebut. Memang sangat di Sesalkan teman-teman yang tergabung dalam LASKAR UMAT ISLAM yang di dalam terdapat FPI dan laskar-laskar lainnya, melakukan tindakan anarkis dengan melakukan penyerangan terhadap MASSA AKKBB, Saya yang menyaksikan peristiwa tersebut di layar televisi begitu terenyuh dan malu mengaku sebagai umat Islam. Penyerangan Sepihak yang dilakukuan FPI dan laskar lainnya tentu ini akan menjadi coreng bagi umat Islam. Kenapa tidak bisa menahan diri ? kita semua umat islam Ahlus Sunnah juga sedang menanti keputusan SKB pelarangan Ahmadiyah oleh pemerintah. Dengan kasus penyerangan ini tentu akan akan sia-sia perjuangan Para Ulama dan Habaib yang melarang Ahmadiyah berkembang di Tanah air.

Negara ini adalah negara hukum. sungguh khawatir kekerasan-kekerasan yang terjadi seperti kemarin itu justru akan membuat konflik horizontal berkepanjangan yang ujung-ujungnya akan merugikan umat Islam sendiri, Islam, dan Indonesia. Apalagi saat ini ‘tensi masyarakat’ sedang sangat tinggi. Karena itu pemerintah –sebagai pihak yang paling utama bertanggungjawab yang mengemban amanat dan memiliki perangkat untuk menyelesaikan permasalahan seperti konflik horizontal ini hendaknya segera bertindak sesuai kewenangannya serta sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku di negeri ini.

Lambatnya Pemerintah dalam Menerbitkan SKB pembubaran Ahmadiyah juga menjadi pemicu terjadinya konflik tersebut .Para Ulama serta kaum muslimin lainnya seadng menanti keputusan pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyyah, hingga kini Pemerintah belum mengeluarkan keputusan apapun tentang Ahmadiyyah begitupun sebaliknya Laskar umat Islam dan FPI harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan aksi selama pemerintah belum memberikan keputusan tentang SKB pembubaran Ahmadiyah, hal ini tentu akan menguntungkan Pihak Ahmadiyyah dengan kejadian penyerangan kemarin.

Sementara itu kaum muslimin sebagai mayoritas di negeri ini, terutama para pimpinan mereka –termasuk dalam rangka memperjuangkan prinsip mulia apapun– hendaklah tetap mengedepankan sikap tidak berlebih-lebihan, sikap kearifan dan kesantunan seperti yang diajarkan dan dicontohkan oleh Pemimpin agung kita, Nabi Muhammad SAW. Tidak justru mengikuti cara-cara munkar yang seharusnya kita cegah. Semangat membela Islam dan amar makruf nahi munkar, mestilah dilakukan dengan cara-cara Islami dan Santun. Mari tetap jaga ukwah islamiyyah jangan terpecah belah…kasus kemaren di monas cukuplah menjadi pelajaran berharga bahwa kekerasan tidak bisa menyelesaikan masalah bahkan akan memperkeruh suasana dan menimbulkan konflik horizontal baik sesama muslimin maupun sesama anak bangsa.