Maqom Keramat Kampung baru Penjaringan , situs sejarah yang tidak banyak Orang tahu( Habib Abubakar Alidrus )

         Belum lama saya berkunjung kerumah salah seorang teman di daerah kampung baru kubur Koja Penjaringan , tak jauh dari sana ada sebuah makam Tua yang berumur sama dengan Maqom Keramat Luar batang. Tidak banyak orang tahu keberadaan maqom tersebut karena memang letaknya terhimpit diantara rumah penduduk dan pergudangan. Disana dimaqomkan seorang Ulama min Auliyaillah bernama Habib abu bakar Alidrus yang diperkirakan hidup pada tahun 1800 an . Menurut salah seorang pengurus maqom yang usianya hampir 80 tahun bernama Abah M. sardany yang biasa dipanggil abah mamat oleh warga sekitar , keberadaan maqom tersebut memang tidak banyak orang tahu dan ini merupakan amanat shohibul maqom ketika beliau Mimpi di datangi oleh shohibul maqom  untuk tetap menjaga kerahasiaan agar beliau tidak dikenal . Hingga saat ini amanat tersebut di pegang teguh Oleh Abah Mamat dengan tidak membuat Plang Penunjuk arah ke Maqom habib Abu Bakar Alidrus tersebut .

IMG_2491.JPG

         Ketika memasuki Maqom tersebut ada pemandangan yang berbeda , di sebelah Maqom tersebut terdapat Pohon beringin yang usianya ratusan tahun yang tumbuh subur sampai saat ini. Persis disebelah maqom Habib Abu bakar Alidrus ada maqom lain yakni Syarifah binti Abdulloh Alidrus. tidak banyak yang tahu persis sejarah kedua tokoh tersebut. Tidak banyak tulisan dan ahli sejarah yang membicarakan tentang maqom tersebut karena memang keberadaanya yang tidak banyak orang tahu. Hanya saja marga Alidrus yang dikaitkan ada hubungan tertentu dengan Maqom Keramat Luar batang Alhabib Husein Alidrus yang letaknya hampir 2 Km dari makom tersebut. Marga Alidrus sendiri pertama kali di juluki  atau digelari kepada Habib Abdulloh bin Abu bakar Assyakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah.

IMG_2486

Menurut Informasi sebelum wafat Habib Munzir Almusawa sempat berziarah kemaqom tersebut. Penasaran ??? yu berkunjung ke maqom beliau.

ASCO0794

Bersama Abah M.sardany/Abah Mamat Pengurus maqom Habib Abu bakar Alidrus

 

 

Syech Ali Mahmud Jalaluddin Al Yamani ( Wali Mastur di Penjaringan )

              Belum lama ketika saya kunjungan  tugas di Musollah Al Barkah Rawa bebek , saya menjumpai sebuah Makam yang letaknya di tengah pemukiman padat penduduk di Rawabebek Penjaringan Jakarta utara. Dimakam tersebut dimakamkan seorang Wali mastur bernama Syech Ali Mahmud Jalaluddin Al Yamani yang dikenal dengan Syech Ali Alyamani. Saya yang kelahiran penjaringan sendiri tidak mengetahui ada makam seorang wali penyebar islam ditempat tersebut. Selama ini yang saya tahu ada dua Makam Wali di penjaringan . Pertama di tempat kelahiran saya di Luar batang yaitu Makam Alhabib Husein bin abu bakar Alidrus  dan yang kedua Makam Syech Abu bakar di kampung baru kubur koja .

IMG_0908

              Syech Ali Mahmud Alyamani di lahirkan di Tarim Yaman  pada hari jumat, 23 Agustus 1793 M atau 16 Muharam 1208 H. Sebagaimana kebiasaan para leluhurnya ulama-ulama tarim dari hadromaut dalam menyebarkan dan mensyiarkan Islam , Syech Ali mahmud Al yamani singgah ke Batavia / Jakarta bersama 13 muridnya. Beliau mengajarkan islam di daerah rawa bebek penjaringan kepada masyarakat sekitar. Dan beliau  menikahi wanita pribumi betawi bernama Solikha, penampilan beliau sangat sederhana tidak nampak sebagai ulama besar padahal dari sisi keilmuan beliau sangat tinggi. bahkan murid murid beliau seperti Kh Kholil Bangkalan madura dan Kh Hasyim Asyari pernah belajar kepadanya,

IMG_0899

Tidak banyak dari sejarah riwayat beliau yang di ketahui oleh kalayak . Karena menurut informasi dari Ahli baitnya bahwa beliau berpesan kepada murid-murid beliau untuk tidak menyebarkan tentang dirinya melainkan untuk menyebarkan apa yang beliau ajarkan . Sebelum terungkap dan ditemukan oleh keluarga Syech Ali Alyamani bahwa makam tersebut oleh warga sekitar diketahui bernama Syech Antoni , namun belakangan ini keluarga dari Syech Ali alyamani mengungkap tentang sejarah bahwa makam tersebut Adalah Makam seorang Ulama besar bernama Syech Ali Mahmud Jalaluddin Al Yamani . Hingga saat ini makam tersebut Mulai ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai daerah. Makam yang terletak di pemukiman padat penduduk selayaknya di buatkan cagar budaya karena Syech Ali Alyamani termasuk Ulama penyebar Agama Islam di Jakarta sama dengan Habib husein bin abu bakar alidrus luar batang. Menurut cerita dari warga sekitar seminggu sebelum Habib Munzir almusawa wafat beliau sempat berziarah ke makam tersebut.

Untuk mencapai Lokasi Makam tersebut sekarang dibuat mudah. setelah dibuat Plang Makam menuju lokasi persis keluar tol Gedong panjang langsung bisa menuju makam tersebut.

 

 

 

Haul Akbar Guru besar Pon-Pes Darul hadist Alfaqihiyyah malang

foto 1(15)

 

foto 2(15)

 

Jadwal Maulid Nabi Muhammad saw

Undangan buat Muhibbin

Pencinta Maulid nabi Muhammad saw tahun 2016-2017

buka https://sachrony.wordpress.com/undangan/

$1CD

 

KESHOLEHAN YANG PUBLIKATIF

hqdefault

      Saya berkenalan dengan seseorang di Sosial Media , seorang keturunan /Muallaf yang ceritanya telah melanglang buana berdakwah kesana kesini . Menurut ceritanya pula  dia telah memberikan Konstribusi buat umat Islam dan  katanya juga telah menemukan Tuhan, lalu mulailah dia Mempublikasikan kesholehannya dengan balut sorban , menampilkan foto-foto selama kegiatan. Muncul keisengan saya dengan mencoment statusnya di Sosial media . Bukan main marahnya dia lalu mulailah jari -jari memaki dan menampakan kejumawaannya yang tinggi, merasa hebat, Superior , dan paling Sholeh. 

     Zaman sekarang baik di area nyata maupun di dunia Sosial Media , banyak orang menipu dan tertipu atas pesona kesalehan yang mudah dipublikasikan . Baju gamis putih dengan sorban besar serta ‘imamah yang melingkar di atas kepala dengan segera mendapat Titel  kesalehan, meskipun orang yang mengenakannya itu seorang  bajingan. dan bila berada diatas Podium, seringkali seseorang telah menjadi si sholeh yg tak pernah salah, gamis putihnya bahkan seperti baju dewa yg perkasa seraya lutut menekuk kepala Jamaah  yg dianggap mengganggu da’wahnya.

Memang menanggalkan perasaan Merasa hebat  itu sulit apalagi kalau sudah bicara soal kesholehan, bila mendapat kritik atau coment atas dirinya muncul sifat Superiornya merasa dirinya lebaih baik dan merendahkan yang berbeda pendapat dengannya. Padahal Alloh mengingatkan kita untuk tidak merasa Sholeh dan merasa Hebat , bahkan Alloh lebih menyukai dan memuliakan seorang Hamba yang Salah namun tetap rendah hati dan mengakui kesalahannya. Ketimbang seorang Hamba yang Merasa Sholeh dan merendahkan orang lain.

Sifat Tawadhu seperti ini yang harus yang dimiliki seorang hamba. Semakin bertambahnya ilmu semakin bertambah rasa Tawadhunya, semakin banyak melakukan kesholehan semakin dirinya tidak ada apa apanya dimata Alloh. Maka tanggalkanlah sifat Superiormu , kesombonganmu, Keriyaanmu. Mulailah belajar menghargai , Tawadhu, Iffah dan Rendah hati. Hati hatilah dengan Ketaqwaan dan Kesholehan yang Publikatif.

$1CD

KH SANJA ( Sosok Ulama Ahli Nahwu shorof)

Saya mengenal  nama beliau  ketika saya masih dibangku madrasah Aliyah tahun 1994 diBanten. Seorang kawan pernah mengajak saya untuk ikut pengajian sorogan Kitab Alfiyah ( Gramatika bahasa Arab ) dan menurut cerita teman teman  hanya dalam jangka waktu 2 bulan seorang santri dapat hafal dan menguasai Kitab Alfiyah ibnu malik . Namun sayang saya belum diberi kesempatan untuk menimba ilmu darinya beliau telah menghadap sang khalik.

KH.Sanja terkenal akan Ilmu Nahwu shoropnya . Ilmu Nahwu Shorof  inilah yang menjadi pintu masuk pemahaman kita akan teks2 literal bahasa arab yg tdk berharokat sehingga dapat memberikan makna yg sebenarnya. Tata bahasa Arab ini belum ada di zaman Rasulullah SAW. Ini benar2 kreasi para ulama yg diberikan keluasan ilmu dan pengetahuan oleh Allah SWT sehingga pemahaman akan risalah yg saat Rasulullah hidup masih dapat ditanyakan ke beliau sementara setelah beliau wafat pemahaman akan al-quran dan hadits perlu “penjagaan” pemahaman melalui kaedah2 bahasa Arab.

 KH.Sanja  pendiri  pondok pesantren Riyadul Alfiyah  yang berlokasi di kampung kadukaweng kaduhejo Pandegelang banten. Sosoknya yang sangat sederhana mampu melahirkan ratusan Ulama yang menjadi garda depan dalam melanjutkan perjuangan Dakwahnya.

Kh.Sanja lahir di Cigintung Pandegelang pada tahun 1917 masehi. Ayahnya bernama H. kasmin bin Ki Adil ibunya bernama Hj. Elas. Murid dari Syech Adroi’ yang terkenal dengan Ilmu Nahwu Alfiyahnya mampu menjadikan KH.Sanja sebagai sosok Ulama yang Ahli dalam Gramatika Bahasa Arab . Diantara guru-guru beliau lainya adalah Syech Tubagus Ahmad Bakri  yang terkenal dengan julukan Mama Sempur .Mama sempur adalah bangsawan Banten yang berguru kepada Syech Nawawi Albantani.

Kh.Sanja terkenal juga dengan Dermawan kaya yang Tawadhu, sawahnya membentang luas . Karena kecintaan dan hobbynya yang suka bertani , KH sanja kerap kali membeli Tanah  untuk dijadikan sawah , saking hobbynya yang bertani tersebut pemerintah sempat melarangnya untuk membeli tanah kembali untuk dijadikan sawah , karena banyaknya sawah yang dimiliki KH.Sanja. Ada pengalaman unik yang saya dengar dari santri beliau, Suatu hari KH.Sanja sedang mencangkul sawahnya, datang seseorang anak muda yang berniat Mondok di Pesantren Riyadul Alfiyah pimpinan KH.Sanja. Anak muda tersebut tidak mengenal KH.Sanja , maka ketika anak muda tersebut melihat Petani sedang menyangkul sawah , anak muda tersebut minta tolong untuk di antarkan ke Pondok Pesantren Abah Sanja . Maka Petani tersebut yang tak lain adalah KH,Sanja berkenan untuk mengantar anak muda tersebut ke Pesantren yang dimaksud sambil membawa barang -barang anak muda tersebut .Setelah sampai Pondok Pesantren  sebagaimana lazimnya santri baru ia memohon ditunjukan di mana rumah Syekh Sanja untuk memohon dapat diterima sebagai santri baru. Setelah menunjukan rumahnya sendiri kepada santri itu Syekh Sanja masuk ke dalam rumah dari pintu belakang. Dan sangat kagetlah santri itu bahwa petani yang tadi membawa barang-barangnya adalah Syekh Sanja sendiri. bukan main malunya si calon santri tersebut.

Pada hari minggu tanggal 11 mei 1999 , KH.Sanja dipanggil menghadap sang kholik dan meninggalkan kesedihan yang luar biasa bagi masyarakat banten dan tentunya juga bangsa Indonesia telah kehilangan Sosok Ulama yang Tawadhu dan Ahli Ilmu Nahwu shorop. termasuk saya orang yang menyesal yang belum sempat menimba Ilmu dari beliau. Wayanfa’una bibarkatihim waasrorihim wa ‘ulumihim . aminn

WALI SONGO DAN WALI SONGONG

Seorang teman sangat aktif pada sebuah pengajian / Majlis ta’lim yang menurutnya mengajarkan ajaran Islam paling benar. Menurutnya pula Pengajian yang diikutinya  adalah benar-benar ajaran yang mengacu pada Alquran dan sunnah tanpa ada tambahan tambahan yang menurutnya Bid’ah . Dan Parahnya lagi menvonis saya dan sabahat lain adalah Kapir yang telah menyimpang dari Alquran dan Sunnah. Masya Alloh…

wahabi_cingkrang

Fenomena mengkafirkan ini sudah terkuak lama dan semakin meresahkan, mereka orang-orang yang mengaku dari Aktifis Salafi yang memiliki ciri khas berpakian ala Tentara Taliban dan memelihara jenggot beberapa lembar sering kali menghina para ulama dan  kyia yang dianggapnya sesat . Padahal mereka baru mengikuti pengajian beberapa kali saja . Mereka memprovokasi dan menebarkan kebencian dengan amaliah amalia yang dilakukan para Ulama dan kyai yang dianggapnya Bid’ah dan menyimpang dari ajaran Islam. Belum lama diJogjakarta ketika diadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tiba tiba ada seorang Aktivis Salafi berteriak ” Berhentiiii….ini Haram..kafir semua  ….sambil membacakan sebuah Dalil Ayat Quran. Tentu saja tindakan Provokasi tersebut membuat tersinggung dan marah para jamaah yang notabennya telah menghina para Ulama yang hadir pada peringatan Maulid Tersebuat.

Orang seperti ini disebut dengan “Wali Songong” mengaku dirinya paling pinter, paling benar , paling duluan yang dapat tiket Surga. Kalau dahulu kita mengenal Para Wali songo  yang menyebarkan Ajaran Islam dengan  cara yang persuasif sehingga banyak Umat yang mau masuk Islam bahkan Wali Sunan Kali jaga menyebarkan Islam dengan mediasi Wayang Golek dan Tembang  jawa “Ilir -ilir ” yang sarat dengan Makna spritual . Mampu melahirkan Ulama- Ulama yang menjadi Garda depan dalam perjuangan mensyiarkan Agama Islam . Dan sekarang sekelompok “Wali Songong” dengan Arogannya berdakwah Layaknya sang Utusan , dengan menebarkan kebencian, perpecahan dikalangan umat Islam.

Buat para Muhibbin tetap merapatkan barisan dan jangan terprovokasi oleh ajaran ajaran “Wali Songong” yang memecah belah  Persatuan Umat Islam.