Tag Archives: luar batang

PERINGATAN HAUL KE 152 HABIB HUSEIN BIN ABU BAKAR AL IDRUS KERAMAT LUAR BATANG

Minggu pagi tgl 26 october 2008 , Sejak pagi para jama’ah dan Muhiibin dari berbagai daerah dan penjuru jakarta telah memadati Masjid Keramat Luar batang. Tak ketinggalan sayapun hadir menyambut para tamu Habib Husein bin abu bakar al idrus karena kebetulan saya lahir dan tinggal di Luar batang. Haul habib Husein yang setiap tahun di adakan minggu akhir di bulan syawal. adalah merupakan Prakarsa yang dibuat oleh Habib Utsman bin yahya yang waktu itu menjabat sebagai Mufti Betawi. Kenapa Haul diadakan akhir minggu di bulan syawal padahal habib Husein Bin abu bakar al idrus meninggal pada tanggal 17 romadhan, Menurut habib Utsman bin yahya bahwa Pada bulan romadhon para ulama dan habaib selama bulan Romadhon jarang mereka keluar rumah , mereka para ulama khusu’ ibadah kepada Alloh. Maka atas Usul habib Utsman bin yahya bahwa haul habib Husein bin abu bakar al Idrus diadakan setiap akhir Minggu di bulan Syawal, di samping mengharap keberkahan dari Shohibul Maqom juga sebagai ajang silahturahim dan halal bi halal para ulama dan para kaum muslimin. Tradisi silahturahim yang digagas para ulama terdahulu sampai saat ini masih terpelihara dengan baik, Menjelang puasa setiap  akhir kamis di bulan Sya’ban para ulama dan habaib berkumpul juga di Luar batang . Jadi setahun ada dua kali para ulama dan habaib berkumpul di luar batang yaitu akhir kamis di bulan sya’ban dan akhir minggu di bulan syawal.

Habib Ustman bin Yahya ( mufti betawi)

Acara  Haul habib Husein yang ke 152 dimulai dengan ziarah bersama diteruskan dengan pembacaan Maulid .ada yang istimewa Haul kali ini , Pembacaan maulid juga dibacakan oleh para putra-putra dari para habaib sebut saja Habib Alwi bin Abdurrahman Al habsyi (kwitang), Habib fahmi , Habib Zein dll. Mereka semua adalah para kader – kader penerus perjuangan para ulama.

Acara di lanjutkan dengan Pembacaan Manaqib Habib Husein bin abu bakar al idrus oleh habib Mustofha bin Abdulloh Al Idrus, Penjabaran serta penlelasan tentang Manaqib Habib Husein bin abu bakar alidrus oleh habib Mustofha seakan membawa jama’ah dan Muhibbin diajak kembali ke masa Silam bagaimana gigihnya habib Husein mensyiarkan Agama Islam di Batavia . (http://www.sachrony.wordpress.com/2007/08/24/habib-husein-bin-abi-bakar-al-idrus-luar-batang/)

Tausiyah disampaikan Oleh Ulama Muda dan putra serta Cucu dari Ulama Besar jakarta Habib Zindan bin Novel bin Salim Bin Zindan, Habib Zindan menekankan pentingnya kita berhusnu Zhon ( berbaik sangka) baik itu kepada para ulama dan habaib baik yang  masih hidup maupun kepada mereka yang telah wafat . Karena sesorang yang berprasangka baik kepada seseoang walaupun pada kenyataannya tidak benar itu akan mendapat pahala dari Alloh Swt sedangkan orang yang berburuk sangka kepada seseorang akan jauh dari rahmat Allloh. Dikisahkan bahwa Syeck Abdul qodir jailani sewaktu mendengar bahwa  disuatu negeri ada seseorang yang menjadi ahli ilmu dan wali, maka dengan Niat mengambil berkah dari wali tersebut Syech Abdul qodir jailani pergi untuk menemui Ulama dan Wali besar tersebut. Ditengah perjalalan Syeck Abdul qodir al jailani bertemu dengan seseorang yang kebetulan punya maksud yang sama untuk bertemu dengan Ulama dan wali besar tersebut. hanya saja orang tersebut punya niat ingin menguji ilmu yang dimiliki oleh Ulama besar tersebut . Sesampainya ditempat yang di tuju mereka disambut oleh Ulama tersebut, belum sempat mereka berdua mengutarakan niatnya , sang ulama tersebut mendahului biacara ” Kau kemari hanya ingin menguji ilmu yang kumilki ketahulilah kelak kau akan mati dalam keadaan keluar dari Islam karena kesombongan ilmu yang kau miliki. Dan kau Abdul Qodir jailani kelak kau akan menjadi ulama dan wali besar dan Telapak kakimu berada di pundak para wali-wali dan kau akan menjadi pemimpin para wali.Dan hal ini terbukti apa yang telah disampaikan oleh Ulama tersebut Orang yang punya niat dan berprasangka jelek kepada dirinya akhirnya meninggal dalam keadaan tidak membawa iman , dia tenggelam dalam urusan dunia . Sedangkan Syech Abdul qodir al jailani telah menjadi Ulama besar dan manjadi pemimpin para wali sedunia ( Sulthon Awliya).

Acara haul ditutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan sholat zhuhur berjama;ah serta santap nasi kebuli . Semoga Alloh memanjangkan umur kita untuk dapat mengikuti acara haul habib Husein bin abubakar al idrus tahun depan Amin

MAULID AGUNG DI MAQOM HABIB HUSEIN BIN ABUBAKAR ALAYDRUS LUAR BATANG

Suasana dari tahun ketahun yang tak pernah berubah dari peringatan maulid Nabi Muhammad saw di Luar Batang adalah ketika selesainya Acara Maulid Jamaah akan berebut hidangan Nasi kebuli walaupun hanya dapat menikmati sesuap saja, Hidangan khas timur tengah ( nasi kebuli) menjadi rebutan dari para jamah nyaris membuat suasana tidak tertib. Saya sendiri yang duduk manis menanti hidangan tersebut tidak kebagian karena banyaknya Jamaah yang tidak sabar ingain menikmati kebuli yang diyakini penuh keberkahan tersebut.

Acara di mulai sejak pagi pukul 09.00 dengan melantunkan qasidah serta sholawat nabi yang diiringi dengan Hadroh menambah rasa kerinduan terhadap Rosululloh dan shohibul Maqom Habib Husein bin abu bakar alaydrus. Dilanjutkan dengan Ziarah bersama dan pembacaan Maulid Simtut Duror, yang membuat saya sedih dalam peringatan Maulid kali ini ini yang biasa memberikan sambutan Sebagai pengurus Maqom Habib Husein bin abubakar alaydrus adalah Habib ali alaydrus namun beliau telah berpulang kerahmatulloh beberapa bulan yang lalu, masih terngiang dalam ingatan saya begitu menggeloranya , mengobarkan semangat ketika beliau memberikan sambuatan, kapasitas beliau yang memang bukan sebagai Mubaligh dan da’i namun pengabdian serta keihklasan sebagai pengurus maqom Habib husein bin abubakalaydrus patut diteladani.

Dari tahun ketahunpun sudah berkurang para habaib sepuh yang tampak dari peringatan Maulid kali ini , Kebanyakan dari mereka sudah berpulang kerahmatulloh dan sudah terlalu tua seperti Habib Umar al athos, Habib Syeck Ali al jufri ,dll. Namun kader kader Da’i muda dari Bany alawiyah sebagai penerus dari Risalah Perjuangan Rosululloh saw sudah mulai tampak seperi Habib Zindan bin novel yang kemaren memberikan taushiyah pada peringatan Maulid di masjid Luar batang, Habib Musthofa alaydrus, habib Munzir al Musawa , habib Hasan assegaf, Habib Ahmad bin ali asseegaf dll.

Momentum Maulid adalah merupakan hal yang sangat tepat jika mereka para ulama dan Habaib muda sebagai Kader-kader Da’i ilalloh berkumpul bersama sebagai ajang bersilahturahim sebagaimana yang telah dirintis Oleh para Pendahulu mereka. Mereka para ulama dan Habaib baik yang Sepuh maupun yang muda biasanya  Berkumpul di Masjid Luar batang untuk menjaga tali ukhwat  dengan baik. Dan mudah-mudahan Para penerus Salafus Sholeh selalu di beri hidayah oleh Alloh Swt untuk tetap Istiqomah (komitmen) dalam mensyiarkan Agama Alloh dan melestarikan Sunnah Rosul

HABIB HUSEIN BIN ABI BAKAR AL IDRUS LUAR BATANG

Ketika saya kecil hingga beranjak dewasa kampung saya selalu ramai di kunjungi oleh para peziarah baik itu dari dari jakarta dan sekitarnya maupun dari luar kota terutama pada malam jum’at.Kampung Luar batang itulah tempat kelahiran saya yang terletak di daerah padat penduduk di jakarta utara.Tepat disamping rumah saya terdapat Maqom seorang waliyulloh yang terkenal dengan karomahnya.Beliau adalah Habib husein bin abi bakar al idrus lahir di Migrab, dekat Hazam, Hadramaut, Datang di Betawi sekitar tahun 1746 M. Berdasarkan cerita, bahwa beliau wafat di Luar Batang, Betawi tanggal 24 Juni 1756 M. bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 Hijriyah. . Silsilah beliau : Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath.

Habib Husein yang lebih terkenal dengan sebutan Habib Keramat Luar Batang,menurut Habib Musthofa Alidrus yang selalu membacakan Manaqib Habib husein Alidrus pada acara haul diwaktu Habib Husein masih hidup beliau pernah berkata kepada seorang opsir belanda “nanti suatu saat kamu akan menjadi orang besar”, opsir tsb tdk mengindahkan kata2 Habib, hingga dia pulang ke negaranya lalu dipanggil lagi ke indonesia dengan jabatan tinggi, dia teringat akan kata2 Habib dan mau memberikan hadiah, lalu ditawarkan berbagai hadiah spt uang,emas dll tapi Habib tidak mau, akhirnya disepakati Habib mau menerima hadiah berupa kepemilikan daerah sekeliling yg sekarang lokasinya di makamnya itu, dulunya daerah itu adalah tempat yg kalau laut pasang terendam air, setelah dikabulkan maka di pasang patok2 kayu menandakan batas wilayah yang Habib inginkan, nah dari situ muncul kata2 “luar batang” karena dari laut tersebut keluar batang2 kayu pembatas .

Habib Husein tiba di Luar Batang, daerah Pasar Ikan, Jakarta, yang merupakan benteng pertahanan Belanda di Jakarta. Kapal layar yang ditumpangi Habib Husein terdampat didaerah ini, padahal daerah ini tidak boleh dikunjungi orang, maka Habib Husein dan rombongan diusir dengan digiring keluar dari teluk Jakarta. Tidak beberapa lama kemudian Habib Husein dengan sebuah sekoci terapung-apung dan terdampar kembali di daerah yang dilarang oleh Belanda. Kemudian seorang Betawi membawa Habib Husein dengan menyembunyikannya. Orang Betawi ini pun berguru kepada Habib Husein. Habib Husein membangun Masjid Luar Batang yang masih berdiri hingga sekarang. Orang Betawi ini bernama Haji Abdul Kadir. Makamnya di samping makam Habib Husein yang terletak di samping Masjid Luar Batang.

Habib Husein sering tidak patuh pada Belanda. Sekali Waktu beliau tidak mematuhi larangannya, kemudian ditangkap Belanda dan di penjara di Glodok. Di Tahanan ini Habib Husein kalau siang dia ada di sel, tetapi kalau malam menghilang entah kemana. Sehingga penjaga tahanan (sipir penjara) menjadi takut oleh kejadian ini. Kemudian Habib Husein disuruh pulang, tetapi beliau tidak menghiraukan alias tidak mau pulang, maka Habib Husein dibiarkan saja. Suatu Waktu beliau sendiri yang mau pergi dari penjara.

MAQOM AL HABIB HUSEIN BIN ABI BAKAR ALIDRUS

makam-luar-batang.jpg

Dulu pernah ada cerita pada waktu itu ada seseorang warga pergi kepasar dan dia membeli daging mentah, begitu akan pulang kerumah beliau mendengar kabar bahwa Habib husein bin abi bakar al idrus berpulang kerahmatulloh, maka bergegas dia pergi kemasjid untuk ikut bersama-sama sholat jenazah .Setelah selesai sholat jenazah dan ikut menguburkan dia kembali kerumah dan menyuruh sang istri untuk segera memasak daging tersebut.Namun hingga beberapa lamanya sang istri memasak daging itu tidak matang-matang.,dan masih keliatan seperti daging segar, ditengah keanehan yang terjadi sang istripun mengeluh kepada suaminya; “bang ko daging yang saya masak tidak mateng-mateng ? padahal sudah hampir setengah hari saya memasak daging itu, tapi daging itu tetap segar !. Sang suamipun juga diliputi keanehan tersebut !.Setelah beberapa lama dia berpikir akhirnya dia ingat sesuatu, sewaktu dia mengikuti majlis taklim yang diadakan oleh Habib husein bin abi bakar al idrus , beliau pernah berceramah bahwa barang siapa yang mensholati aku sewaktu aku meninggal dunia nanti, maka dia dia tidak akan bisa tersentuh oleh api neraka. Akhirnya dia mengambil pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa keanehan tersebut, dia berdoa kepada Alloh Ya Alloh mudah-mudahan aku terlindungi dari jilatan api nereka karena memuliakan Kekasih-Mu.

MAQOM HABIB HUSEIN LUAR BATANG

Karomah yang masih tampak hingga saat inilah adalah bahwa maqom beliau selama 24 jam  tidak pernah sepi dari para peziarah yang selalu membaca alquran atau sekedar berzikir.

Hingga saat ini maqam Habib husein selalu ramai di kunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah di tanah air maupun dari mancanegara.Terutama pada  malam jum’at kliwon atau perayaan tertentu seperti maulid nabi Muhammad SAW yang selalu diadakan setiap akhir minggu di bulan robiul awal dan Haul Habib husein yang diadakan setiap akhir minggu di bulan syawal.